Harga BBM Naik Tajam, Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Sebulan
Ilustrasi BBM.(Freepik/jcomp)
20:12
4 April 2026

Harga BBM Naik Tajam, Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Sebulan

– Pemerintah Pakistan menggratiskan transportasi umum selama 30 hari di ibu kota Islamabad dan provinsi terpadat, Punjab, menyusul lonjakan tajam harga BBM yang memicu protes warga.

Kebijakan ini diumumkan setelah pemerintah sebelumnya menaikkan harga bensin hingga 42,7 persen menjadi 485 rupee per liter (sekitar dollar AS 1,70) dalam keputusan mendadak pada Kamis (2/4/2026) malam.

Kenaikan harga BBM tersebut memicu antrean panjang di SPBU serta aksi demonstrasi di sejumlah wilayah.

Baca juga: Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Selama 30 Hari Ketika Negerinya Dilanda Krisis BBM

Perdana Menteri Shehbaz Sharif kemudian merevisi kebijakan itu pada Jumat malam. Ia menyatakan harga bensin diturunkan menjadi 378 rupee per liter setelah pemangkasan pajak.

“Penurunan ini akan berlaku setidaknya selama satu bulan. Saya berjanji tidak akan berhenti sampai kehidupan Anda kembali normal,” ujar Sharif, dikutip dari SCMP, Sabtu (4/4/2026),

Namun, pemerintah tidak menurunkan harga solar. Setelah naik 54,9 persen, harga solar tetap bertahan di level 520 rupee per liter.

Menteri Dalam Negeri Mohsin Naqvi mengatakan seluruh transportasi umum milik pemerintah di Islamabad akan digratiskan selama 30 hari ke depan, mulai Sabtu (4/4/2026). Kebijakan ini diperkirakan membebani anggaran negara sebesar 350 juta rupee.

Baca juga: Pakistan Naikkan Harga BBM hingga 55 Persen akibat Perang Iran

Langkah serupa juga diambil pemerintah Provinsi Punjab. Kepala provinsi Maryam Nawaz Sharif mengumumkan penghapusan tarif transportasi umum milik negara serta pemberian subsidi terarah bagi truk dan bus.

Ia juga meminta operator transportasi tidak membebankan kenaikan biaya kepada penumpang. “Kami berjanji akan meringankan beban ekonomi masyarakat begitu kondisi membaik,” ujarnya.

Di Provinsi Sindh, termasuk kota terbesar Karachi, pemerintah daerah turut menyiapkan subsidi bagi pengendara sepeda motor dan petani kecil.

Dampak perang Iran

Lonjakan harga energi dipicu oleh konflik yang melibatkan Iran, setelah perang yang dimulai pada 28 Februari memperluas ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Serangan balasan Iran ke berbagai target di kawasan Teluk turut mengganggu aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.

Selat tersebut merupakan jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan energi dunia, sebagian besar menuju Asia.

Baca juga: Dishub Sebut Masyarakat Mulai Pilih Trans Jateng, Klaim Penghematan BBM Rp 50 M Setahun

Untuk menghemat energi, pemerintah Pakistan juga menerapkan langkah penghematan, termasuk memberlakukan pekan kerja empat hari bagi sebagian kantor pemerintah, memperpanjang libur sekolah, serta mengalihkan sebagian kegiatan belajar ke sistem daring.

Tekanan ekonomi dan protes warga

Sebagai negara berpendapatan menengah ke bawah, sekitar 25 persen dari 240 juta penduduk Pakistan masih hidup dalam kemiskinan berdasarkan data World Bank.

Sebelumnya, pemerintah telah menaikkan harga bahan bakar sekitar 20 persen pada awal Maret, namun berupaya menahan kenaikan lanjutan. Tekanan harga yang berlanjut akhirnya memicu kebijakan kenaikan drastis.

Puluhan warga turun ke jalan di Lahore, ibu kota Punjab, menuntut pemerintah membatalkan kebijakan tersebut.

“Pemerintah secara tiba-tiba menjatuhkan ‘bom bensin’ kepada rakyat,” kata seorang demonstran, Naveed Ahmed (39).

Demonstran lain, Hafiz Abdul Rauf, menilai kenaikan harga bukan semata dampak perang, melainkan juga tekanan dari International Monetary Fund.

Baca juga: Dilema Harga BBM dan Konsekuensi Pilihan

“Demi Tuhan, hentikan tuntutan ini dan tunjukkan empati kepada rakyat,” ujarnya.

IMF sebelumnya memperingatkan bahwa negara-negara rentan seperti Pakistan menghadapi tekanan ganda, tidak hanya dari kenaikan harga energi tetapi juga gangguan rantai pasok.

Pada 28 Maret, IMF juga mengumumkan kesepakatan awal paket bantuan baru senilai 1,2 miliar dollar AS untuk Pakistan.

Sejumlah negara Asia lainnya juga mulai menaikkan harga energi atau menerapkan kebijakan penyesuaian. Bangladesh, misalnya, menaikkan harga gas LPG dan CNG sebesar 29 persen pada Kamis.

Tag:  #harga #naik #tajam #pakistan #gratiskan #transportasi #umum #sebulan

KOMENTAR