Maybank Indonesia Tarik Investor Timur Tengah Garap Proyek Besar di RI
PT Bank Maybank Indonesia Tbk melalui jaringan global banking akan membawa investor dari kawasan Timur Tengah untuk menggarap sejumlah proyek di Indonesia.
Direktur Unit Usaha Syariah (UUS) Maybank Indonesia Romy H. Buchari mengatakan, sebagai bagian dari grup Malayan Banking Berhad (Maybank), perseroan memiliki konektivitas dengan jaringan perbankan internasional.
Hal ini menjadi keunggulan untuk menarik minat investor asing masuk ke dalam negeri.
Baca juga: Permudah Nasabah Atur Keuangan untuk Haji dan Umroh, Maybank Indonesia Luncurkan Amanah Pro
Suasana pembangunan gedung bertingkat di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (23/11/2025). Dinas Penanaman Modal dan Layanan Terpadu Satu Pintu Kota Makassar mencatat realisasi investasi di daerah itu hingga triwulan III 2025 telah mencapai Rp4 triliun dan melampaui target yang ditetapkan tahun ini sebesar Rp3 triliun.
Menurut dia, investor Timur Tengah tersebut akan dilibatkan dalam pengembangan proyek-proyek baru berskala besar di Indonesia, dan prosesnya telah mulai berjalan.
"Tim Global Banking, tim korporat kami, mendatangkan investor yang berbasis di Timur Tengah untuk melakukan proyek-proyek baru di sini. Jadi itu sudah dimulai. Dan kita berbicara tentang proyek-proyek besar," ujarnya saat peluncuran Amanah Pro di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Romy mengatakan, ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat peran sebagai penghubung investasi global sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi syariah nasional.
"Kita ingin menjadi motor atau mesin utama bagi perekonomian Indonesia. Bukan hanya ceruk pasar," ucapnya.
Baca juga: Maybank dan Bank Sinarmas Sepakati Transaksi SRIA Rp 500 Miliar
Meski demikian, Romy belum dapat mengungkapkan detail proyek yang dimaksud, termasuk sektor maupun nilai investasinya.
Namun diharapkan investor asing ini dapat digandeng untuk mengerjakan proyek keuangan syariah berbasis digital.
Ilustrasi investasi.
"Saya tidak berhak menyebutkannya sekarang, tetapi ketika saatnya tiba, maka kita akan menyebutkannya," kata Romy.
Upaya ini juga beririsan dengan strategi penguatan bisnis syariah Maybank Indonesia yang tengah bersiap melakukan pemisahan (spin-off) UUS sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca juga: RUPST Maybank Indonesia (BNII) Setujui Bagi Dividen Tunai Rp 580 Miliar
Saat ini, aset UUS Maybank Indonesia telah sebesar Rp 44 triliun, mendekati ambang batas Rp 50 triliun yang menjadi syarat spin off UUS menjadi bank umum syariah.
Romy mengungkapkan, entitas baru hasil spin-off nantinya akan mengandalkan kekuatan digital untuk bersaing di industri perbankan yang semakin kompetitif.
Pada hari ini, Maybank Indonesia telah meluncurkan platform digital Amanah Pro untuk melayani kebutuhan keuangan nasabah saat ibadah haji dan umrah.
Platform ini disiapkan menjadi salah satu fondasi bisnis sekaligus kanal untuk memperluas ekosistem syariah.
Baca juga: Maybank Indonesia Catatkan Laba Bersih Rp 1,66 Triliun Sepanjang 2025
"Kami berharap ini (Amanah Pro) akan menjadi warisan yang akan diteruskan nanti ke entitas baru ketika waktunya tiba," tuturnya.
Tag: #maybank #indonesia #tarik #investor #timur #tengah #garap #proyek #besar