BRI Salurkan Kredit Rp 1.562 Triliun Pada Kuartal I 2026, 77,5 Persen ke UMKM
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat, segmen UMKM mendominasi penyaluran kredit perseroan sepanjang Kuartal I 2026.
Tercatat, total penyaluran kredit BRI mencapai Rp 1.562 triliun pada kuartal I 2026, tumbuh 13,7 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Dari jumlah tersebut atau sekitar 77,5 persennya disalurkan ke segmen UMKM dengan porsi mencapai Rp 1.211 triliun. Angka ini mengalami penurunan 11,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1.373,66 triliun.
Baca juga: Laba Bank Besar Tumbuh, BRI dan Mandiri Pimpin Kinerja
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, realisasi ini menunjukkan kinerja intermediasi yang solid seiring dengan konsistensi BRI dalam memperkuat segmen UMKM sebagai bisnis inti perseroan.
"Segmen UMKM tetap menjadi pilar utama dalam portofolio pembiayaan BRI," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (4/5/2026).
Sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintah, BRI juga menjadi penyalur terbesar Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sepanjang Januari-Maret 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 47,09 triliun kepada sekitar 947.000 debitur.
Dari jumlah tersebut, sektor pertanian menjadi penyerap terbesar sebesar 42,16 persen dengan nilai Rp 19,86 triliun.
"Penyaluran tersebut tidak hanya mencerminkan skala dan jangkauan layanan BRI yang luas, tetapi juga menjadi katalis dalam mendorong pertumbuhan usaha produktif, meningkatkan kapasitas UMKM, serta menciptakan lapangan kerja di berbagai daerah," ucapnya.
Di sisi pemberdayaan, BRI terus memperluas ekosistem berbasis komunitas. Hingga akhir Maret 2026, program Desa BRILian telah menjangkau lebih dari 5.245 desa. Sementara itu, program KlasterkuHidupku telah mengembangkan lebih dari 43.000 klaster usaha.
Untuk mendukung digitalisasi, BRI mengandalkan platform LinkUMKM yang kini telah digunakan oleh lebih dari 15,5 juta pelaku usaha. Selain itu, perseroan juga membina 54 Rumah BUMN dan telah menggelar lebih dari 18.000 pelatihan bagi UMKM.
Menurutnya, fokus pada pembiayaan mikro memberikan keunggulan dari sisi manajemen risiko. Portofolio yang tersebar di jutaan debitur dengan plafon kecil membuat risiko kredit lebih terdiversifikasi dan tidak terkonsentrasi.
Dari sisi kinerja, strategi tersebut turut menopang laba bersih BRI yang mencapai Rp 15,5 triliun pada Kuartal I 2026, tumbuh 13,7 persen (yoy). Total aset juga meningkat 7,2 persen menjadi Rp 2.250 triliun.
Rasio profitabilitas menunjukkan perbaikan, dengan return on assets (ROA) sebesar 2,8 persen dan return on equity (ROE) naik menjadi 18,4 persen dari 17,1 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Tag: #salurkan #kredit #1562 #triliun #pada #kuartal #2026 #persen #umkm