Harga Minyak Dunia Naik 1,9 Persen Usai Iran Kukuh Pertahankan Pengayaan Uranium
Kapal Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) saat diduga hendak menyiya kapal kontainer yang menerobos Selat Hormuz pada 21 April 2026. Foto ini diperoleh AFP dari kantor berita Iran, Tasnim. Media AS Sebut Dua Kapal Perang Melintasi Selat Hormuz di Bawah Serangan Iran. Apa Isi Proposal Terbaru Iran ke AS untuk Mengakhiri Perang?(TASNIM/MEYSAM MIRZADEH via AFP)
10:28
22 Mei 2026

Harga Minyak Dunia Naik 1,9 Persen Usai Iran Kukuh Pertahankan Pengayaan Uranium

- Harga minyak dunia naik 1,9 persen setelah pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei mengumumkan uranium negaranya agar tak diekspor.

Kontrak berjangka Juli untuk pasokan internasional, minyak mentah Brent naik 1,9 persen menjadi 104,52 dollar AS (sekitar Rp 1,8 juta) per barrel pada awal perdagangan di Asia, Jumat (22/5/2026). 

Sementara kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk Juni naik 1,5 persen menjadi 97,81 dollar AS (Rp 1,7 juta) per barrel.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Turun 2 Persen di Tengah Ketidakpastian Konflik AS-Iran

Teheran kukuh mempertahankan pengayaan uranium, menyangkal pernyataan Presiden Donald Trump bahwa negosiasi mencapai tahap akhir.

Direktur eksekutif International Energy Agency (IEA) Fatih Birol mengatakan solusi bagi guncangan energi yang disebabkan konflik Timur Tengah hanya pembukaan Selat Hormuz tanpa syarat.

Baca juga: Wall Street Ditutup Menguat Saat Harga Minyak Turun dan Harapan AS-Iran Berdamai

"Para eksekutif energi memperingatkan bahwa normalisasi penuh pasokan minyak Timur Tengah mungkin tidak akan terjadi hingga tahun 2027 karena skala gangguan yang disebabkan oleh konflik," kata dia dikutip dari Reuters.

Jika konflik terus menerus terjadi, negara Asia dan Afrika paling kena dampaknya.

Mereka terancam krisis energi parah yang berpotensi meruntuhkan perekonomian.

Baca juga: Konflik Iran Ubah Jalur Energi Dunia, UEA Percepat Pipa Minyak Baru

Jalur alternatif

Menyikapi tantangan di Selat Hormuz, otoritas Uni Emirat Arab (UEA) membangun jalur pipa darat baru sebagai jalur alternatif distribusi minyak selain perairan Selat Hormuz.

Bila Selat Hormuz tetap tak dibuka, dunia bisa menghindari krisis energi.

“Saat ini, banyak energi dunia masih mengalir melalui sedikit titik hambatan," jelas CEO Abu Dhabi National Oil Co (ADNOC) Sultan Ahmed Al Jaber dikutip dari Atlantic Council.

Jalur pipa baru ini akan menggandakan kapasitas ekspor ADNOC melalui Fujairah, sebuah pelabuhan yang terletak di Teluk Oman tepat di luar Selat Hormuz. 

Baca juga: Harga Minyak Naik Imbas Konflik di Timur Tengah, EV Kian Laku

UEA telah mempercepat pembangunan proyek ini karena perang melawan Iran. Jalur pipa ini diharapkan mulai beroperasi pada tahun 2027.

Bila Selat Hormuz dibuka, butuh empat bulan agar distribusi kembali normal.

"Ini bukan hanya masalah ekonomi. Bahkan, ini menciptakan preseden berbahaya begitu Anda menerima bahwa satu negara dapat menyandera jalur perairan terpenting di dunia," katanya.

Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan jalur lewatnya 100 juta barrel minyak dalam satu minggu.

Baca juga: Harga Minyak Turun 1 Persen usai Trump Klaim Perang Iran Segera Berakhir

Tag:  #harga #minyak #dunia #naik #persen #usai #iran #kukuh #pertahankan #pengayaan #uranium

KOMENTAR