Tekan Limbah Plastik, Dow Inc Gandeng Sadikun Kembangkan Resin Daur Ulang
Perusahaan material science, DOW Inc, menjalin kerja sama dengan PT Sadikun Niagamas Raya untuk menekan limbah plastik di Indonesia. Kesepakatan ini dituangkan dalam nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).
Kolaborasi ini diarahkan untuk mendorong penggunaan resin daur ulang pasca-konsumen atau post-consumer recycled (PCR) REVOLOOP pada kemasan kaku.
Wakil Presiden Komersial Asia-Pasifik Dow Packaging & Specialty Plastics Bambang Candra menyebut, kesepakatan ini ditargetkan mampu mengurangi jejak karbon produk. Langkah ini juga sejalan dengan target Indonesia menuju net-zero emission pada 2060.
“Kolaborasi ini tidak hanya berdampak pada industri, tetapi juga berpotensi dirasakan langsung oleh masyarakat melalui berkurangnya limbah plastik yang selama ini menjadi persoalan besar di Indonesia,” kata Bambang dalam keterangan resmi, Kamis (16/4/2026).
Baca juga: Fokus pada Efisiensi Energi dan Limbah, Krakatau Posco Jaga Kinerja Lingkungan
Penggunaan material daur ulang mulai diterapkan pada kemasan botol pelumas. Produk yang sebelumnya berbasis plastik baru atau virgin plastic kini beralih ke bahan yang lebih ramah lingkungan.
“Kolaborasi dengan Sadikun mencerminkan keyakinan kami akan pentingnya kerja sama rantai nilai dalam mewujudkan praktik berkelanjutan,” ujar Bambang Candra.
“Kami terus mengembangkan material secara bertanggung jawab untuk membantu membangun ekosistem yang lebih sirkular di Indonesia.”
Fokus kerja sama ini berada pada sektor kemasan kaku, termasuk botol pelumas. Segmen ini tumbuh cepat di Asia Tenggara.
Kedua perusahaan akan mengembangkan penggunaan teknologi blow moulding. Teknologi ini digunakan untuk memperluas adopsi material PCR.
Kolaborasi ini juga melibatkan berbagai pelaku dalam rantai industri. Produsen botol dan pemilik merek pelumas ikut dilibatkan. Tujuannya mempercepat adopsi teknologi dan meningkatkan kesadaran pasar.
“Bagi industri, penggunaan resin daur ulang memberikan alternatif bahan baku yang lebih berkelanjutan tanpa mengorbankan kualitas. Sementara bagi masyarakat, langkah ini menjadi bagian penting dalam mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah plastik,” jelasnya.
Baca juga: Solusi Pengolahan Limbah Plastik dan Kardus untuk Perusahaan, Ecoloop Jawabannya!
Presiden Direktur PT Sadikun Niagamas Raya Antawirya Husen menilai kerja sama ini akan memperkuat daya saing industri. Langkah ini juga mendukung transisi menuju produk yang lebih ramah lingkungan.
“Dengan mengintegrasikan resin daur ulang REVOLOOP ke dalam produksi, kami dapat menghadirkan kemasan berkualitas tinggi yang juga mendukung transisi menuju portofolio yang lebih sirkular,” ujarnya.
“Ini bukan hanya soal bisnis, tetapi juga kontribusi terhadap masa depan yang lebih efisien dalam penggunaan sumber daya,” tegas dia.
Industri kemasan daur ulang di Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan pergeseran ke konsep ekonomi sirkular. Arah ini sejalan dengan target pemerintah untuk menekan sampah plastik ke laut hingga 70 persen.
Upaya mencapai target tersebut dilakukan melalui peningkatan kapasitas industri daur ulang domestik. Investasi baru dan kolaborasi lintas sektor terus didorong.
Arah industri kemasan kini menempatkan aspek keberlanjutan sebagai standar utama. Penggunaan material daur ulang dan bioplastik semakin luas.
Desain kemasan juga mulai disederhanakan. Tujuannya agar lebih mudah dipisahkan dan diproses ulang. Pendekatan ini mengurangi ketergantungan pada kemasan multi-material yang sulit didaur ulang.
Inovasi terlihat dalam berbagai pameran industri kemasan dan plastik. Ajang tersebut menampilkan teknologi terbaru untuk sistem daur ulang dan pengolahan limbah.
Ekspansi kapasitas produksi juga berlangsung. Salah satu contohnya melalui pembangunan pabrik kemasan baru untuk memperkuat industri dalam negeri.
Program pengumpulan limbah mulai digencarkan. Inisiatif pengumpulan botol PET dan rPET dilakukan untuk menjaga pasokan bahan baku daur ulang.
Tantangan tetap besar. Target pengurangan sampah plastik dinilai tidak mudah dicapai. Volume sampah terus meningkat setiap tahun.
Tag: #tekan #limbah #plastik #gandeng #sadikun #kembangkan #resin #daur #ulang