Progres Sekolah Rakyat di Nganjuk Baru 15 Persen, Menteri PU Marah
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyoroti lambatnya pembangunan Sekolah Rakyat di Nganjuk, Jawa Timur. Progres proyek tersebut dinilai tertinggal dibanding daerah lain.
“Bicara Nganjuk dulu nih. Nganjuk kan memang sangat-sangat tertinggal ya. Masih berapa sih mungkin 15 persen lah. Nah, yang saya tidak suka dari tim saya itu adalah pada saat saya datang ngasih excuses gitu kenapa tertinggal. Bukannya ngasih saran bagaimana supaya ketertinggalan itu bisa dikejar. Enggak. Excuse,” kata Dody.
Baca juga: Anggaran Kena Potong Rp 12,7 Triliun, Menteri PU: Aman, Kita Sudah Pengalaman
Soroti respons tim dan kontraktor
Dody menilai respons tim teknis tidak memadai. Ia menemukan kecenderungan memberi alasan daripada solusi di lapangan.
Ia juga menyinggung dugaan sikap tidak tegas terhadap penyedia jasa proyek. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan spekulasi.
“Saya ini agak-agak bingung juga nih. Kenapa kemudian tim saya kok seolah-olah takut kepada penyedia jasa? Memang ada rumor di luaran nih. Penyedia jasa ngasih sesuatu nih kepada pada tim saya, tapi kan kan rumor, saya enggak bisa buktikan. Cuma fakta yang saya terima di lapangan seperti kemarin terjadi di Nganjuk,” ucapnya.
Target Presiden terancam
Program Sekolah Rakyat menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk menekan kemiskinan ekstrem. Dody menilai pelaksanaan proyek harus berjalan serius dan tepat waktu.
Ia menemukan ketidaksesuaian antara target penggunaan dan jadwal kontrak proyek.
“Ternyata kontrak Sekolah Rakyat itu 23 Juli berakhirnya. Lah kan ini kan jadi kayak seolah-olah melawan perintah Presiden. Perintah Presiden itu Juli itu adik-adik kita masuk ke Sekolah Rakyat baru. Nanti kontraknya 23 Juli coba. Ya, ya saya juga bingung,” ujarnya.
Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat pemanfaatan fasilitas pada awal Juli 2026.
Baca juga: Menteri PU: Progres Pembangunan 104 Sekolah Rakyat 15,5 Persen, Bakal Tampung 112.000 Siswa
Evaluasi dan perbaikan
Dody menegaskan akan mengevaluasi jajaran Direktorat Jenderal Prasarana Strategis. Evaluasi dilakukan untuk memastikan pengawasan proyek berjalan sesuai arahan pemerintah.
Ia juga meminta aparatur sipil negara bekerja profesional dan fokus pada penyelesaian program.
Meski mengkritik proyek di Nganjuk, Dody mengapresiasi pembangunan Sekolah Rakyat di Surabaya. Progres proyek di wilayah ini dinilai berjalan sesuai rencana.
Beberapa proyek, termasuk yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk, menunjukkan perkembangan yang lebih baik dibanding daerah lain.
Tag: #progres #sekolah #rakyat #nganjuk #baru #persen #menteri #marah