Ragam Keluhan Penumpang, 3 Jam ''Terjebak'' Gangguan KRL Green Line Tanah Abang-Rangkasbitung
- Ramai pelanggan Commuter Line jurusan Tanah Abang - Rangkasbitung, alias KRL Green Line, mengeluh menanti perjalanan yang terkendala kurang lebih 3 jam pada Senin (4/5/2026) sore.
Saat itu, kereta dari arah Tanah Abang berhenti di stasiun Kebayoran sekitar pukul 16.30 WIB dan tidak bisa melanjutkan perjalanan menuju Rangkasbitung. Sementara itu, kereta dari arah Rangkasbitung, hanya sampai Stasiun Serpong.
Masyarakat melalui sosial media X mengutarakan kekesalan mereka.
“Hari Senin yang Senin banget! Semoga warga greenline terus sehat, waras, dan kuat!!! Sampai Stasiun Tanah Abang pukul 17.08 WIB dan baru sampai BSD pukul 22.35,” kata seorang pengguna green line @bpa**.
Hal senaja juga disampaikan oleh seorang dengan akun @fo***. Menurutnya, kereta greenline bukan buat pemula. Dia juga mendoakan pengguna KRL tetap sehat.
“Greenline bukan untuk pemula real yaa, kebayang setiap hari pp sejauh itu. mana ada ajaa masalahnya gitu, sehat sehat yaa kakak semua,” ujar dia.
Baca juga: Senin Malam Semrawut di Jakarta: Banjir, Macet, TJ Tersendat, KRL Green Line Lumpuh
Sejumlah pengguna KRL yang tinggal berdekatan juga memilih berbagi biaya dengan menggunakan taksi online untuk melanjutkan perjalanan. Opsi ini menjadi alternatif yang dipilih, terutama bagi mereka yang ingin segera tiba di rumah dan berkumpul kembali dengan keluarga setelah letih seharian bekerja.
Kondisi diperparah dengan kondisi cuaca yang kala itu turun hujan. Meski demikian sebagian warga memutuskan untuk mengganti transportasi mereka, ada juga yang menunggu hingga KRL bisa kembali normal.
Walau demikian, masalah tidak selesai sampai disitu, memesan kendaraan online-pun nyatanya cukup sulit ketika cuaca tidak bersahabat.
“Saya sendiri sebagai pengguna green line merasa jengah. Ada-ada saja masalah KRL belakangan ini. Sementara tranportasi lain yang bisa menjadi pilihan, harganya sangat mahal untuk menuju Jakarta. Jadi mau tidak mau opsi tetap jatuh pada KRL dengan berbagai kendalanya,” kata saya, seorang jurnalis yang mengandalkan transportasi umum untuk pulang dan pergi meliput.
KAI minta maaf, KRL Green Line sudah beroperasi normal
Merespon kendala tersebut, Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan mengatakan Perjalanan Commuter Line Rangkasbitung sudah bisa kembali melintas, dengan kecepatan terbatas pada pukul 20.06 WIB.
Dia mengatakan, selain masalah Listrik Aliran Atas (LAA) yang tersambar petir, genangan air pada lintas Kebayoran - Pondok Ranji juga menjadi sebab KRL green line terkendala.
Meski begitu, KAI Commuter juga menyebut ada beberapa penyesuaian mengikuti kondisi faktual, di samping juga menimbang keselamatan.
“Guna keselamatan perjalanan Commuter Line, di lokasi genangan air perjalanannya masih dilakukan pembatasan kecepatan 5 Km/jam," kata Leza.
Baca juga: Stasiun Palmerah Lumpuh! Penumpang KRL Membeludak, 1 Jam Luntang Lantung
Di sisi lain, KAI Commuter juga terus mengupayakan normalisasi dan melakukan penguraian antrean perjalanan Commuter Line. Saat ini, petugas terkait juga masih di lokasi untuk memastikan keselamatan perjalanan dengan terus memantau ketinggian genangan air.
KAI Commuter mengimbau kepada seluruh pengguna untuk selalu mengutamakan keselamatan dan selalu ikuti arahan dari petugas.
"Kami mohon maaf atas kendala operasional dan keterlambatan perjalanan Commuter Line Rangkasbitung pada malam ini," tutup Leza.
Pantauan langsung Kompas.com pagi ini, Selasa (5/5/2026) dari stasiun Parungpanjang, saat ini KRL dari Tanah Abang menuju Rangkasbitung sudah beroperasi normal. Demikian juga dengan KRL dari Rangkasbitung menuju Tanah Abang.
Baca juga: Percikan Api Picu Gangguan KRL Green Line, Perjalanan Dibatasi hingga Serpong dan Kebayoran
Tag: #ragam #keluhan #penumpang #terjebak #gangguan #green #line #tanah #abang #rangkasbitung