Indosat Nilai Kuota Internet Aktif Tanpa Pembatasan Masa Berlaku Rugikan Konsumen
- VP Head of Prepaid Product and Pricing Strategy Indosat, Nicholas Yulius Munandar menilai adanya permohonan kuota internet aktif tanpa pembatasan masa berlaku justru rugikan konsumen.
Hal itu ia sampaikan dalam sidang Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 33/PUU-XXIV/2026 dan 273/PUU-XXIII/2025, Senin (4/5/2026) ketika menanggapi wacana ini.
Masalahnya, jika kuota internet tetap aktif tak dibatasi waktu, justru tarif pembelian bakal naik.
Baca juga: XLSMART Jelaskan Kemana Perginya Sisa Data Kuota Internet yang Hangus
"Kerugian yang paling signifikan apabila permohonan ini dikabulkan justru akan dirasakan oleh para pelanggan itu sendiri terutama mereka yang selama ini mengandalkan layanan dengan batas waktu tertentu yang lebih terjangkau," kata Nicholas dikutip dari Kompas.com, Selasa (5/5/2026).
Operator juga harus merubah skema pengelolaan jaringan dan kapasitas apabila skema ini diberlakukan.
Sehingga meningkatkan biaya operasional yang ujungnya dibebankan kepada konsumen di setiap pembelian kuota internet.
Baca juga: Tak Ada Istilah Kuota Internet Hangus, Begini Penjelasannya Menurut Telkomsel dan XL
"Pada dasarnya operator harus menyediakan kapasitas untuk jangka waktu yang tidak dapat diprediksi yang pada akhirnya akan mempengaruhi perencanaan kapasitas serta pengelolaan jaringan secara keseluruhan yang berpotensi mendorong perubahan atau kenaikan pada struktur tarif secara umum," paparnya.
Menyoal penyeragaman layanan internet, permohonan ini sulit direalisasikan karena kebutuhan masyarakat beragam.
Ada kebutuhannya cuma beberapa gigabyte (GB), tapi tak sedikit pula membeli kuota berjumlah banyak.
"Hal ini merupakan realitas yang menunjukkan bahwa layanan data internet tidak dapat dirancang dengan hanya satu pendekatan yang seragam," katanya.
Baca juga: Kuota Internet Hangus dan Ujian Keadilan bagi Negara
Beda cara pandang
Hakim Konstitusi Guntur Hamzah menilai ada perbedaan sudut pandang antara operator dengan masyarakat mengenai kuota internet.
Masyarakat menilai kuota internet adalah pembelian barang yang sepenuhnya milik mereka setelah membayar.
Tapi, operator melihat ini adalah pengadaan jasa, bukan barang.
Baca juga: Paket Kuota Internet Tidak Hangus Lagi, Pengamat: Jawaban Operator untuk Konsumen
"Bapak mengatakan ini layanan, ini jasa, sementara masyarakat melihatnya ini adalah barang," kata Guntur.
Pandangan masyarakat mengenai kuota internet adalah barang cukup kuat meski tak terlihat, contohnya aliran listrik dibayar menggunakan uang namun mendapat token aliran listrik tanpa pembatasan masa berlaku.
"Tetapi apakah ini bukan barang? jangan salahkan masyarakat, saya banyak guru besar ngirim SMS ke saya dia bilang 'itu (kuota internet) bukan jasa, itu tuh barang," ucapnya.
Guntur menilai harus ada jalan tengah mengenai hal ini dengan memberi kebebasan pada pelanggan memilih paket layanan internet.
Baca juga: Soal Kuota Internet Hangus, Ini Kata Pengamat
Operator tak peroleh keuntungan
Sementara itu, Chief Marketing Officer Smartfren XL Smart, Sukaca Purwokardjono menjelaskan mengenai kemana larinya sisa data kuota internet yang hangus.
Sukaca mengatakan, operator tak mendapatkan keuntungan sama sekali dari sisa kuota internet yang hangus.
"XL Smart tidak memperoleh pendapatan tambahan karena tidak terpakainya jumlah volume kuota oleh pelanggan setelah masa berlaku berakhir," ujar Sukaca dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait uji materi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, Senin (4/5/2026).
Baca juga: Cara Beli Kuota Internet di Pesawat Garuda Indonesia
Pelanggan selama ini sudah diberitahu mengenai masa berlaku dan besaran kuota yang dibeli.
"Di dalam setiap produk kita selalu mencantumkan informasi besaran kuota dan juga masa berlaku. Bahkan, pada saat paket itu masuk akan ada notifikasi yang memberitahukan paketnya berapa besar dan juga masa berlakunya kapan," jelasnya.
Lalu, kemana perginya sisa kuota internet yang habis masa berlakunya itu?
"Jawabannya sebenarnya hanya ada dua ketika kuota hangus. Pertama memang sudah habis dikonsumsi oleh konsumen atau yang kedua memang masa berlakunya sudah habis. Bahwa kuota yang menjadi sisa tadi adalah hak aksesnya sudah habis dan tidak berpindah ke pihak mana pun," jelasnya.
Baca juga: Cara Cek Kuota Internet Axis 2022, Bisa via Telepon atau Aplikasi
Artikel ini pernah tayang di Kompas.com dengan judul "Soal Kuota Hangus, Hakim MK: Saya Beli 10 GB, Baru Pakai 9 GB Sudah Selesai" dan "XLSMART Jelaskan Kemana Perginya Sisa Data Kuota Internet yang Hangus"
Tag: #indosat #nilai #kuota #internet #aktif #tanpa #pembatasan #masa #berlaku #rugikan #konsumen