Duduk Perkara Harga Telur Anjlok Drastis
Sri, istri Hendrik Tunggal Saputro tengah memberi pakan pada ayam-ayam petelur ternaknya di Desa Pancakarya Kecamatan Ajung Kabupaten Jember, Jawa Timur.(KOMPAS.com/Mega Silvia)
09:08
22 Mei 2026

Duduk Perkara Harga Telur Anjlok Drastis

Kondisi sulit sedang dialami peternak ayam petelur di berbagai daerah. Harga telur ayam di tingkat peternak kini merosot tajam hingga hanya berada di kisaran Rp 20.000 per kilogram.

Adapun di tingkat konsumen, harga telur masih dijual sekitar Rp 26.000 hingga Rp 27.000 per kg di pasar tradisional.

Turunnya harga telur dipicu oleh melimpahnya pasokan di pasar yang tidak sebanding dengan daya beli masyarakat. Selain itu, serapan pasar yang rendah juga membuat stok telur terus menumpuk.

Produksi telur ayam yang tinggi disebut belum mampu diimbangi dengan permintaan pasar yang memadai.

Ketua Asosiasi Peternak Layer Nasional (PLN) Ki Musbar Mesdi mengatakan, jatuhnya harga telur ayam layer terjadi karena peningkatan populasi ayam petelur yang sangat signifikan.

Baca juga: Harga Telur Anjlok, Kementan Janji Berpihak Ke Peternak

"Over supply karena populasi naik 20 persen dan stok telur menumpuk di farm akibat turunnya serapan masyarakat karena kemampuan daya beli turun," ujar Musbar saat dihubungi, Kamis (21/5/2026).

"Harga telur memang sudah terpuruk selama sebulanan di bawah harga pokok produksi terutama di Kabupaten Blitar dan sekitarnya di Propinsi Jawa Timur yang merupakan sentra peternak layer terbesar di Indonesia," tambahnya.

Menurut Musbar, harga telur di tingkat peternak saat ini sudah jauh berada di bawah ketentuan harga yang ditetapkan pemerintah melalui Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 06 Tahun 2024.

Upaya Stabilkan Harga Telur Ayam

Sebelumnya Kementerian Pertanian (Kementan) berjanji akan berpihak ke peternak yang dihadapkan pada anjloknya harga telur.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda, mengatakan pihaknya berkomitmen menjaga stabilitas harga telur agar usaha peternakan rakyat bisa terus berlanjut.

Baca juga: Pelemahan Rupiah Berdampak pada Peternak di Desa: Harga Pakan Naik

"Arahan Bapak Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman sangat jelas, negara harus hadir menjaga peternak rakyat agar tetap mampu berusaha dan berkembang,” ujar Agung dalam keterangan resminya.

Agung mengatakan, pihaknya memahami tekanan yang dirasakan peternak karena anjloknya harga telur di tingkat produsen.

Menurutnya, Kementan bakal terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, asosiasi peternak, kementerian lain, hingga para pengusaha guna menjaga rantai pasok dan permintaan telur.

“Langkah ini penting agar harga di tingkat peternak dapat kembali bergerak lebih stabil,” katanya,” kata Agung.

Agung menekankan, produksi telur di tanah air cukup kuat untuk menopang ketahanan pangan nasional.

Telur diketahui menjadi salah satu komoditas pangan yang sudah mencapai swasembada bahkan telah diekspor ke negara lain.

Pemerintah menyadari peran strategis peternak telur sehingga mereka harus dijaga melalui penguatan tata niaga dan distribusi.

“Yang perlu diperkuat adalah tata niaga, distribusi, dan hilirisasi agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih merata oleh peternak rakyat,” tutur Agung.

Baca juga: Pesan Untuk Peternak Ayam Petelur: Jangan Gadaikan Sertifikat Tanah

Tag:  #duduk #perkara #harga #telur #anjlok #drastis

KOMENTAR