Standar Global Makin Ketat, KKP Andalkan STELINA untuk Lacak Asal Ikan
Ilustrasi tuna segar untuk diolah menjadi sushi.(SHUTTERSTOCK/ABDUL RAZAK LATIF)
12:16
14 April 2026

Standar Global Makin Ketat, KKP Andalkan STELINA untuk Lacak Asal Ikan

Pemerintah memperkuat ketertelusuran produk perikanan melalui sistem digital STELINA. Langkah ini merespons tuntutan pasar global yang semakin ketat terhadap transparansi dan keberlanjutan.

Direktorat Prasarana Sarana Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Lia Sugihartini, mengatakan standar ekspor kini menuntut asal-usul produk yang jelas dan praktik pengelolaan yang bertanggung jawab.

“Jadi, kita melihat bahwa dalam beberapa dekade belakangan ini ya, kita melihat bahwa pasar ini sudah meminta untuk produk-produk perikanan kita itu tertelusur kemudian berasal dari kegiatan yang sustainable atau ada tanggung jawab dalam pengelolaan perikanannya, baik itu ditangkap maupun dibudidaya,” ujarnya di acara Bincang Bahari di KKP, Selasa (14/4/2026).

Baca juga: Kronologi Penipuan Ikan Ekspor di Muara Angke, Korban Rugi Rp 1,07 Miliar

Persyaratan tersebut sudah berlaku di berbagai negara tujuan utama, termasuk Amerika Serikat. Produk perikanan harus berasal dari kegiatan legal dan bukan hasil penangkapan ilegal.

“(Produk) kita itu harus berasal dari produk-produk yang legal atau bukan berasal dari illegal fishing, dan itu sudah juga diterapkan untuk pasar AS, misalkan dengan adanya seafood import monitoring program,” jelasnya.

Kondisi ini mendorong pemerintah membangun sistem nasional yang terintegrasi. KKP mengembangkan STELINA sebagai platform digital yang menghubungkan seluruh rantai pasok, mulai dari penangkapan hingga pemasaran.

“Jadi ini merupakan satu platform digital yang menghubungkan data secara terintegrasi mulai dari penangkapan, budidaya, distribusi, pengolahan, dan pemasaran,” kata Lia.Bincang Bahari, STELINA : Ketertelusuran sebagai Kunci Akses Pasar GlobalKOMPAS.COM /KIKI SAFITRI Bincang Bahari, STELINA : Ketertelusuran sebagai Kunci Akses Pasar Global

Sistem tersedia dalam versi web dan aplikasi mobile. Akses ini memudahkan pelaku usaha, termasuk yang beroperasi di lapangan.

“Bahwa bedanya saat ini STELINA itu sudah end-to-end traceability. Jadi dari hulu tadi sampai hilir, kita bisa melihat perjalanan ikan,” ujarnya.

Baca juga: Penipuan Ikan Ekspor di Muara Angke Diduga Berlangsung Sejak 2024

Transparansi menjadi faktor penting bagi pembeli internasional. Informasi asal produk, lokasi penangkapan atau budidaya, waktu panen, hingga metode produksi menjadi penentu keputusan pembelian.

“Karena saat ini buyer-buyer meminta bahwa rantai pasok perikanan kita itu harus transparan. Dari mana sih ikannya, kemudian ditangkap di mana, kemudian dibudidayakan di mana, kapan dipanennya, kemudian bagaimana metode budidayanya, sehingga mereka, buyer-buyer kita itu menjual produk perikanan Indonesia itu dengan ceritanya,” jelasnya.

STELINA menyediakan informasi tersebut secara lengkap. Sistem juga dilengkapi QR code untuk pelacakan hingga ke sumber.

Pengembangan STELINA mengacu pada standar Global Dialogue on Seafood Traceability (GDST). Standar ini memastikan sistem terhubung dengan platform global lain.

“Jadi kita mengadopsi standar internasional yaitu Global Dialogue Seafood Traceability. Ini suatu standar internasional tentang digital traceability yang interoperabilitas,” ungkap Lia.

Sistem juga mendukung interoperabilitas. Pelaku usaha yang sudah memiliki sistem internal tidak perlu melakukan input data ganda.

“Jadi bagaimana mereka bisa mengimput ke stelina tanpa harus double input. Jadi kita bisa membuka untuk interoperabilitas dengan sistem ketertelusuran yang dimiliki oleh pelaku usaha ataupun secara global,” ujarnya.

KKP menargetkan implementasi penuh pada 2027. Fokus awal mencakup komoditas utama seperti tuna, udang, dan rajungan. Lebih dari 500 pelaku usaha telah menggunakan sistem ini.

Integrasi juga dilakukan dengan Indonesia National Single Window (INSW) dan sistem penangkapan ikan terukur. Langkah ini meningkatkan efisiensi dan akurasi data.

“STELINA ini rantai pasoknya adalah dari sisi nelayan. Kemudian nelayan kita sudah melakukan interoperabilitas secara elektronik dalam penangkapan ikan secara tukur,” ujarnya.

KKP memastikan keamanan data menjadi prioritas. Sistem dilengkapi perlindungan berlapis untuk menjaga data pelaku usaha.

“Kami memiliki sistem keamanan data yang kuat, didukung oleh Pusdatin, sehingga data pelaku usaha tetap aman dan terjaga,” tegas Lia.

“Ini langkah strategis untuk menunjukkan bahwa produk kita tidak hanya berkualitas, tapi juga transparan dan berkelanjutan,” tutupnya.

Tag:  #standar #global #makin #ketat #andalkan #stelina #untuk #lacak #asal #ikan

KOMENTAR