Ubah Rencana Buyback Saham, ADRO Siapkan Dana Rp 5 Triliun
JAKARTA, KOMPAS – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) merevisi rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan menaikkan anggaran menjadi maksimal Rp 5 triliun, dari sebelumnya Rp 4 triliun.
Perubahan anggaran tersebut disampaikan perseroan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2 April 2026.
Revisi ini mengubah sejumlah poin dari pengumuman sebelumnya yang dirilis pada 11 Maret 2026, terutama terkait besaran dana yang disiapkan, perkiraan jadwal pelaksanaan, serta proforma laba per saham setelah buyback dengan mempertimbangkan menurunnya pendapatan.
Baca juga: Bank Mandiri Siapkan Buyback Saham Rp 1,17 Triliun
RUPST 17 April, Eksekusi Mulai Keesokan Harinya
Perseroan akan meminta persetujuan para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan berlangsung pada 17 April 2026.
Jika mendapat lampu hijau, periode pembelian kembali saham akan dimulai sejak 18 April 2026 dan berlangsung selama 12 bulan. Seluruh proses buyback dilakukan secara bertahap melalui Bursa Efek Indonesia.
Sebagai informasi, pemanggilan RUPST telah dilakukan kepada para pemegang saham melalui situs web BEI, situs web eASY.KSEI, serta situs web resmi perseroan www.alamtri.com pada 26 Maret 2026. Adapun pengumuman ringkasan risalah RUPST dijadwalkan pada 20 April 2026.
Baca juga: Emiten Besar Kompak Buyback Saham Saat Pasar Bergejolak, Bagaimana Prospeknya?
Patuhi Regulasi, Tak Melebihi 10 Persen Modal Ditempatkan
Alamtri Resources menegaskan bahwa pelaksanaan buyback tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku, di antaranya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 29 Tahun 2023 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 15/POJK.04/2020, serta Undang-Undang Perseroan Terbatas.
Perseroan juga menyatakan bahwa jumlah nilai nominal seluruh saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 10 persen dari jumlah modal yang ditempatkan.
Lebih lanjut, langkah ini dipastikan tidak akan membuat kekayaan bersih perseroan menjadi lebih kecil dari jumlah modal ditempatkan ditambah cadangan wajib yang telah disisihkan.
Baca juga: Boy Thohir: ADRO Gelar Buyback Rp 4 Triliun karena Fundamental Kuat
Dampak Keuangan: Aset dan Ekuitas Susut, EPS Justru Naik
Dengan asumsi penggunaan dana buyback sebesar Rp 5 triliun sudah termasuk biaya transaksi namun belum termasuk komisi pedagang perantara efek yang dinilai tidak material, perseroan memproyeksikan sejumlah perubahan keuangan.
Berdasarkan kurs JISDOR per 30 Maret 2026 yang menempatkan 1 dollar AS pada Rp 16.993, dana buyback setara dengan sekitar 294,24 juta dollar AS. Akibatnya, total aset perseroan diperkirakan susut dari 6,82 miliar dollar AS menjadi 6,52 miliar dollar AS.
Sementara itu, ekuitas juga terkoreksi dari 5,00 miliar dolar AS menjadi 4,71 miliar dolar AS. Meski demikian, laba tahun berjalan tetap bertahan di angka 489,85 juta dolar AS.
Yang menarik, meskipun aset dan ekuitas menyusut, laba per saham dasar justru mengalami kenaikan dari 0,01526 dolar AS menjadi 0,01668 dolar AS.
Hal ini terjadi karena berkurangnya jumlah saham yang beredar pasca-buyback. Perhitungan EPS tersebut juga telah memperhitungkan dampak buyback tahun 2025 yang telah efektif tercatat pada 28 Februari 2026.
Baca juga: Astra International Siapkan Buyback Saham Rp 2 Triliun, Eksekusi Mulai 16 Maret
Manajemen Yakin Tak Ganggu Kegiatan Usaha
Manajemen Alamtri Resources menegaskan bahwa dengan posisi dan kinerja keuangan saat ini, rencana buyback tidak akan memberikan dampak buruk terhadap kegiatan usaha maupun pertumbuhan perseroan di masa mendatang.
"Dengan posisi dan kinerja keuangan Perseroan saat ini, Perseroan berkeyakinan bahwa Pembelian Kembali Saham Perseroan tidak memberikan dampak buruk terhadap kegiatan usaha dan pertumbuhan Perseroan di masa mendatang," tulis manajemen dalam dokumen resmi yang dikutip, Senin (6/4/2026).
Perseroan berharap langkah ini dapat memberikan tingkat pengembalian yang baik bagi para pemegang saham sekaligus meningkatkan kepercayaan investor. Dengan demikian, harga saham ADRO diharapkan mampu mencerminkan kondisi fundamental yang sebenarnya.
Tag: #ubah #rencana #buyback #saham #adro #siapkan #dana #triliun