Harga Emas Jatuh Akibat Inflasi dan Suku Bunga, Serangan AS-Iran Berdampak
Harga emas dunia turun lebih dari 1 persen pada akhir perdagangan Selasa (26/5/2026) waktu setempat atau Rabu (27/5/2026) pagi WIB, tertekan oleh meningkatnya kekhawatiran inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga.
Penurunan terjadi usai Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan militer terbaru ke Iran, yang memicu lonjakan harga minyak dan berdampak pada kekhawatiran inflasi.
Mengutip Reuters, harga emas spot turun 1,3 persen menjadi 4.511,23 dollar AS per ons.
Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 27 Mei Turun Lagi, Melemah Rp 13.000 per Gram
Ilustrasi emas.
Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni melemah 0,2 persen menjadi 4.513,90 dollar AS per ons.
Pasar obligasi AS kini memperkirakan langkah kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed) berikutnya adalah kenaikan suku bunga, bukan penurunan.
"Itu menjadi sentimen negatif bagi pasar emas saat ini," ujar analis pasar American Gold Exchange, Jim Wyckoff.
Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah AS melancarkan serangan militer baru ke Iran.
Baca juga: Rusia Jual Emas Besar-besaran di Tengah Tekanan Anggaran Perang
Kondisi tersebut memudarkan harapan tercapainya kesepakatan damai antara kedua negara untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga bulan.
Situasi itu juga mendorong harga minyak Brent melonjak lebih dari 4 persen di tengah ketidakpastian kapan pengiriman melalui Selat Hormuz dapat kembali normal.
Kenaikan harga minyak dinilai dapat memicu inflasi karena produsen berpotensi membebankan kenaikan biaya energi kepada konsumen.
Di sisi lain, Kevin Warsh resmi dilantik sebagai Ketua Federal Reserve pada Jumat (22/5/2026), di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa bank sentral AS akan memperketat kebijakan moneter.
Baca juga: Bisnis Emas Batangan Moncer, Penjualan Hartadinata Abadi (HRTA) Tembus Rp 20 T
Ilustrasi suku bunga, suku bunga acuan, BI Rate.
Pelaku pasar saat ini memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember mendatang.
Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) terhadap inflasi, logam mulia tersebut cenderung tertekan ketika suku bunga tinggi karena emas tidak memberikan imbal hasil.
Wyckoff mengatakan, tekanan teknikal juga masih mendukung pelemahan harga emas dalam jangka pendek.
"Indikator teknikal jangka pendek masih berpihak pada kubu bearish, sehingga memicu aksi jual teknikal,” kata Wyckoff.
Baca juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini 26 Mei: UBS-Galeri 24 Turun, Antam Menguat
Ia menambahkan, pasar kini menantikan rilis indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) AS pada pekan ini untuk mengukur tekanan inflasi dan arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya.
Sementara itu, UBS memangkas target harga emas akhir tahun sebesar 400 dollar AS menjadi 5.500 dollar AS per ons karena risiko imbal hasil obligasi yang lebih tinggi dan penguatan dollar AS yang masih bertahan.
Adapun harga logam mulia lainnya juga melemah.
Harga perak spot turun 2,3 persen menjadi 76,27 dollar AS per ons.
Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 26 Mei Turun Tipis, Cek Daftar Terbarunya
Kemudian harga platinum turun 1,3 persen menjadi 1.942,56 dollar AS per ons, sedangkan palladium melemah 1,3 persen menjadi 1.379,54 dollar AS per ons.
Tag: #harga #emas #jatuh #akibat #inflasi #suku #bunga #serangan #iran #berdampak