IHSG Uji Resistansi 7.120 di Tengah Reli Wall Street dan Volatilitas Harga Minyak
ARSIP-Pekerja memantau grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Treasury BTN, Jakarta, Senin (2/2/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj]
08:32
6 Mei 2026

IHSG Uji Resistansi 7.120 di Tengah Reli Wall Street dan Volatilitas Harga Minyak

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi sorotan utama investor domestik setelah ditutup menguat 1,22% pada perdagangan sebelumnya.

Meskipun mencatatkan pertumbuhan positif, pergerakan indeks masih dibayangi oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai sekitar Rp318 miliar.

Beberapa saham perbankan dan komoditas papan atas seperti BMRI, BBCA, ANTM, INCO, dan AADI tercatat menjadi sasaran utama pelepasan aset oleh pemodal luar negeri.

Secara teknikal, IHSG hari ini berpotensi mencoba untuk menembus ambang resistansi pada rentang 7.100–7.120. Namun, pelaku pasar diimbau untuk tetap waspada; kegagalan dalam menembus level tersebut dapat memicu koreksi lanjutan, terutama mengingat posisi nilai tukar Rupiah yang kian tertekan dan mendekati level Rp17.500 per dolar AS. Saat ini, IHSG memiliki basis dukungan (support) pada level 6.950–7.000.

Wall Street Cetak Rekor, Bursa Asia Cenderung Beragam

Sentimen positif datang dari bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, yang sukses mencatatkan rekor tertinggi pada penutupan perdagangan Selasa (5/5/2026). Reli ini didorong oleh penurunan harga minyak mentah serta rilis performa laba emiten kuartal I yang melampaui ekspektasi pasar. Indeks S&P 500 naik 0,81%, Nasdaq melesat 1,03%, dan Dow Jones menguat 0,73%.

Saham DuPont de Nemours dan Anheuser-Busch InBev menjadi bintang lapangan dengan lonjakan lebih dari 8%. Kondisi ini didukung oleh merosotnya harga minyak jenis WTI sebesar 3,9% ke level US$102,27/bbl dan Brent yang melemah ke US$109,87/bbl.

Berbeda dengan Wall Street, bursa Asia justru menunjukkan pergerakan yang variatif dengan kecenderungan melemah. Indeks Hang Seng (Hong Kong) terkoreksi 0,76% dan ASX 200 (Australia) turun 0,19% akibat kekhawatiran persisten terkait pasokan energi di tengah ketegangan Timur Tengah. Di sisi lain, indeks Taiex (Taiwan) dan Malay KLCI masih mampu bertahan di zona hijau.

Update Geopolitik: Gencatan Senjata dan Selat Hormuz

Dari sisi geopolitik, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan sedikit mereda. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan bahwa gencatan senjata masih bertahan dan kapal komersial AS telah mulai melintasi Selat Hormuz dengan aman.

Langkah ini sejalan dengan janji Presiden Donald Trump untuk memberikan pengawalan militer bagi kapal-kapal yang sebelumnya terjebak di jalur strategis tersebut.

Meskipun demikian, investor tetap memantau fluktuasi harga minyak yang masih berada di atas level psikologis US$100/bbl, serta pergerakan mata uang Yen Jepang yang memicu spekulasi intervensi lebih lanjut dari otoritas moneter di Tokyo.

Ide Trading Saham Hari Ini

Berdasarkan analisis riset BNI Sekuritas, berikut adalah beberapa saham yang layak dicermati untuk perdagangan hari ini:

BUMI (Spec Buy): Area beli 226–230, target dekat 234–240, cut loss di bawah 224.

AKRA (Buy on Weakness): Area beli 1480–1520, target dekat 1540–1570, cut loss di bawah 1480.

AYAM (Buy if Break): Beli jika menembus 342, target dekat 348–352, cut loss di bawah 330.

ARCI (Spec Buy): Area beli 1480–1500, target dekat 1520–1580, cut loss di bawah 1470.

MDKA (Spec Buy): Area beli 3040–3100, target dekat 3150–3200, cut loss di bawah 3020.

BRPT (Spec Buy): Area beli 2260–2300, target dekat 2400–2480, cut loss di bawah 2220.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan merupakan hasil parafrase laporan riset pasar. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor dengan mempertimbangkan risiko pasar yang ada.

Editor: M Nurhadi

Tag:  #ihsg #resistansi #7120 #tengah #reli #wall #street #volatilitas #harga #minyak

KOMENTAR