IHSG Tertekan usai MSCI Depak 19 Saham, Lo Kheng Hong Malah Borong GJTL
Saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), emiten produsen ban dan komponen otomotif, menjadi sorotan setelah investor senior Lo Kheng Hong menambah kepemilikan sahamnya di tengah tekanan IHSG dan rebalancing MSCI.(DOK. ist)
15:36
13 Mei 2026

IHSG Tertekan usai MSCI Depak 19 Saham, Lo Kheng Hong Malah Borong GJTL

 – Tekanan di pasar saham Indonesia belum mereda setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mendepak 19 saham Indonesia dari indeks globalnya. Di tengah koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam tiga hari terakhir, investor senior Lo Kheng Hong justru menambah kepemilikan saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), emiten produsen ban dan komponen otomotif.

IHSG pada perdagangan sesi I, Rabu (13/5/2026), dibuka turun 94,95 poin atau 1,38 persen ke level 6.763,94. Pelemahan ini terjadi di tengah sentimen negatif dari keputusan MSCI yang mengeluarkan sejumlah saham Indonesia dari indeks globalnya.

Namun, di tengah tekanan pasar tersebut, Lo Kheng Hong tercatat meningkatkan kepemilikan saham GJTL secara signifikan. Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), kepemilikan saham Lo di emiten produsen ban tersebut bertambah menjadi 232.792.900 saham per akhir April 2026, dari sebelumnya 14.760.100 saham pada akhir Maret 2026.

Baca juga: Lo Kheng Hong Tambah Kepemilikan GJTL Saat Saham Naik 12,74 Persen

Investor kawakan Lo Kheng Hong hadir dalam acara makan malam Sinarmas
Sekuritas dengan nasabahnya. Dokumen Sinarmas Sekuritas Investor kawakan Lo Kheng Hong hadir dalam acara makan malam Sinarmas Sekuritas dengan nasabahnya. Langkah itu menarik perhatian pelaku pasar karena dilakukan saat harga saham GJTL masih bergerak fluktuatif. Pada perdagangan Jumat (8/5/2026), saham GJTL turun 10 poin atau 0,84 persen ke level 1.185. Meski demikian, secara tahun berjalan atau year to date (ytd), saham GJTL masih menguat 125 poin atau 11,79 persen sejak awal 2026.

Aksi akumulasi tersebut dinilai mencerminkan keyakinan Lo terhadap prospek jangka panjang bisnis GJTL. Saat ini, Lo menjadi salah satu pemegang saham publik terbesar di perusahaan tersebut dengan kepemilikan di atas 5 persen.

Sebagai investor yang dikenal mengusung strategi investasi jangka panjang berbasis valuasi murah, langkah Lo Kheng Hong kerap menjadi perhatian investor ritel maupun institusi. Di tengah volatilitas pasar, aksi beli besar dari investor senior sering dipandang sebagai sinyal bahwa masih ada saham yang dinilai memiliki fundamental menarik.

Baca juga: Lo Kheng Hong Jual Saham SIMP Rp 7,5 Miliar saat Harga Tertekan, Ini Sinyalnya

Di saat pelaku pasar masih mencermati aksi beli Lo Kheng Hong tersebut, sentimen negatif lain datang dari hasil rebalancing MSCI periode Mei 2026 yang diumumkan pada Rabu (13/5/2026) pagi. Rebalancing ini akan berlaku setelah penutupan perdagangan 29 Mei 2026 dan efektif diterapkan mulai 1 Juni 2026.

Dalam tinjauan berkala tersebut, MSCI mengeluarkan 19 saham Indonesia dari indeks globalnya.

Enam saham dikeluarkan dari MSCI Global Standard Indexes, yakni PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Khusus AMRT, saham tersebut dipindahkan ke MSCI Small Cap Indexes.

Sementara itu, 13 saham lainnya dikeluarkan dari MSCI Small Cap Indexes, antara lain PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), hingga PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA).

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai koreksi pasar pasca rebalancing MSCI masih tergolong wajar dan menjadi bagian dari proses reformasi pasar modal Indonesia.

Baca juga: MSCI Depak 19 Saham RI, Investor Ritel Disarankan Tak Panic Selling, Justru Kesempatan Akumulasi Bertahap

Artikel ini pernah tayang di Kontan dengan judul "Pasar Tertekan Minus 20% Ytd, Lo Kheng Hong Tetap Borong Saham Ini Secara Signifikan" dan "MSCI Depak 19 Saham Indonesia, IHSG Awal Sesi Anjlok ke Kisaran 6.750"

Tag:  #ihsg #tertekan #usai #msci #depak #saham #kheng #hong #malah #borong #gjtl

KOMENTAR