Rusia-Indonesia Sepakat Bangun PLTN dan Kerja Sama Migas
Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin sempat bertemu empat mata di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4/2026). (Dok. Setpres)
21:20
14 Mei 2026

Rusia-Indonesia Sepakat Bangun PLTN dan Kerja Sama Migas

- Pemerintah Indonesia dan Rusia sepakat mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) serta minyak dan gas (migas).

Kerja sama pengembangan energi terbarukan juga disepakati dalam rangkaian Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 Indonesia-Rusia yang berlangsung di Kazan, Kamis (14/5/2026).

"Kerja sama di sektor energi (dengan Rusia) telah menghasilkan berbagai komitmen investasi di sektor hulu minyak dan gas bumi dan kilang minyak, ketenagalistrikan berbasis energi baru dan terbarukan, termasuk rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir modular kecil," ujar Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Yuliot, dikutip dari Antara, Kamis (14/5/2026).

Baca juga: Indonesia-Rusia Perluas Kerja Sama Energi: Nuklir, Migas, Transisi Bersih

Dalam SKB itu, Yuliot memaparkan perkembangan impor minyak mentah dari Rusia ke Indonesia.

Lalu, dibahas pula perkembangan proyek Grass Root Refinery (GRR) Tuban, Jawa Timur.

Kedua negara sepakat, ketahanan energi mutlak dilakukan baik bahan bakar fosil maupun listrik.

Baca juga: Indonesia Ingin Investor Rusia Masuk ke Sektor Energi Nasional

"Hal ini sejalan dengan prioritas nasional dalam memperkuat ketahanan energi, baik untuk bahan bakar minyak maupun listrik," ujar Yuliot.

Pemerintah berusaha menambah kapasitas pembangkit listrik sebesar 70 gigawatt (GW), dimana 40 GW nya berasal dari energi terbarukan.

Lantas, PLTN direncanakan dibangun dua unit.

Baca juga: Kena Sanksi Uni Eropa, Perusahaan Terminal Minyak RI Bantah Tangani Tanker Rusia

"Dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, ditetapkan tambahan kapasitas pembangkit sebesar 70 GW, dengan target 40 GW berasal dari energi baru terbarukan atau sebesar 62 persen dari total tambahan kapasitas. Untuk pembangkit listrik tenaga nuklir, ditargetkan pembangunan dua unit dengan total kapasitas 500 MW,” kata Yuliot.

Untuk pengiriman minyak dari Rusia segera datang ke Indonesia.

Baca juga: Skema Impor Minyak Rusia Disiapkan, Pemerintah Hitung Opsi BLU dan BUMN

Impor minyak Rusia

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan, impor minyak dari Rusia segera datang ke Indonesia. 

Masuknya minyak dari Rusia menjamin ketahanan energi nasional. 

"Bagi saya yang paling penting adalah semua stok kita ada. Dan untuk (minyak mentah) Rusia sebentar lagi masuk ya," ujar Bahlil dikutip dari Kompas.com, Sabtu (2/5/2026).

Baca juga: Amankan 150 Juta Barrel dari Rusia, Indonesia Masih Incar Impor Minyak Asal AS

Namun, Bahlil tidak menjelaskan lebih rinci volume impor minyak mentah Rusia yang akan segera masuk ke Indonesia tersebut maupun kilang yang nantinya akan mengolah crude tersebut di dalam negeri.

Saat ini sebut dia, pemerintah fokus pada ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) mulai solar dan bensin dengan berbagai nilai oktan. Situasi geopolitik seperti ini membuat pemerintah wajib mengamankan stok BBM.

"Dalam keadaan kondisi kayak begini negara harus menjamin ketersediaan semua jenis BBM. Itu jauh lebih penting," ujarnya.

Baca juga: Kantongi Komitmen 150 Juta Barrel Minyak Rusia, Wamen ESDM: Untuk Cukupi Kebutuhan sampai Akhir Tahun

Sementara itu mengenai mekanisme dan harga impor minyak mentah Rusia, Bahlil menyebut hal tersebut merupakan ranah business to business (B2B). 

Selain minyak mentah, pemerintah juga membuka peluang impor liquefied petroleum gas (LPG) dari Rusia. 

Namun, menurut Bahlil, rencana tersebut masih dalam tahap pembicaraan. Meski demikian, ia memastikan stok LPG nasional saat ini masih berada di atas batas minimum nasional. 

"Sampai dengan sekarang stok LPG kita semuanya di atas standar minimum nasional," ucap Bahlil.

Baca juga: Hashim Ungkap RI Kantongi Komitmen 150 Juta Barrel Minyak Rusia

Artikel ini pernah tayang di Kompas.com dengan judul "Bahlil: Minyak dari Rusia Sebentar Lagi Masuk"

Tag:  #rusia #indonesia #sepakat #bangun #pltn #kerja #sama #migas

KOMENTAR