April 2026: Perputaran Uang Naik, Aktivitas Ekonomi Masih Baik
– Aktivitas ekonomi di dalam negeri masih bergerak pada April 2026. Hal itu terlihat dari meningkatnya jumlah uang yang beredar di sistem keuangan Indonesia, baik dalam bentuk uang tunai di masyarakat maupun dana perbankan yang tersimpan di Bank Indonesia (BI).
Di tengah aktivitas konsumsi dan transaksi yang masih berlangsung, bank sentral mencatat uang primer atau M0 Adjusted mencapai Rp 2.232,2 triliun pada April 2026. Nilai tersebut tumbuh 14,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).
M0 Adjusted merupakan ukuran uang primer yang telah memperhitungkan dampak kebijakan insentif likuiditas dari BI kepada perbankan, sehingga dinilai lebih mencerminkan kondisi riil uang beredar di dalam negeri.
Meski pertumbuhannya sedikit melambat dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 16,8 persen yoy, kondisi tersebut menunjukkan likuiditas domestik masih relatif terjaga. Dengan kata lain, perputaran dana di sistem keuangan masih berlangsung seiring aktivitas ekonomi masyarakat dan perbankan.
Baca juga: Mudik hingga THR Picu Perputaran Uang Lebaran 2026 hingga Rp 161 T
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, kenaikan uang primer didorong oleh meningkatnya dana perbankan yang ditempatkan di BI serta pertumbuhan uang tunai yang beredar di masyarakat.
“Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 21,6 persen (yoy) dan uang kartal yang diedarkan sebesar 14,6 persen (yoy),” ujar Ramdan dalam keterangan resmi, Jakarta, dikutip Sabtu (9/5/2026).
Lebih lanjut, BI menjelaskan bahwa penghitungan M0 Adjusted dilakukan untuk memberikan gambaran yang lebih mencerminkan kondisi riil uang beredar di dalam negeri. Angka tersebut telah memperhitungkan dampak kebijakan insentif likuiditas yang diberikan bank sentral kepada perbankan.
Baca juga: Perputaran Uang Tambang Emas Ilegal Nyaris Rp 1.000 Triliun, ESDM Temui PPATK
Uang Tunai dan Dana Bank Masih Bertambah
Jika dirinci lebih jauh, uang kartal yang diedarkan pada April 2026 mencapai Rp 1.301,1 triliun. Dari jumlah tersebut, uang yang beredar di luar bank umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) mencapai Rp 1.195,6 triliun.
Sementara itu, uang tunai yang tersimpan di perbankan tercatat sebesar Rp 105,5 triliun. Kondisi ini menunjukkan kebutuhan uang tunai di masyarakat masih cukup tinggi di tengah aktivitas ekonomi yang terus berjalan.
Selain uang tunai, dana perbankan yang tersimpan di BI juga meningkat. Giro bank umum di BI tercatat mencapai Rp 454,2 triliun, sedangkan giro sektor swasta di BI sebesar Rp 7,6 triliun.
Adapun surat berharga BI yang dimiliki sektor swasta mencapai Rp 36,1 triliun pada April 2026.
Ramdan menambahkan, metode penghitungan M0 Adjusted mulai diterapkan sejak Januari 2025 agar perkembangan uang primer tidak terdistorsi oleh kebijakan insentif likuiditas.
“Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 Adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted),” kata dia.
Baca juga: Rupiah Melemah dan Inflasi Bikin Tabungan Tergerus, Bagaimana Strategi Aman Jaga Kekayaan?
Ditopang Aset Luar Negeri
Di sisi lain, pertumbuhan uang primer juga ditopang oleh posisi aktiva luar negeri bersih yang tercatat sebesar Rp 2.021,1 triliun pada April 2026.
Namun, tagihan bersih kepada pemerintah pusat masih berada pada posisi negatif sebesar minus Rp 246,7 triliun.
Angka tersebut terdiri dari tagihan kepada pemerintah pusat sebesar Rp 81,3 triliun dan kewajiban kepada pemerintah pusat sebesar Rp 328,0 triliun.
Sementara itu, pengendalian moneter adjusted tercatat mencapai Rp 1.282,6 triliun pada April 2026.
Tag: #april #2026 #perputaran #uang #naik #aktivitas #ekonomi #masih #baik