Kopi Tuku Naik Harga, Pelanggan Minta Promo dan Aplikasi Member
Kopi Susu Tetangga di Toko Kopi Tuku Blok M, Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2026).(Kompas.com/Krisda Tiofani)
12:24
24 April 2026

Kopi Tuku Naik Harga, Pelanggan Minta Promo dan Aplikasi Member

- Kabar penyesuaian harga datang dari Kopi Tuku.

Mengutip Instagram resmi Tuku, mulai 24 April 2026, kedai kopi yang dikenal luas di kalangan anak muda ini resmi melakukan perubahan harga pada menu Es Kopi Susu Tetangga (KST) dari Rp 18.000 menjadi Rp 25.000.

Dalam pengumumannya, manajemen menyampaikan bahwa penyesuaian dilakukan secara bertahap dan tidak berlaku merata.

Baca juga: Terpaksa Diet Kopi Susu

Sepi antrean di Toko Kopi Tuku Blok M, Jakarta Selatan, selama bulan puasa, Rabu (25/2/2026).Kompas.com/Krisda Tiofani Sepi antrean di Toko Kopi Tuku Blok M, Jakarta Selatan, selama bulan puasa, Rabu (25/2/2026).

Beberapa menu mengalami kenaikan harga, sebagian tetap, bahkan ada pula yang diturunkan.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari proses adaptasi terhadap berbagai perubahan yang terjadi seiring waktu.

“Seiring waktu berjalan, banyak hal ikut berubah. Seperti halnya bertumbuh, penyesuaian menjadi bagian yang tak terpisahkan,” tulis manajemen Kopi Tuku dikutip dari instagram, Jumat (24/4/2026).

“Semoga langkah ini memberi ruang untuk terus bertumbuh, terus hadir dan terus saling jaga, seperti biasa,” lanjut pernyataan itu.

Baca juga: BSI Tawarkan Investasi Emas Seharga Secangkir Kopi untuk Investor Pemula

Pihak Tuku menegaskan bahwa kebijakan ini diambil bukan semata-mata soal harga, tetapi juga untuk menjaga kualitas serta keberlanjutan usaha ke depan.

“Terima kasih untuk tetangga yang sudah membersamai setiap cerita, dalam setiap pasang surut,” tulis manajemen.

“langkah ini diambil untuk menjaga yang sudah ada, sekaligus memberi ruang untuk bertumbuh bersama,” lanjutnya.

Respons pelanggan positif, tetap setia

Meski ada penyesuaian harga kopi Tuku, respons pelanggan cenderung positif.

Tangkapan Layar Instagram Kopi TukuKopi Tuku Tangkapan Layar Instagram Kopi Tuku

Baca juga: Kopi Indonesia Makin Diminati, Ekspor ke Australia Tembus Rp 114 Miliar

Banyak penikmat kopi Tuku menyatakan tetap setia selama kualitas rasa tetap terjaga.

“Harga boleh naik, tapi yang penting rasanya jangan berubah,” ujar salah satu pelanggan setia Kopi Tuku.

Di sisi lain, ada juga yang mengeluh bahwa beberapa kali kenaikan harga, tidak pernah mendapatkan promo.

“Sudah harga naik tidak pernah ada promo, sakit hati, tapi tetap beli,” lanjut pembeli lainnya.

Baca juga: Prabowo Heran RI Impor Kopi-Cokelat Meski Punya Bahan Terbaik

Meski demikian ada juga yang menyarankan agar Tuku membuat aplikasi seperti kompetitor lainnya, agar bisa mendapatkan poin untuk ditukar dalam bentuk potongan harga.

Gimana kalau Tuku bikin aplikasi member, ngumpulin poin, soalnya saya beli tiap hari,” kata seorang pelanggan setia Tuku.

Meski demikian, para pelanggan kopi Tuku tidak mempermasalahkan adanya kenaikan harga.

Selama rasa kopi yang mereka nikmati sehari-hari tidak berubah.

Baca juga: Warga China Shifting Diet Pakai Kopi Santan, Wamentan: Yang Untung Kita

Sebagai informasi, akibat ketegangan geopolitik di kawasan Selat Hormuz mulai terasa dampaknya hingga ke Indonesia dan memicu gangguan logistik.

Sebagai jalur strategis yang dilalui sekitar 25 persen ekspor polyethylene global, setiap gangguan di Selat Hormuz langsung berdampak pada rantai pasok industri, termasuk di Indonesia.

Salah satu imbas paling nyata adalah lonjakan harga bahan baku plastik yang dilaporkan naik hingga 30 sampai 50 persen dalam waktu relatif singkat.

Ilustrasi kopi susu.Kompas.com/Krisda Tiofani Ilustrasi kopi susu.

Kenaikan ini dipicu terganggunya pasokan nafta dan bahan baku petrokimia dari Timur Tengah.

Baca juga: Cerita Petani Lampung, Olah Tanah Asam Jadi Kebun Kopi Rendah Emisi

Sekitar 84 persen kapasitas produksi polyethylene di kawasan tersebut sangat bergantung pada kelancaran distribusi melalui Selat Hormuz.

Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh industri besar, tetapi juga menjalar hingga pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM).

Harga berbagai produk berbasis plastik seperti kantong, kemasan makanan, hingga alat makan sekali pakai ikut melonjak, sehingga menambah beban biaya operasional.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Reynaldi Sarijowan, mengungkapkan bahwa harga plastik mengalami kenaikan bertahap dalam beberapa pekan terakhir.

Baca juga: 96 Ton Kopi Robusta Subang Diekspor ke Aljazair

Ia menyebut, lonjakan terjadi secara berkala dengan kisaran kenaikan antara Rp 500 hingga Rp 700 setiap minggu.

Menurutnya, hampir seluruh jenis plastik berbahan dasar polyethylene (PE) dan polypropylene (PP) terdampak signifikan.

Plastik PE yang dikenal ringan dan fleksibel umumnya digunakan untuk kantong belanja, botol, serta kemasan makanan.

Sementara itu, PP memiliki karakter lebih kuat dan tahan panas, sehingga banyak dimanfaatkan untuk wadah makanan tahan panas, tutup botol, perlengkapan rumah tangga, hingga karung plastik.

Baca juga: Dukung Petani dan UMKM Kopi, Bank DBS Kucurkan Pembiayaan Pra-Ekspor

"Setiap pekannya, sejak pekan kedua puasa itu bervariasi, ada yang 500 perak, ada yang 700 perak, dan melihat situasi hari ini, memang hampir seluruh jenis plastik yang PE dan PP ini mengalami lonjakan mencapai 50 persen, bahkan ada yang 100 persen,” kata Reynaldi.

Ia menambahkan, kenaikan tersebut juga tecermin pada harga di tingkat pasar.

Plastik kresek, misalnya, naik dari sekitar Rp 10.000 menjadi Rp 15.000 per pak.

Sementara jenis lainnya mengalami peningkatan dari kisaran Rp 20.000 menjadi Rp 25.000 per pak.

Baca juga: Produk Perikanan, Dekorasi Rumah, hingga Kopi Bali Kian Diminati Konsumen Mancanegara

Perihal sebab kenaikan harga KST, Kompas.com telah menghubungi CEO dan pendiri Toko Kopi Tuku Andanu Prasetyo, namun belum mendapatkan jawaban.

Tag:  #kopi #tuku #naik #harga #pelanggan #minta #promo #aplikasi #member

KOMENTAR