Dari “Cuma Dapat Asap”, Desa Terong Bangun Wisata Sendiri
Aik Rusa Berehun merupakan destinasi ekowisata yang berada di Desa Wisata Terong, Belitung. (KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU)
06:28
27 April 2026

Dari “Cuma Dapat Asap”, Desa Terong Bangun Wisata Sendiri

- Desa Terong sempat hanya menjadi jalur lintasan wisata di Belitung. Warga tidak merasakan dampak ekonomi meski arus turis terus meningkat sejak 2008.

Kepala Desa Terong Iswandi mengingat momen itu. Bus pariwisata hilir mudik dari bandara menuju Pantai Tanjung Tinggi dan Tanjung Kelayang. Desa mereka hanya dilewati.

"Ketika pariwisata Belitung itu meledak, kami sebagai warga Desa Terong, ketika bus-bus pariwisata lewat dari bandara, ke Tanjung Kelayang, dari kota Tanjung Pandan ke Tanjung Kelayang, kami waktu itu cuma dapat asapnya doang. Wisatawan enggak mampir, enggak makan, enggak minum," kenangnya, Jumat (24/4/2026).

Baca juga: Event Multisport BCA Digelar di Belitung, Dorong Wisata dan Ekonomi Daerah

Situasi itu mendorong perubahan arah. Warga tidak mencoba menyaingi wisata pantai yang sudah kuat. Mereka memilih membangun konsep berbeda.

"Kalau waktu itu kita mau head-to-head bersaing dengan Pantai Tanjung Kelayang dan Pantai Tanjung Tinggi, nggak akan menang," ucapnya.

Warga mulai merintis desa wisata sejak 2013. Inspirasi datang dari Desa Wisata Pentingsari di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Konsepnya menggabungkan alam, budaya, dan pengalaman.

"Ketika kita membuka websitenya Desa Wisata Pentingsari, wah ternyata konsep desa wisata bukan hanya menjual keindahan tapi tentang alam dan budaya," ungkapnya.Kepala Desa Terong Iswandi saat ditemui di Desa Wisata Terong, Belitung, Jumat (24/4/2026).Kepala Desa Terong Iswandi saat ditemui di Desa Wisata Terong, Belitung, Jumat (24/4/2026). Kepala Desa Terong Iswandi saat ditemui di Desa Wisata Terong, Belitung, Jumat (24/4/2026).

"Desa Wisata Pentingsari jual paket wisata bermain gamelan, membikin wayang dari rumput, hingga kuliner. Nah ketika kita meng-compare dengan riset kita, ternyata itu bisa kita kembangkan," sambungnya.

Perintisan dilakukan tanpa dana desa dan tanpa bantuan eksternal. Infrastruktur mulai dibangun setelah dana desa masuk pada 2016.

Baca juga: Kisah Direktur Operasi Perempuan Pertama Semen Indonesia, Reni Wulandari: Kesetaraan Gender Tingkatkan Produktivitas

Warga kemudian menjual paket wisata. Kegiatannya beragam, mulai dari hiking, makan bedulang, hingga nyungkor atau mencari udang pada malam hari.

Rombongan pertama datang dari universitas di Jakarta. Kunjungan lima hari empat malam menghasilkan perputaran uang Rp 113 juta.Bedulang, tradisi makan bersama khas Belitung yang menggunakannampan besar berpenutup tudung saji. Budaya ini menjadi salah satu paket wisata yang ditawarkan Desa Wisata Terong.KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU Bedulang, tradisi makan bersama khas Belitung yang menggunakannampan besar berpenutup tudung saji. Budaya ini menjadi salah satu paket wisata yang ditawarkan Desa Wisata Terong.

Dukungan mulai berdatangan setelah itu. Program pelatihan dan pendampingan ikut memperkuat kapasitas warga. Pendapatan desa terus naik hingga mencapai hampir Rp 700 juta per tahun pada 2019.

"Untuk sebuah desa di Belitung, desa kecil, kepulauan, Rp 700 juta itu sudah sangat luar biasa," kenangnya.

Pandemi Covid-19 mengubah situasi. Aktivitas wisata berhenti. Perputaran uang turun drastis menjadi sekitar Rp 60 juta per tahun pada 2020.Memancing ikan menjadi salah satu aktivitas yang ditawarkan Desa Wisata Terong di Belitung.KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU Memancing ikan menjadi salah satu aktivitas yang ditawarkan Desa Wisata Terong di Belitung.

Warga tidak menghentikan kegiatan. Standar operasional disusun. Wisata dibuka kembali secara terbatas sejak akhir 2020.

Pemulihan berjalan bertahap. Perputaran uang naik menjadi sekitar Rp 80 juta pada 2022. Angka itu menembus Rp 100 juta pada 2023.

Kinerja terus membaik pada 2024 dan 2025. Perputaran uang mencapai sekitar Rp 200 juta per tahun, meski belum kembali ke level sebelum pandemi.

"Sampai hari ini tiket kunjungan dan perputaran uang masih belum menyamai angka di titik sebelum Covid kemarin," tuturnya.

Upaya peningkatan kunjungan terus dilakukan. Warga mengikuti tren wisata dan memperkuat promosi.

Kesempatan ekspansi mulai terbuka. Desa Terong terpilih mewakili Bangka Belitung pada ajang Bali Beyond Travel Fair pada 28 sampai 30 Mei 2026.

"Alhamdulillah kita dapat kabar baik. Hasil kurasi dari Bank Indonesia Bangka Belitung, kita dapat kabar bahwa kita jadi pemenang untuk mewakili desa wisata Bangka Belitung di ajang BBTF Bali 2026," tuturnya.

Tag:  #dari #cuma #dapat #asap #desa #terong #bangun #wisata #sendiri

KOMENTAR