Daisuke Sato Buka Suara! Bongkar Kronologi Lengkap Kasus yang Bikin Persib Disanksi FIFA
Mantan bek Persib Bandung Daisuke Sato. (ANTARA/HO-Persib Bandung)
12:00
1 Juni 2026

Daisuke Sato Buka Suara! Bongkar Kronologi Lengkap Kasus yang Bikin Persib Disanksi FIFA

Nama Daisuke Sato belakangan menjadi sorotan setelah Persib Bandung masuk dalam daftar klub yang terkena sanksi larangan registrasi pemain dari FIFA.

Merasa banyak informasi yang berkembang tidak sesuai fakta, mantan bek Persib itu akhirnya memberikan penjelasan lengkap mengenai kasus yang menyeret namanya.

Melalui akun Instagram pribadinya, Sabtu (30/5/2026), pemain asal Filipina tersebut menegaskan bahwa dirinya perlu meluruskan berbagai anggapan yang beredar di kalangan publik.

"Saya ingin memberikan klarifikasi terkait perbincangan yang belakangan ini muncul mengenai larangan pendaftaran pemain yang dijatuhkan kepada Persib Bandung," ujar Sato dalam akun Instagramnya, @daisukesato.

Sato menjelaskan bahwa persoalan yang berujung pada sanksi FIFA terhadap Persib bukanlah kasus baru. 

Menurutnya, sengketa tersebut bermula dari masalah kontrak yang terjadi setelah kerja samanya dengan Maung Bandung berakhir pada 2023.

"Masalah ini bukan merupakan hasil dari laporan baru ataupun tindakan terbaru dari pihak saya. Perkara ini berkaitan dengan sengketa kontrak antara Persib Bandung dan saya, Daisuke Caumanday Sato, setelah kontrak saya diakhiri pada tahun 2023," jelasnya.

Bek berusia 31 tahun itu mengaku sejak awal memilih jalur hukum dan mekanisme resmi sepak bola untuk memperjuangkan hak-haknya sebagai pemain profesional. 

Ia menilai langkah tersebut menjadi satu-satunya pilihan yang tersedia saat itu.

"Sejak awal, saya berusaha menangani situasi ini secara profesional dan melalui jalur yang semestinya."

"Namun, karena cara situasi kontraktual saya ditangani saat itu serta kondisi yang saya hadapi, saya tidak memiliki pilihan yang wajar selain melindungi hak-hak saya melalui proses hukum," tutur Sato.

Kasus tersebut kemudian diperiksa oleh berbagai otoritas sepak bola dan lembaga hukum yang berwenang. 

Persib juga sempat mengajukan keberatan melalui prosedur yang tersedia, namun hasil akhir tetap memenangkan pihak Sato.

"Kasus ini kemudian diperiksa oleh otoritas sepak bola dan lembaga hukum yang berwenang."

"Persib Bandung memilih untuk menggugat atau mengajukan keberatan atas perkara ini melalui prosedur yang tersedia. Setelah seluruh tahapan proses selesai dijalani, keputusan yang dihasilkan menguatkan posisi saya," ungkap Sato.

Perselisihan tersebut diketahui bermula ketika Persib melakukan perubahan komposisi pemain asing pada pertengahan musim Liga 1 2023/2024.

Sengketa kemudian berlanjut hingga ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Pada Maret 2026, CAS menolak pokok keberatan yang diajukan Persib dan menyatakan bahwa Sato memiliki dasar yang sah untuk mengakhiri kontraknya.

Dalam pernyataannya, Sato juga mengungkap bahwa Persib sempat meminta agar identitas pemain dan klub tidak dicantumkan dalam publikasi putusan. 

Namun, permintaan tersebut ditolak oleh pihaknya demi menjaga transparansi proses hukum.

"Persib meminta agar putusan tersebut tidak dipublikasikan dengan mencantumkan nama pemain dan klub, dengan alasan adanya kekhawatiran terkait kehormatan dan reputasi. Kami menolak permintaan tersebut karena kami meyakini bahwa perkara ini seharusnya ditangani secara transparan," tutur Sato.

Lebih lanjut, mantan pemain Ratchaburi FC itu membantah tudingan yang menyebut dirinya menjadi penyebab langsung Persib mendapatkan sanksi FIFA saat ini. 

Menurutnya, hukuman tersebut muncul karena putusan yang telah berkekuatan hukum tetap belum dijalankan sesuai tenggat waktu yang ditentukan.

"Oleh karena itu, larangan pendaftaran pemain yang saat ini dijatuhkan oleh FIFA bukanlah karena saya baru melaporkan klub sekarang. Sanksi tersebut merupakan konsekuensi dari kegagalan untuk mematuhi putusan akhir dalam batas waktu yang telah ditentukan," ungkap Sato.

Sato juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memiliki masalah pribadi dengan Persib maupun Bobotoh.

Ia menyebut seluruh proses yang terjadi semata-mata berkaitan dengan perlindungan hak profesionalnya sebagai pesepak bola.

"Saya ingin menegaskan bahwa saya tidak pernah memiliki masalah dengan para pendukung Persib maupun dengan klub sebagai sebuah institusi. Saya selalu menghormati Persib, sejarahnya, rekan-rekan setim saya, serta sepak bola Indonesia. Proses ini tidak pernah bersifat pribadi dan tidak pernah dimaksudkan untuk merugikan klub maupun para pendukungnya. Tujuan saya semata-mata adalah melindungi hak-hak profesional saya dan memastikan bahwa keputusan yang telah ditetapkan dihormati sebagaimana mestinya," tulis Sato.

Karena itu, ia meminta publik untuk melihat keseluruhan kronologi kasus sebelum memberikan penilaian atau kritik terhadap dirinya.

"Saya dengan hormat meminta kepada publik dan para pendukung untuk memahami kronologi lengkap dari permasalahan ini sebelum memberikan penilaian atau mengarahkan kritik kepada saya," terang Sato.

Di akhir pernyataannya, Sato mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya selama proses hukum berlangsung, termasuk tim kuasa hukumnya yang mendampinginya sejak awal.

"Terakhir, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung saya selama tiga tahun terakhir, khususnya tim hukum saya, Pedro Macieirinha dan JMPM – Sociedade de Advogados, yang telah mendampingi saya sejak awal proses ini berlangsung," kata Sato.

Meski sempat terlibat sengketa panjang, Sato memastikan rasa hormatnya terhadap Persib, Bobotoh, dan sepak bola Indonesia tidak pernah berubah.

"Saya tetap bersyukur atas waktu yang saya habiskan di Indonesia dan akan terus menghormati Persib Bandung, Bobotoh, serta sepak bola Indonesia," pungkasnya.

Editor: Ronald Seger Prabowo

Tag:  #daisuke #sato #buka #suara #bongkar #kronologi #lengkap #kasus #yang #bikin #persib #disanksi #fifa

KOMENTAR