IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidasi, Investor Ritel Bisa Cermati Saham-saham Ini
Karyawan mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
07:24
16 April 2026

IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidasi, Investor Ritel Bisa Cermati Saham-saham Ini

– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak konsolidatif pada perdagangan Kamis (16/4/2026), setelah terkoreksi usai reli dalam beberapa hari terakhir.

IHSG sebelumnya ditutup melemah 0,68 persen ke level 7.623,586 pada Rabu (15/4/2026). Tekanan terhadap indeks dipicu aksi ambil untung (profit taking), setelah penguatan yang terjadi sekitar sepekan terakhir.

Sektor infrastruktur tercatat menjadi penyumbang koreksi terdalam dalam perdagangan tersebut.

Secara teknikal, indikator Stochastic RSI telah berada di area overbought dan membentuk pola death cross. Namun, histogram Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih menunjukkan tren positif dengan kenaikan yang berlanjut.

Baca juga: IHSG Ditutup Memerah, Melemah 0,68 Persen ke Level 7.623,59

“Sehingga diperkirakan IHSG akan mengalami konsolidasi pada kisaran 7.500-7.700,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Rabu (15/4/2026). Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga ditutup melemah ke level Rp 17.140 per dollar AS.

Pelemahan ini turut menjadi sentimen tambahan bagi pergerakan pasar saham domestik.

Tekanan eksternal juga datang dari meningkatnya risiko geopolitik.

S&P Global Ratings menilai peringkat utang Indonesia menjadi salah satu yang paling rentan terdampak jika konflik di Timur Tengah berlarut-larut.

Kenaikan harga energi akibat konflik tersebut berpotensi meningkatkan beban subsidi pemerintah dan menekan anggaran negara.

Selain itu, biaya impor minyak yang lebih tinggi dapat memperlebar defisit transaksi berjalan.

S&P juga memperkirakan percepatan inflasi akan mendorong kenaikan suku bunga, yang pada akhirnya meningkatkan biaya pinjaman pemerintah.

Di tingkat global, kebijakan Amerika Serikat yang memblokade Selat Hormuz turut meningkatkan tekanan terhadap negara-negara konsumen energi seperti China dan India.

Dengan sekitar 98 persen ekspor minyak Iran menuju China, kebijakan tersebut memperbesar risiko ketegangan geopolitik.

Situasi ini juga berpotensi mempengaruhi hubungan antara Amerika Serikat dan China, terutama menjelang rencana pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping pada pertengahan Mei mendatang.

Baca juga: IHSG Melonjak 2,34 Persen, Asing Borong Saham BBCA, BBRI, dan EMAS

Lalu saham apa yang yang bisa dicermati pada perdagangan hari ini? Simak rekomendasi saham berikut ini

Phintraco Sekuritas

Sejumlah saham dengan strategi trading jangka pendek antara lain PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO).

Kiwoom Sekuritas

  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
    Rekomendasi: Speculative buy
    Support: Rp 3.230
    Resistance: Rp 3.620 
  • PT Ciputra Development Tbk (CTRA)
    Rekomendasi: Trading buy
    Support: Rp 720
    Resistance: Rp 820

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.

Tag:  #ihsg #diprediksi #bergerak #konsolidasi #investor #ritel #bisa #cermati #saham #saham

KOMENTAR