Evakuasi Sulit, Korban Tabrakan KA Argo Bromo–KRL Bekasi Timur Butuh Waktu Lama hingga 8 Jam
Tim Basarnas mengevakuasi penumpang yang masih terjepit di gerbong KRL usai ditabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026).(Kompas.com/Nurpini)
10:48
28 April 2026

Evakuasi Sulit, Korban Tabrakan KA Argo Bromo–KRL Bekasi Timur Butuh Waktu Lama hingga 8 Jam

- Proses evakuasi korban dalam insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur memakan waktu yang lama, dan penuh kehati-hatian.

Tim gabungan harus bekerja hingga 8 jam untuk mengevakuasi korban yang terjepit material kereta akibat benturan keras.

Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, mengatakan kondisi kecelakaan yang kompleks membuat proses evakuasi tidak bisa dilakukan secara biasa.

Benturan antara lokomotif KA Argo Bromo Anggrek dan rangkaian KRL menyebabkan struktur kereta saling bertumpuk.

“Kami dari Basarnas atas nama pemerintah, sekali lagi mengucapkan duka yang sangat mendalam atas kejadian yang terjadi pada kecelakaan kereta pada malam hari tadi,” ujar Syafei dalam keterangannya Selasa pagi (28/4/2026).

Baca juga: KRL Cikarang Dihentikan Sementara Imbas Kecelakaan Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur

Ia menjelaskan, dampak tabrakan menyebabkan lokomotif menyatu dengan salah satu gerbong KRL, sehingga diperlukan teknik evakuasi khusus untuk menyelamatkan korban yang masih terjebak.

“Saya sampaikan bahwa kondisi kecelakaan ini membutuhkan penanganan khusus. Di mana impact yang terjadi dari kereta Argo Bromo dan juga commuter line menimbulkan dampak menyatunya dari lokomotif dengan satu gerbong dari commuter,” jelasnya.

Untuk menangani kondisi tersebut, Basarnas mengerahkan personel dengan keahlian khusus dalam ekstrikasi atau evakuasi korban dari material berat secara presisi.

“Sehingga kami harus melakukan penanganan khusus, melibatkan personel-personel yang memang memiliki kemampuan khusus untuk melakukan ekstrikasi secara teliti dan juga terukur karena memang ada beberapa korban yang sampai saat ini masih dalam dan kita sangat mengharapkan bisa kita evakuasi dalam kondisi hidup,” lanjut Syafii.

Ia menambahkan, hingga saat ini masih terdapat korban yang terjepit di dalam rangkaian kereta, sehingga proses evakuasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak memperparah kondisi korban.

“Namun kondisinya masih dalam jepitan material dari kereta tersebut,” ujarnya.

Operasi evakuasi dilakukan tanpa henti sejak sekitar 30 menit setelah kejadian, dengan sistem pergantian personel (shift) agar proses penyelamatan tetap optimal.

“Karena itu, operasi yang kita laksanakan sejak kira-kira 30 menit sejak kejadian sampai sekarang kita laksanakan non-stop, tidak ada henti, dan kita akan menggunakan shift-shift an sehingga seluruh personel yang melakukan tindakan khusus tersebut tidak pernah terjeda,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan pembaruan data korban dalam insiden tersebut. Ia mengungkapkan bahwa jumlah korban meninggal dunia mencapai tujuh orang, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka.

"Saya mengupdate jumlah korban yang terjadi pada kecelakaan kereta pada Senin malam. Meninggal dunia itu 7 orang, dan luka-luka dan dirawat di rumah sakit sebanyak 81 orang. Dan yang masih tertangkap itu ada sekitar 3 orang yang terperangkap di dalam kereta,” ujar Bobby.

Ia menegaskan bahwa proses evakuasi berlangsung cukup lama karena tim harus memastikan keselamatan korban yang masih hidup.

“Evakuasi ini terus terang berlangsung cukup lama selama 8 jam dan kita lakukan hati-hati sekali,” tegas Bobby.

Sebagai informasi, pada Senin malam (27/4/2026) Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek menabrak kereta rel listrik (KRL) yang tengah terhenti. Kejadian tersebut langsung membuat penumpang yang berada di kedua kereta maupun peron stasiun panik dan histeris.

Tabrakan yang cukup kuat membuat lokomotif KA Argo Bromo masuk ke dalam gerbong KRL belakang sehingga menimbulkan kerusakan parah. Adapun gerbong khusus perempuan mengalami kerusakan paling parah.

Sejumlah penumpang di dalamnya kesulitan mengevakuasi diri karena akses keluar tertutup besi, terganjal bangku dan banyak bagian gerbong yang rusak parah.

Tag:  #evakuasi #sulit #korban #tabrakan #argo #bromokrl #bekasi #timur #butuh #waktu #lama #hingga

KOMENTAR