OK Bank (DNAR) Tancap Gas Kredit di Tengah Ekonomi Global Tak Pasti
- PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) atau OK Bank Indonesia menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga pertumbuhan bisnis di tengah tantangan industri perbankan dan ketidakpastian ekonomi global. Bank berkode saham DNAR itu memilih memperkuat kualitas kredit dan memperluas layanan berbasis teknologi sebagai penopang kinerja ke depan.
Dalam Paparan Publik di Jakarta, Rabu (20/5/2026), Wakil Direktur Utama OK Bank Hendra Lie mengatakan perseroan berfokus pada penguatan aset, peningkatan profitabilitas, serta penguatan struktur pendanaan.
“Untuk penguatan aset, strategi utama mencakup peningkatan kualitas portofolio debitur, ekspansi kredit ritel dan korporasi secara selektif, serta diversifikasi produk dan layanan,” kata Hendra dalam keterangan resmi, Rabu (20/5/2026).
Baca juga: Lunasi Kredit ke OK Bank Sebelum Jatuh Tempo, Pollux Hotels Group (POLI) Pastikan Keuangan Membaik
Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat, OK Bank juga mengoptimalkan jaringan operasional secara strategis, memperkuat manajemen risiko, dan meningkatkan efisiensi operasional. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas pertumbuhan bisnis agar tetap sehat dan berkelanjutan.
Selain memperluas kredit, perseroan juga mendorong transformasi digital untuk menopang profitabilitas. Pengembangan layanan berbasis teknologi dinilai menjadi salah satu cara untuk menjaga efisiensi sekaligus meningkatkan kenyamanan nasabah dalam bertransaksi.
“Fokus kami pada penyaluran kredit yang berkualitas, diversifikasi produk, dan penerapan manajemen risiko yang prudent menjadi kunci dalam menghasilkan pendapatan yang berkelanjutan,” ujar Hendra.
Baca juga: Mau Renovasi Rumah? OK Bank Punya Program Pinjaman Bertenor 60 Bulan
Dari sisi pendanaan, OK Bank meningkatkan fitur layanan tabungan dan giro guna memperkuat daya saing dan menjaga loyalitas nasabah. Perseroan juga mengembangkan program pendanaan jangka menengah dengan manfaat kompetitif untuk menjaga stabilitas dana pihak ketiga (DPK).
Tak hanya itu, OK Bank turut menjadi sub-mitra distribusi produk Surat Berharga Negara (SBN) ritel yang diterbitkan pemerintah. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas pilihan investasi nasabah sekaligus mendukung pendalaman pasar keuangan nasional.
“Kami juga berpartisipasi sebagai sub-mitra distribusi dalam pemasaran produk Surat Berharga Negara ritel yang diterbitkan pemerintah, sebagai upaya memperluas alternatif investasi bagi nasabah,” jelas Hendra.
Di sisi lain, perseroan juga memperkuat layanan payroll untuk meningkatkan volume transaksi dan memperluas basis nasabah. Strategi tersebut diharapkan membuka peluang pengembangan produk dan layanan perbankan lain secara berkelanjutan.
Kinerja keuangan OK Bank sepanjang 2025 pun menunjukkan pertumbuhan positif. Total aset meningkat menjadi Rp 13,42 triliun pada 2025, naik dibandingkan Rp 11,87 triliun pada 2024 dan Rp 11,07 triliun pada 2023.
Penghimpunan DPK tumbuh menjadi Rp 8,98 triliun dari Rp 7,54 triliun pada tahun sebelumnya. Sementara penyaluran kredit meningkat menjadi Rp 10,73 triliun pada 2025 dibanding Rp 9,3 triliun pada 2024.
Pertumbuhan bisnis tersebut ikut mendongkrak laba bersih perseroan menjadi Rp 159,98 miliar pada 2025, naik signifikan dibanding Rp 49,99 miliar pada 2024.
Dari sisi profitabilitas, Return on Asset (RoA) meningkat menjadi 1,7 persen dan Return on Equity (RoE) naik menjadi 4,35 persen. Adapun Margin Bunga Bersih (NIM) berada di level 5,67 persen, sedangkan Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 42,21 persen.
“Secara keseluruhan, kinerja 2025 mencatat pertumbuhan yang sehat dengan peningkatan signifikan pada profitabilitas, ekspansi kredit, serta penguatan basis pendanaan dan aset,” tutup Hendra.
Tag: #bank #dnar #tancap #kredit #tengah #ekonomi #global #pasti