Indonesia Eksportir Minyak Kelapa Terbesar Kedua Dunia
Ilustrasi minyak kelapa.(FREEPIK/JCOMP)
17:12
30 Mei 2026

Indonesia Eksportir Minyak Kelapa Terbesar Kedua Dunia

Kinerja ekspor minyak kelapa Indonesia dinilai tetap menunjukkan ketahanan di tengah tekanan pasokan global dan fluktuasi produksi dalam negeri.

Meski volume ekspor menurun sepanjang 2025, nilai ekspor justru melonjak lebih dari 43 persen karena kenaikan harga di pasar internasional.

Kepala Indonesia Eximbank Institute, Rini Satriani, mengatakan, Indonesia masih mempertahankan posisinya sebagai eksportir minyak kelapa terbesar kedua di dunia untuk minyak kelapa mentah maupun minyak kelapa dimurnikan.

“Peningkatan nilai ekspor ini terutama dipicu oleh lonjakan harga akibat terbatasnya pasokan bahan baku dan pasokan domestik, yang turut dipengaruhi oleh El Nino sehingga sebagian pabrik mengurangi kapasitas produksi sementara,” ujar Rini dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/5/2026).

Baca juga: Permintaan dari India Anjlok, Harga Referensi Minyak Kelapa Sawit Juni 2026 Turun

Kajian sektoral Indonesia Eximbank (IEB) Institute mencatat pangsa pasar global Indonesia mencapai sekitar 22 persen pada 2025, berada di bawah Filipina yang menguasai 49 persen pasar dunia.

Pada periode Januari-Desember 2025, volume ekspor minyak kelapa Indonesia tercatat turun sekitar 18 persen.

Namun, secara kumulatif nilai ekspor justru meningkat lebih dari 43 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Menurut dia, daya saing ekspor minyak kelapa Indonesia masih relatif kuat di tengah persaingan global.

Salah satu faktor pendukungnya adalah diversifikasi pasar ekspor yang luas.

Saat ini, minyak kelapa Indonesia diekspor ke lebih dari 90 negara, sehingga tidak terlalu bergantung pada satu atau dua pasar utama.

Negara tujuan utama ekspor antara lain Belanda, China, Filipina, Malaysia, dan Amerika Serikat.

Rini menilai peluang ekspor masih terbuka lebar, terutama ke pasar Eropa dan kawasan nontradisional yang mulai meningkatkan permintaan terhadap produk berbasis keberlanjutan.

Permintaan global terhadap minyak kelapa murni juga terus meningkat seiring tren gaya hidup sehat serta penggunaan bahan alami dalam industri pangan, kosmetik, dan kesehatan.

“Sebagai salah satu produsen kelapa terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi untuk melakukan penetrasi ekspor ke pasar yang menaruh perhatian pada produk berbasis keberlanjutan, seperti Uni Eropa,” kata Rini.

Untuk tahun 2026, IEB Institute memperkirakan nilai ekspor minyak kelapa masih akan tumbuh sekitar 9 persen.

Namun, laju pertumbuhan diperkirakan lebih moderat seiring pulihnya produksi negara pesaing seperti Filipina dan penyesuaian harga kelapa ke tingkat yang lebih normal.

Meski prospek ekspor tetap positif, industri minyak kelapa nasional masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait pasokan bahan baku.

Produksi kelapa dalam negeri menghadapi tekanan akibat banyaknya tanaman tua, produktivitas pekebun yang masih rendah, cuaca ekstrem, hingga meningkatnya ekspor kelapa bulat ke luar negeri.

Karena itu, Rini menilai program peremajaan kebun kelapa dan penguatan hilirisasi menjadi kunci menjaga keberlanjutan industri.

Pemerintah tercatat telah merealisasikan peremajaan kebun kelapa seluas sekitar 44.900 hektar pada 2024 dan menargetkan perluasan program replanting hingga ratusan ribu hektar pada periode 2026-2027.

“Peremajaan kebun kelapa dan hilirisasi menjadi strategi untuk menjaga kesinambungan pasokan bahan baku minyak kelapa di masa depan. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat peran minyak kelapa sebagai komoditas potensial yang berkelanjutan dan mampu mendorong kinerja ekspor nasional ke depan,” ujar Rini.

Baca juga: Harga CPO Global Naik, TBS Petani Sawit Justru Anjlok

Tag:  #indonesia #eksportir #minyak #kelapa #terbesar #kedua #dunia

KOMENTAR