Cashlez (CASH) Siapkan Rights Issue Rp 237 Miliar di Tengah Tekanan Kinerja
PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) mencatatkan penurunan kinerja sepanjang 2025 di tengah kondisi industri pembayaran digital yang semakin kompetitif.
Perseroan membukukan penurunan pendapatan sebesar 20,35 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp 110,18 miliar.
Penurunan ini terutama dipicu oleh turunnya segmen penjualan perangkat sebesar 26,35 persen menjadi Rp 77,02 miliar, yang masih menjadi kontributor terbesar terhadap total pendapatan.
Baca juga: Cashlez (CASH) Rights Issue Rp 237,2 Miliar untuk Perkuat Modal
Ilustrasi transaksi digital, transaksi nontunai.
Penurunan penjualan perangkat tersebut mencerminkan melemahnya daya beli merchant serta penyesuaian model bisnis yang dilakukan Perseroan.
Di sisi lain, nilai Gross Transaction Value (GTV) justru meningkat signifikan sebesar 77,8 persen YoY. Namun, kenaikan volume transaksi tersebut belum mampu menopang profitabilitas perusahaan.
Perseroan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 67,74 miliar pada 2025, meningkat 94,64 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, net profit margin juga tercatat negatif di level 61,47 persen.
Peningkatan rugi bersih ini terutama dipengaruhi oleh kenaikan beban penurunan nilai piutang yang signifikan, seiring ekspansi bisnis pada periode sebelumnya.
Baca juga: RUPST Cashlez (CASH) Setujui Rights Issue hingga 996,6 Juta Saham
Selain itu, tekanan dari beban keuangan serta pajak tangguhan yang meningkat turut memperbesar rugi bersih.
Liabilitas meningkat, DER melonjak
Dari sisi struktur permodalan, rasio utang terhadap ekuitas (Debt-to-Equity Ratio/DER) perseroan meningkat. Per akhir 2024, DER tercatat sebesar 0,93 kali, kemudian melonjak menjadi 3,38 kali per 31 Desember 2025.
Kenaikan ini sejalan dengan lonjakan liabilitas sebesar 86,31 persen menjadi Rp 209,60 miliar, sementara ekuitas justru turun 48,8 persen menjadi Rp 62,04 miliar. Perseroan juga mencatatkan defisit akumulasi sebesar Rp 197,38 miliar.
Dalam upaya menjaga likuiditas, perseroan mengajukan pinjaman sebesar Rp 31 miliar dari pihak afiliasi. Nilai pinjaman ini tercatat melebihi 20 persen dari total ekuitas.
Baca juga: Kinerja 2025 Tertekan, Cashlez (CASH) Tetap Fokus di Bisnis Pembayaran Digital
Kenaikan liabilitas terutama didorong oleh peningkatan utang pihak berelasi serta uang muka penjualan barang.
“Kami menyadari bahwa tahun 2025 merupakan tahun yang menantang bagi industri pembayaran digital, khususnya dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan volume transaksi dan monetisasi. Saat ini kami sedang melakukan penyesuaian strategi dengan fokus pada kualitas merchant dan optimalisasi utilisasi, bukan hanya ekspansi kuantitatif,” ujar manajemen cashUP dalam siaran pers, Kamis (30/4/2026).
Rights issue untuk perkuat permodalan
Sebagai bagian dari strategi perbaikan struktur keuangan, perseroan berencana menerbitkan hingga 996,67 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 238 per saham.
Dari aksi korporasi ini, perseroan berpotensi menghimpun dana sebesar Rp 237 miliar. Adapun alokasi dana tersebut akan difokuskan untuk pelunasan utang sebesar 45,44 persen, modal kerja operasional sebesar 42,17 persen, serta belanja modal sebesar 12,39 persen.
Baca juga: Mandiri Capital Suntik Modal 2 Juta Dollar AS untuk Startup Cashlez
Harga pelaksanaan rights issue ditetapkan berada di atas kisaran harga pasar saham Perseroan pada periode terkait.
“Rights issue ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat struktur permodalan, seiring pertumbuhan GTV, menurunkan tekanan likuiditas jangka pendek, serta memberikan fleksibilitas bagi kami dalam menjalankan transformasi bisnis,” kata manajemen perseroan.
Tag: #cashlez #cash #siapkan #rights #issue #miliar #tengah #tekanan #kinerja