Pola Belanja Ramadan Bergeser, Konsumen Mulai Borong Produk Gaya Hidup
- Pola belanja masyarakat selama Ramadan 2026 menunjukkan pergeseran.
Jika sebelumnya konsumsi identik dengan kebutuhan pokok dan fesyen, tahun ini muncul tren belanja yang lebih beragam, termasuk untuk produk gaya hidup dan kebutuhan jangka panjang.
Data Blibli menunjukkan, dibandingkan rata-rata transaksi harian satu bulan sebelum Ramadan, kategori groceries seperti sirup dan snack tumbuh hampir empat kali lipat.
Baca juga: Mulai 30 April 2026, Belanja di China Bisa Pakai QRIS
Ilustrasi belanja.
Pada saat yang sama, fesyen Muslim naik hampir tiga kali lipat.
Namun, lonjakan juga terjadi pada kategori non-esensial. Peralatan olahraga seperti tenis dan padel meningkat lebih dari lima kali lipat, menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi selama Ramadan 2026.
Sementara itu, produk elektronik rumah tangga seperti TV LED, mesin cuci, microwave, AC, kulkas, hingga rice cooker tumbuh hampir dua kali lipat. Produk perawatan diri juga mengalami kenaikan serupa.
Head of Campaign Blibli Indra Perdana mengatakan, tren tersebut menunjukkan adanya perubahan motivasi konsumen dalam berbelanja selama Ramadan.
Baca juga: Di Magelang, PNS Diwajibkan Belanja ke Warung UMKM
“Yang kami lihat bukan hanya peningkatan transaksi, tetapi juga adanya pergeseran motivasi belanja. Konsumen tidak lagi hanya fokus pada kebutuhan Ramadan, tetapi juga mulai memanfaatkan momentum ini untuk melakukan upgrade dalam gaya hidup mereka,” ujar Indra dalam siaran pers, Sabtu (25/4/2026).
Konsumen makin selektif
Pergeseran pola konsumsi ini muncul di tengah kondisi ekonomi yang disebut masih penuh tekanan.
Inflasi yang terkendali dan tingkat kepercayaan konsumen yang tetap optimistis disebut belum sepenuhnya diikuti pemulihan daya beli.
Ilustrasi layanan digital, belanja online.
Kondisi tersebut dinilai mendorong masyarakat lebih selektif dalam menentukan prioritas belanja.
Baca juga: Di Tengah Tekanan Global, Belanja RI Justru Ngebut Saat Lebaran 2026
Laporan Jakpat Consumer Commerce Outlook 2026 juga mencatat konsumen Indonesia semakin menunjukkan karakter sebagai rational shopper, yakni aktif membandingkan harga, mencari nilai terbaik, serta memilih kanal belanja secara lebih cermat.
Dalam konteks itu, kenaikan transaksi pada kategori olahraga dan elektronik dinilai mencerminkan pergeseran preferensi konsumen yang mulai mengalokasikan pengeluaran untuk produk dengan manfaat jangka lebih panjang.
Dari sisi demografi, kelompok usia 25 sampai 44 tahun tercatat menjadi kontributor terbesar transaksi selama Ramadan 2026, dengan komposisi gender relatif seimbang, yakni 54 persen pria dan 46 persen perempuan.
Sementara dari sisi pembayaran, transaksi didominasi virtual account, diikuti kartu kredit dan dompet digital.
Baca juga: QRIS Livin by Mandiri Kini Bisa buat Bayar Belanja di Korea Selatan
Belanja tetap berlanjut pascalebaran
Blibli juga mencatat aktivitas belanja tidak langsung menurun setelah Idul Fitri. Sejumlah konsumen disebut tetap melakukan transaksi pasca-Lebaran, baik untuk memanfaatkan promo lanjutan maupun melanjutkan rencana pembelian yang tertunda.
Fenomena tersebut disebut sejalan dengan temuan Mandiri Institute yang mencatat aktivitas konsumsi masyarakat tetap menunjukkan ketahanan sepanjang Ramadan hingga Lebaran 2026, bahkan lebih tinggi dibandingkan periode yang sama dalam dua tahun sebelumnya.
Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan kelompok menengah menjadi pendorong utama akselerasi belanja.
“Kelompok menengah menjadi penggerak utama akselerasi belanja,” ujar Andry.
Baca juga: 62 Persen Masyarakat RI Belanja Online hingga 3 Kali Sebulan, Gratis Ongkir Jadi Daya Tarik
Di sisi lain, puncak transaksi yang terjadi pada periode double day 3.3 disebut menunjukkan kalender promosi digital kini ikut membentuk pola konsumsi, tidak hanya momentum menjelang Lebaran.
Menurut Indra, periode pasca-Lebaran pun masih menjadi fase aktif bagi konsumsi masyarakat, meski dengan karakter belanja yang lebih terukur.
“Pasca-Lebaran masih menjadi periode yang aktif. Konsumen tetap berbelanja, tapi dengan pilihan yang lebih selektif dan fokus pada apa yang benar-benar mereka butuhkan,” tutup Indra.
Tag: #pola #belanja #ramadan #bergeser #konsumen #mulai #borong #produk #gaya #hidup