Pengusaha Boyong Kantor dari Dubai Ke Singapura-Hong Kong Karena Perang
Singapura, kota dengan biaya hidup tertinggi di dunia.(Unsplash/Meric Dagli)
11:32
1 Mei 2026

Pengusaha Boyong Kantor dari Dubai Ke Singapura-Hong Kong Karena Perang

 - Banyak pengusaha di Dubai dan Abu Dhabi disebut memindahkan kantor bisnisnya ke Singapura dan Hong Kong imbas perang di Asia Barat (Timur Tengah).

Ketua Umum Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah, mengatakan peperangan mendorong terjadinya banyak perubahan pada dunia bisnis.

“Sekarang kalau pada saat luar negeri lagi ke Timur Tengah kan banyak yang pindah jadi Dubai itu banyak orang pindah kantor ke Hong Kong ke Singapura,” kata Budiharjo saat ditemui di sela Rakornas Bidang Perdagangan Kadin Indonesia di Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Menurut Budiharjo, situasi ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk menarik investasi.

Baca juga: China Kecam Kesepakatan Dagang AS–Taiwan soal Relokasi Pabrik Cip

Indonesia harus memiliki daya tawar sehingga para pengusaha yang sedang menarik diri dari zona perang itu mau memindahkan kantornya ke tanah air.

“Sekarang kan Timur Tengah lagi kurang baik ya jadi banyak yang memindahkan kantornya gitu investasinya,” ujar Budiharjo.

Saat memindahkan kantor bisnis, para pengusaha pasti membawa uangnya ke negara baru.

Fenomena ini menurutnya berdampak positif terhadap negara-negara Asia seperti Hong Kong, Singapura, hingga Kuala Lumpur di Malaysia.

“Bagaimana Jakarta ya bisa menjadi momentum untuk kita ambil ya," tutur Budiharjo.

Fenomena hijrah para pengusaha ini juga sempat disinggung Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie.

Menurut Anindya, krisis geopolitik mendorong mereka mencari negara yang aman untuk menjalankan usaha.

Tren serupa juga terjadi saat perang dagang China dan Amerika Serikat (AS). Banyak perusahaan memindahkan pabriknya ke Indonesia.

“Itu pasti dengan adanya ketegangan antara Amerika-Cina dan Timur Tengah itu mencari tempat. Nah tempat yang istilahnya apa ready to use gitu jadi hit the ground running,” kata Anindya di Menara Kadin, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Laporan Reuters menyebut, hanya berselang beberapa waktu setelah Iran menyerang Dubai dengan rudal dan drone, dua pengusaha India memindahkan asetnya.

Mereka menggeser lebih dari 100.000 dollar AS dari rekening bank lokal ke Singapura guna meminimalisir risiko perang.

Reuters juga menyebut, puluhan taipan Asia mengikuti langkah serupa. Mereka memindahkan asetnya dari Dubai ke Singapura dan Hong Kong.

Untuk diketahui, selama peperangan Israel dan dan AS melawan Iran, negara-negara Teluk seperti Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Qatar, dan Arab Saudi tak luput dari serangan.

Iran menyerang basis pangkalan militer AS hingga kilang minyak di negara-negara tersebut.

Negeri Persia juga mengecam negara-negara yang memberikan izin kepada AS untuk melancarkan serangan ke Iran.

Tag:  #pengusaha #boyong #kantor #dari #dubai #singapura #hong #kong #karena #perang

KOMENTAR