Saling Serang AS-Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik ke 96 Dollar AS
Harga minyak dunia bergerak menguat pada perdagangan Jumat (15/5/2026), didorong ketidakpastian penyelesaian konflik Iran dan Amerika Serikat (AS) yang masih membayangi pasar energi global. Harga Minyak Hari Ini Turun 5 Persen di Tengah Sinyal soal Kesepakatan AS dan Iran()
18:28
28 Mei 2026

Saling Serang AS-Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik ke 96 Dollar AS

Ketegangan militer antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas dan langsung mengguncang pasar energi global. Saling serang antara kedua negara itu membuat harga minyak dunia melonjak lebih pada perdagangan hari ini, Kamis (28/5/2026).

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent berjangka tercatat naik 2,38 dollar AS atau 2,52 persen menjadi 96,67 dolar AS per barrel per pukul 15.45 WIB

Sementara kontrak Brent yang lebih aktif untuk pengiriman Agustus menguat 2,45 dolar AS atau 2,66 persen ke level 94,70 dolar AS per barrel.

Begitu pula dengan harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 2,24 dolar AS atau 2,53 persen menjadi 90,92 dolar AS per barel.

Padahal pada akhir perdagangan kemarin, Rabu (27/5/2026), harga kedua patokan minyak global itu turun hingga 5 persen ke level terendah dalam satu bulan, terdorong harapan meredanya konflik antara AS dan Iran.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Serangan Baru AS ke Iran

Namun ketegangan kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump membantah laporan yang menyebut dirinya hampir mencapai kesepakatan dengan Teheran.

Tak lama kemudian, Garda Revolusi Iran menyatakan telah menyerang pangkalan udara AS, sebagai balasan atas serangan sebelumnya yang dilakukan militer AS di fasilitas drone Iran di dekat pelabuhan Bandar Abbas.

Namun kenaikan harga terjadi pada perdagangan hari ini, usai Garda Revolusi Iran menyatakan telah meluncurkan serangan ke pangkalan udara AS, sebagai balasan atas serangan sebelumnya yang dilakukan militer AS di fasilitas drone Iran di dekat pelabuhan Bandar Abbas.

Serangan balasan tersebut kembali memicu kekhawatiran terganggunya pasokan minyak global, terutama di jalur strategis Selat Hormuz yang menjadi salah satu rute utama pengiriman energi dunia.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Anjlok 5 Persen Usai AS Buka Jalur Diplomasi dengan Iran

Analis PVM Oil Association John Evans menyebut pola saling serang ini menjadi bagian dari dinamika negosiasi yang belum menemukan titik akhir. Menurutnya, pasar minyak masih akan sangat volatil selama ketegangan geopolitik belum mereda, terutama karena risiko gangguan di jalur pelayaran minyak global masih tinggi.

"Tampaknya pertukaran serangan udara ini merupakan bagian dari bahasa negosiasi," kata dia.

"Selama masih ada harapan kesepakatan tercapai, harga akan bergerak datar hingga penurunan persediaan minyak global benar-benar mulai terasa. Ini sekali lagi mengingatkan kita bahwa lebih dari 1 miliar barrel minyak terjebak di jalur sempit Hormuz," lanjut Evans.

Di sisi lain, data pengiriman menunjukkan dua supertanker dan satu kapal LNG telah keluar dari Selat Hormuz pekan ini dengan transponder dimatikan, dan bergerak menuju India serta China, menurut data pengiriman dari LSEG dan Kpler.

Di AS, persediaan minyak mentah tercatat turun 2,8 juta barrel pada pekan lalu, menandai penurunan selama 6 minggu berturut-turut menurut data American Petroleum Institute (API).

Baca juga: Harga Minyak Dunia Bervariasi, Selasa (26/5) Perdamaian AS-Iran Dibayangi Ketidakpastian

Tag:  #saling #serang #iran #bikin #harga #minyak #dunia #naik #dollar

KOMENTAR