Pefindo Perkirakan Penerbitan Surat Utang Korporasi Tahun Ini Tembus Rp 196 Triliun
- PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan total penerbitan surat utang korporasi sepanjang 2026 tetap kuat, berada di kisaran Rp154 triliun hingga Rp196,86 triliun.
Kepala Divisi Riset Pefindo, Suhindarto mengatakan, ada beberapa faktor pendukung antara lain tingginya nilai jatuh tempo hingga akhir tahun yang mencapai Rp 124,12 triliun, serta permintaan investor yang masih tinggi.
“Permintaan investor masih kuat, terutama karena mereka mencari alternatif investasi dengan imbal hasil lebih tinggi di tengah kondisi pasar saham yang belum optimal,” kata Suhindarto secara virtual, Rabu (15/4/2026).
Baca juga: Penerbitan Surat Utang Tembus Rp 59,35 Triliun, Lampaui Jatuh Tempo Kuartal I
Namun, ia menegaskan bahwa stabilitas makroekonomi dan perkembangan global akan menjadi penentu utama arah pasar di tengah kondisi global yang tidak pasti.
Meski kinerja kuartal pertama solid, Suhindarto mengingatkan adanya risiko dari faktor eksternal, terutama gejolak geopolitik global yang mulai mendorong kenaikan yield sejak Maret.
“Kenaikan yield mulai terlihat sejak Maret akibat gejolak global, terutama konflik di Timur Tengah, yang berpotensi meningkatkan biaya dana ke depan,” ujarnya.
Selain itu, pelemahan nilai tukar dan potensi inflasi impor juga menjadi faktor yang perlu diwaspadai karena dapat menekan pasar surat utang.
Ke depan, pasar surat utang korporasi akan dihadapkan pada kombinasi peluang dan tantangan.
Di satu sisi, kebutuhan refinancing dan kondisi likuiditas masih mendukung pertumbuhan.
Di sisi lain, risiko geopolitik, fluktuasi nilai tukar, serta potensi kenaikan suku bunga global dapat menjadi tekanan.
“Jika kondisi global tetap stabil, pasar surat utang korporasi masih berpotensi tumbuh. Namun, risiko eksternal tetap perlu diantisipasi,” tutupnya.
Sebagai informasi, Pefindo mencatat hingga akhir Maret 2026, realisasi penerbitan surat utang korporasi mencapai Rp 59,35 triliun atau melampaui jatuh temponya yang sebesar Rp 26,88 triliun.
Hal ini didorong oleh kondisi suku bunga yang relatif rendah serta kebutuhan pendanaan pelaku usaha.
Adapun emiten dengan peringkat tertinggi (AAA) menjadi kontributor utama dalam penggalangan dana pada kuartal pertama 2026 dengan nilai penerbitan Rp 39,3 triliun.
Sementara itu, untuk penerbitan surat utang dari emiten BUMN, sepanjang kuartal pertama 2026, tercatat sebesar Rp 20 triliun.
Baca juga: Outlook Moody’s Turun, BTN: Penerbitan Surat Utang Bank Bisa Lebih Mahal
Tag: #pefindo #perkirakan #penerbitan #surat #utang #korporasi #tahun #tembus #triliun