ASDP Berlakukan Sterilisasi di Pelabuhan Merak dan Bakauheni
Suasana Pelabuhan Merak, Cilegon Banten.(KOMPAS.COM/RASYID RIDHO)
10:44
1 Juni 2026

ASDP Berlakukan Sterilisasi di Pelabuhan Merak dan Bakauheni

- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus mendorong modernisasi layanan penyeberangan nasional dengan menerapkan kebijakan sterilisasi kawasan di Pelabuhan Merak dan Bakauheni.

Program ini mulai diuji coba secara bertahap pada 1 Juni 2026 sebelum diterapkan secara penuh pada 15 Juni 2026.

Inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya ASDP untuk meningkatkan standar pengelolaan pelabuhan agar lebih aman, tertib, dan efisien, sekaligus mendukung kelancaran arus penumpang, kendaraan, serta distribusi logistik antarpulau.

Baca juga: ASDP dan Pemerintah Aceh Garap Jalur Logistik Jakarta-Malahayati

Penerapan sterilisasi kawasan pelabuhan juga menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem operasional berbasis keselamatan dan pelayanan modern.

Dengan pengaturan area yang lebih terkontrol, ASDP berharap aktivitas di pelabuhan dapat berlangsung lebih lancar, nyaman, dan sesuai dengan prinsip tata kelola transportasi yang berkelanjutan.

Kebijakan ini disusun dengan berlandaskan sejumlah regulasi nasional yang mengatur sektor pelayaran, transportasi, dan pengelolaan kawasan pelabuhan, termasuk ketentuan mengenai zonasi dan sterilisasi pelabuhan penyeberangan.

Regulasi tersebut menjadi dasar bagi ASDP dalam membangun sistem pelayanan yang lebih terintegrasi, aman, dan adaptif terhadap kebutuhan mobilitas masyarakat serta perkembangan sektor logistik nasional.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan, penerapan sterilisasi pelabuhan bukan sekadar penataan kawasan operasional, melainkan bagian dari transformasi layanan perusahaan yang berorientasi pada keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa.

“Penerapan kebijakan ini merupakan komitmen kami dalam menghadirkan tata kelola pelabuhan yang lebih tertib, aman, dan modern,” kata Heru dalam keterangan tertulis, Minggu (31/5/2026).

“Melalui program ini, aktivitas di kawasan pelabuhan akan semakin teratur, akses lebih terkontrol, dan seluruh pihak yang beroperasi dapat menjalankan tugas dengan mengedepankan aspek keselamatan serta keamanan secara optimal,” ujar Heru.

Dia mengatakan, sterilisasi kawasan pelabuhan dilakukan melalui sejumlah langkah strategis, mulai dari penguatan sistem pengawasan dan pengendalian di seluruh area operasional, penertiban aktivitas sesuai fungsi dan kewenangan, penerapan kewajiban penggunaan identitas dan alat pelindung diri (APD).

Sterilisasi juga mencakup pengaturan akses keluar-masuk kendaraan maupun personel melalui sistem stiker dan platform digital, hingga penguatan koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan guna memastikan kelancaran operasional pelabuhan secara berkelanjutan.

Di Pelabuhan Merak, implementasi sterilisasi diperkuat melalui penerapan One Gate System yang telah memasuki tahap uji coba sejak 25 Mei 2026.

Melalui skema ini, seluruh kendaraan pengguna layanan Express maupun Reguler diarahkan memasuki kawasan pelabuhan melalui satu akses utama di gerbang Eksekutif.

Sementara itu, Pelabuhan Bakauheni mengedepankan pendekatan berbasis teknologi melalui pengembangan sistem Face Recognition, RFID, CCTV, monitoring kendaraan, serta digitalisasi pengawasan yang terintegrasi guna memperkuat sistem keamanan dan pengendalian operasional pelabuhan.

Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan, sebagai bagian dari implementasi sterilisasi kawasan pelabuhan, perusahaan juga mulai menerapkan penggunaan shuttle bus listrik dan kendaraan listrik roda dua untuk mendukung mobilitas operasional di dalam area pelabuhan.

“Melalui skema ini, seluruh pengguna yang telah terdaftar diwajibkan memarkirkan kendaraan berbahan bakar minyak di area yang telah disediakan dan melanjutkan aktivitas operasional menggunakan kendaraan listrik di dalam kawasan pelabuhan,” kata Windy.

Melalui penguatan tata kelola operasional, pemanfaatan teknologi modern, serta penerapan prinsip berkelanjutan, ASDP optimistis dapat menghadirkan standar layanan pelabuhan yang semakin unggul, aman, dan adaptif dalam mendukung konektivitas nasional di masa depan.

“Langkah ini bukan hanya untuk menciptakan kawasan yang lebih tertib dan terkendali, tetapi juga mencerminkan komitmen ASDP dalam mendukung implementasi Green Port melalui pemanfaatan transportasi ramah lingkungan,” lanjut Windy.

Baca juga: Kemenhub dan Chandra Pelabuhan Nusantara Teken Konsesi Pelabuhan Banten 56 Tahun

Tag:  #asdp #berlakukan #sterilisasi #pelabuhan #merak #bakauheni

KOMENTAR