Kementan Kebut Tanam Padi Serentak di 38 Kabupaten Se-Jatim
Daliman (63), warga Padukuhan Sidatan RT 27 RW 9, Kaligintung Kidul, Kalurahan Kaligintung, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta(KOMPAS.COM/DANI JULIUS)
20:44
24 April 2026

Kementan Kebut Tanam Padi Serentak di 38 Kabupaten Se-Jatim

- Kementerian Pertanian mengkebut penanaman padi secara serentak di 38 provinsi di Jawa Timur.

Percepatan penanaman ini dilakukan guna menjaga produksi pangan di awal musim kemarau dan menambah luas tambah tanam (LTT) secara signifikan.

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan melalui Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) dan Pemerintah Provinsi Jawa TImur memusatkan gerakan ini di Kabupaten Ngawi.

Inisiator kegiatan, Kepala BBPOPT sekaligus Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan (SPB) Jawa Timur Yuris Tiyanto, mengatakan percepatan tanam harus menjadi gerakan kolektif.

“Melalui gerakan hari ini diharapkan kenaikan LTT bisa mencapai 3,4% dalam satu hari atau dua kali lipat dari hari sebelumnya,” kata Yuris dalam keterangan resmi Kementerian Pertanian, Jumat (24/4/2026).

Baca juga: Diduga Tercemar Limbah, Produksi Padi Jember Turun 80 Persen

Yuris mengatakan, percepatan ini harus diikuti dengan peningkatan produksi padi. Oleh karena itu, gerakan percepatan tanam harus dilakukan secara serentak.

Menurutnya, program itu harus didukung berbagai program intensifikasi seperti percepatan pengolahan tanah, pompanisasi, optimalisasi irigasi, hingga koordinasi lintas sektor.

Pemantauan hama juga harus dipantau dengan teknologi yang dikembangkan BBPOPT seperti SIFORTUNA.

Sistem itu kini bahkan sudah dimanfaatkan Kantor Staf Presiden (KSP) untuk menyusun laporan ke presiden.

“Melalui teknologi ini, potensi serangan OPT (organisme pengganggu tumbuhan) dapat diprediksi lebih dini sehingga langkah pengendalian bisa dilakukan secara cepat dan tepat,” tutupnya.

Dalam keterangan yang saa, Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas PErtanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Denny Kurniawan menyebut saat ini pertanian dihadapkan pada kemarau El Nino.

Menurutnya, selama enam tahun terakhir Jawa Timur terus menjadi produsen beras terbesar di Indonesia.

“Tanam serentak harus diikuti panen serentak. Kita menghadapi tantangan besar El Nino,” kata dia.

Baca juga: Asuransi Usaha Tani Padi Lindungi Petani dari Risiko Fenomena Iklim El Nino Godzilla

Diketahui, Badan Riset dan INovasi Nasional (BRIN) mengingatkan fenomena El Nino Godzilla bisa berdampak pada sektor pertanian dan sumber daya air.

Meski demikian, fenomena itu tidak terjadi secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

Sejumlah daerah Indonesia bagian timur seperti Sulawesi, Maluku, dan Halmahera justru berpotensi mengalami hujan dengan curah tinggi.

BRIN memprediksi El Nino akan terjadi bersama musim kemarau yakni April hingga Oktober.

Tag:  #kementan #kebut #tanam #padi #serentak #kabupaten #jatim

KOMENTAR