UMKM Perempuan Didorong Kuasai Kekayaan Intelektual dan Digitalisasi, Ini Manfaatnya
Ilustrasi UMKM. (Dok. Shutterstock/ David Gyung)
11:52
25 April 2026

UMKM Perempuan Didorong Kuasai Kekayaan Intelektual dan Digitalisasi, Ini Manfaatnya

Tokopedia dan TikTok Shop bersama Kementerian Perdagangan melatih ratusan perempuan pelaku usaha terkait perlindungan kekayaan intelektual (KI) dan pemasaran digital.

Program ini dilatarbelakangi masih rendahnya adopsi KI dan digitalisasi di kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dari total 64 juta UMKM di Indonesia, sebanyak 88,95 persen disebut belum memiliki KI dan 68 persen belum memanfaatkan ruang digital.

Baca juga: BCA Catat Pertumbuhan Kredit 5,6 Persen Kuartal I 2026, UMKM Jadi Penopang

Ilustrasi UMKM kuliner.SHUTTERSTOCK/ODUA IMAGES Ilustrasi UMKM kuliner.

Di sisi lain, sebanyak 64,5 persen pelaku UMKM di Indonesia merupakan perempuan.

Senior Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia Vonny Ernita Susamto mengatakan, kepemilikan KI dan kemampuan membuat konten semakin penting bagi perempuan pelaku usaha untuk memperkuat bisnis di era digital.

"Sementara 64,5 persen dari total pelaku UMKM adalah perempuan. Kepemilikan KI dan kemampuan membuat konten makin krusial bagi perempuan pelaku usaha untuk #JualanNyaman di era digital. Dua hal tersebut bisa menciptakan bisnis berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan," ujar Vonny dalam siaran pers, Sabtu (25/4/2026).

Menurut dia, kepemilikan KI memungkinkan penjual bergabung dalam ekosistem Mall di Tokopedia dan TikTok Shop yang menawarkan visibilitas lebih tinggi, dukungan promosi, serta akses pemasaran eksklusif.

Baca juga: BRI Dorong Ekspansi Kredit Bagi UMKM Usai Bagi Dividen Rp 52,1 Triliun

Ia menyebut, sejumlah penjual mencatat kenaikan transaksi lebih dari 15 kali lipat setelah bergabung dengan Mall.

Selain itu, konten video dan sesi LIVE dinilai semakin berperan dalam mendorong pembelian. Pada sesi LIVE di TikTok selama sahur Ramadan 2026, transaksi di Tokopedia dan TikTok Shop dilaporkan naik hingga 15 kali lipat.

Ilustrasi UMKM kuliner. SHUTTERSTOCK/ARIEF BUDI KUSUMA Ilustrasi UMKM kuliner.

Perlindungan KI disebut buka akses pembiayaan

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan, penguatan kapasitas UMKM perempuan melalui digitalisasi dan perlindungan KI penting untuk meningkatkan daya saing.

"Perempuan pelaku usaha berperan besar bagi ekonomi nasional, maka penguatan kapasitas UMKM melalui digitalisasi serta melindungi KI atas produk yang dihasilkan sangat penting agar makin banyak UMKM perempuan #JualanNyaman, naik kelas, dan berdaya saing. Kami menyambut baik kolaborasi dengan Tokopedia dan TikTok Shop dalam menghadirkan program serta fasilitasi seperti klinik konsultasi yang relevan bagi kebutuhan perempuan pelaku usaha, serta mendorong transformasi digital UMKM secara inklusif," kata Dyah.

Baca juga: Dampak Harga BBM dan LPG Naik: Pejabat Berhemat, UMKM Tertekan

Selain untuk perlindungan usaha, kepemilikan KI juga disebut membuka akses pembiayaan.

Kasubdit Permohonan dan Pelayanan Merek dan Indikasi Geografis Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum Ranie Utami Ronie mengatakan, Indonesia kini memiliki skema kredit usaha rakyat (KUR) berbasis KI.

"Indonesia saat ini telah memiliki skema KUR berbasis KI, yang memungkinkan merek terdaftar dan hak cipta tercatat yang akan dinilai oleh Penilai KI pada Kemenekraf untuk digunakan sebagai agunan tambahan. Skema ini menyasar pada 17 subsektor ekonomi kreatif (ekraf) dengan batas pinjaman mencapai Rp 500 juta. Ini diharapkan membantu mengatasi kendala agunan fisik yang kerap menghambat akses kredit," ujar Ranie.

Pendiri brand lokal F&B Mercon Merah Putih Gracia Monica mengatakan, perlindungan KI menjadi penting untuk menjaga identitas produk sekaligus keberlangsungan usaha.

Baca juga: Akses Pembiayaan Jadi Kunci UMKM Lebih Tahan Tekanan Ekonomi, Pendapatan Naik hingga 63 Persen

"Platform yang mendukung #JualanNyaman dengan melindungi KI seperti merek dan kemasan sangat penting untuk menjaga identitas produk, kepercayaan pelanggan sekaligus keberlangsungan usaha. Sejak bergabung di Mall Tokopedia dan TikTok Shop, penjualan kami naik signifikan," kata Gracia.

Platform klaim perkuat pengawasan pelanggaran KI

Ilustrasi Tokopedia. Tokopedia Ilustrasi Tokopedia.

Selain edukasi, Tokopedia dan TikTok Shop juga menyoroti penegakan aturan terkait perlindungan KI di platform.

Secara global, sepanjang Januari-Juni 2025, lebih dari 40 juta produk disebut ditolak secara proaktif sebelum didaftarkan di TikTok Shop karena pelanggaran KI.

Selain itu, lebih dari 2 juta produk terdeteksi dan dihapus setelah didaftarkan, serta lebih dari 530.000 video dan siaran LIVE dari affiliate content creator diturunkan.

Baca juga: Dorong UMKM Masuk Retail Modern, Wamendag: Kami Dampingi dari Hulu ke Hilir

Di Indonesia, pada periode yang sama, Tokopedia dan TikTok Shop menyebut telah memproses lebih dari 130.000 laporan pelanggaran KI dari pemegang hak melalui Pusat Perlindungan Kekayaan Intelektual terintegrasi.

Selain itu, lebih dari 250.000 pengajuan pendaftaran akun penjual yang tidak memenuhi standar juga ditolak.

Konten video disebut dorong transaksi

Dalam pelatihan tersebut, peserta juga mendapat lokakarya pembuatan konten video promosi untuk memperkuat strategi pemasaran digital.

Program ini juga menghadirkan sejumlah klinik bisnis, mulai dari Klinik Desain, Klinik Pemasaran, hingga Klinik KI yang memberikan konsultasi bagi pelaku usaha.

Baca juga: Dilema Elpiji Non-Subsidi: Dinamika Fiskal Vs Proteksi UMKM

Perwakilan affiliate content creator Tokopedia dan TikTok Shop Neng Ismayanti mengatakan, profesi affiliate creator memberi ruang bagi perempuan untuk membantu promosi produk UMKM.

"Affiliate content creator adalah profesi yang inklusif. Lewat ini saya bisa membantu sesama perempuan yang merupakan pelaku UMKM agar produknya makin dikenal lebih banyak orang dan laku di pasaran," kata Neng.

Tag:  #umkm #perempuan #didorong #kuasai #kekayaan #intelektual #digitalisasi #manfaatnya

KOMENTAR