Sebanyak 19.167 Pegawai KAI Tersertifikasi, Keselamatan Kereta Jadi Sorotan
Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono bersama jajaran Pimpinan PT KAI sedang mnerima hormat dari petugas yang ada di salah satu stasiun kereta api di Pulau Jawa. Hal ini terjadi ketika KNKT bersama pimpinan PT KAI sedang melakukan inspeksi jalur KA menggunakan Kereta Api Inspeksi (KAIS) pada 2 hingga 4 Desember 2025.(DOK. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI )
09:32
8 Mei 2026

Sebanyak 19.167 Pegawai KAI Tersertifikasi, Keselamatan Kereta Jadi Sorotan

Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat yang mengandalkan kereta api sebagai moda transportasi harian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM) demi menjaga keselamatan perjalanan kereta api.

Jumlah pekerja KAI yang mengantongi sertifikasi kompetensi tercatat terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022, jumlah pekerja tersertifikasi mencapai lebih dari 14.150 orang, lalu naik menjadi lebih dari 15.983 pekerja pada 2023, meningkat lagi menjadi 16.186 pekerja pada 2024, hingga mencapai 19.167 pekerja tersertifikasi pada 2025.

“Pada 2026, KAI menargetkan sebanyak 18.297 pekerja tersertifikasi yang tersebar di berbagai sektor operasional strategis,” ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan resmi, Jumat (8/5/2026).

Baca juga: 90 Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Dipulangkan, KAI Masih Dampingi 17 Penumpang

Jumlah tersebut mencakup 4.129 Awak Sarana Perkeretaapian (ASP), 440 Awak Sarana Perkeretaapian Khusus, 2.260 Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA), hingga 229 Pengendali Kereta Api.

Selain itu, terdapat pula 1.542 Asisten PPKA, 1.482 tenaga perawatan prasarana bidang jalan rel dan jembatan, 1.437 tenaga perawatan fasilitas operasi kereta api, 1.854 tenaga pemeriksa prasarana jalan rel dan jembatan, serta 2.652 pemeriksa sarana yang telah memiliki sertifikasi kompetensi.

Menurut Anne, meningkatnya jumlah SDM tersertifikasi menjadi bagian penting dari upaya menjaga keandalan operasional kereta api yang setiap hari melayani jutaan pelanggan di berbagai daerah.

“Keselamatan perjalanan kereta api dibangun dari kompetensi, ketelitian, kedisiplinan, serta kepatuhan terhadap prosedur operasional yang dijalankan secara konsisten,” kata Anne.

Baca juga: Tutup 21 Titik Pelintasan Liar, KAI Sumbar: Kereta Tak Bisa Berhenti Mendadak

Ia menjelaskan, operasional kereta api merupakan sistem yang berjalan sangat detail dan saling terhubung. Mulai dari awak sarana, pengatur perjalanan kereta api, pengendali perjalanan, petugas pemeriksa jalur, tenaga perawatan sarana dan prasarana, hingga penjaga perlintasan, seluruhnya memiliki peran yang berkaitan langsung dengan keselamatan perjalanan.

Karena itu, setiap petugas operasional wajib menjalani pendidikan, pelatihan, uji kompetensi, hingga sertifikasi sebelum bertugas di lapangan.

Selain sertifikasi dari lembaga berwenang termasuk Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), KAI juga rutin menggelar pelatihan, workshop, simulasi operasional, hingga refreshment kompetensi untuk memastikan kesiapan SDM tetap terjaga.

“Dalam operasional kereta api, keputusan yang diambil petugas harus cepat, tepat, dan sesuai prosedur. Karena itu proses pembentukan kompetensi dilakukan secara berkelanjutan agar setiap petugas siap menghadapi berbagai kondisi operasional di lapangan,” jelas Anne.

Baca juga: Arti Ganti Nama KA Argo Bromo Anggrek Jadi KA Anggrek, KAI: Membawa Keanggunan

Tak hanya fokus pada SDM, KAI juga memperkuat pengawasan terhadap sarana dan prasarana melalui pemeriksaan rutin jalur rel, wesel, sinyal, jembatan, hingga kondisi kereta api.

Pemeriksaan dilakukan melalui inspeksi lapangan, pengamatan detail jalur, bordes ride, hingga lok ride oleh petugas yang memiliki kompetensi dan sertifikasi sesuai bidangnya.

Di sisi lain, tantangan eksternal juga masih membayangi operasional kereta api. Mulai dari pelanggaran di perlintasan sebidang, pelemparan kereta api, pencurian aset perkeretaapian, bangunan liar di sekitar jalur, hingga cuaca ekstrem seperti banjir, longsor, dan gempa bumi.

Karena itu, KAI terus memperkuat kolaborasi bersama pemerintah, regulator, aparat kewilayahan, komunitas, dan masyarakat guna menjaga keselamatan perjalanan kereta api secara menyeluruh.

“Setiap perjalanan kereta api yang berjalan aman sesungguhnya dijaga oleh banyak Insan yang bekerja penuh disiplin selama 24 jam,” tutup Anne.

Tag:  #sebanyak #19167 #pegawai #tersertifikasi #keselamatan #kereta #jadi #sorotan

KOMENTAR