PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif
PT Gendhis Multi Manis (GMM) menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai dan terbuka sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam kegiatan penyampaian aspirasi petani tebu yang berlangsung di Kabupaten Blora, GMM telah melakukan berbagai langkah koordinasi guna memastikan situasi tetap tertib, aman, dan kondusif.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, GMM terus membangun komunikasi intensif dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, asosiasi petani tebu, serta para pemangku kepentingan terkait dalam tata niaga gula nasional. Perusahaan juga mengedepankan pendekatan dialog dan komunikasi terbuka dalam menyikapi berbagai masukan yang berkembang di masyarakat.
Sebelum menemui massa aksi, jajaran manajemen PT GMM terlebih dahulu melakukan dialog bersama perwakilan petani dan pemangku kepentingan di Kantor PT GMM. Dialog tersebut dihadiri oleh Plt Direktur Utama PT GMM Sri Emilia Mudiyanti, Direktur Operasional PT GMM Krisna Murtiyanto, perwakilan Perum Bulog Andin, perwakilan petani tebu Anton Sudibyo, Khoirul Anwar, Darmawan, Mulyadi, serta perwakilan Front Blora Selatan.
Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak menyampaikan pandangan, aspirasi, serta berbagai masukan terkait kondisi petani tebu dan operasional PG GMM. Dialog dilakukan secara terbuka dan konstruktif sebagai upaya mencari solusi bersama atas berbagai persoalan yang dihadapi petani tebu di Kabupaten Blora.
Setelah dialog berlangsung, jajaran manajemen PT GMM bersama perwakilan Perum Bulog mendatangi lokasi penyampaian aspirasi untuk memberikan penjelasan secara langsung kepada para petani tebu terkait langkah-langkah yang sedang diupayakan perusahaan dalam penanganan distribusi serta penyerapan tebu petani.
Plt Direktur Utama PT GMM Sri Emilia Mudiyanti menegaskan bahwa perusahaan memahami perhatian dan harapan para petani terhadap berbagai isu yang berkembang. Untuk itu, perusahaan telah menyiapkan tim koordinasi lapangan yang bertugas memastikan tersedianya saluran komunikasi yang terbuka, menerima dan mendokumentasikan aspirasi yang disampaikan, serta menyampaikan perkembangan dan solusi yang dapat ditindaklanjuti bersama para pemangku kepentingan terkait.
Sri Emilia Mudiyanti menambahkan, perusahaan saat ini belum melakukan operasional pabrik akibat kendala teknis mesin. Namun demikian, perusahaan telah membentuk tim untuk membantu proses pengalihan pengiriman tebu petani ke sejumlah pabrik gula lain di sekitar Blora maupun di luar daerah agar hasil panen petani tetap dapat terserap.
“Kami sudah membentuk tim untuk membantu proses penyerapan dan pengalihan tebu petani ke pabrik gula lainnya. Saat ini juga sedang dilakukan pendataan wilayah-wilayah yang dapat membantu penyerapan tebu petani,” ujar Emilia.
Ia menambahkan bahwa sebagai bagian dari Perum Bulog yang merupakan BUMN, setiap langkah dan kebijakan yang diambil tetap harus melalui proses evaluasi dan tata kelola sesuai ketentuan yang berlaku. Berbagai langkah penanganan dan koordinasi saat ini masih terus berproses bersama pihak-pihak terkait.
Sementara itu, perwakilan Perum Bulog Andin menyampaikan bahwa pihaknya bersama tim telah melakukan pendataan awal terhadap kondisi petani dan distribusi tebu sejak pekan lalu. Seluruh aspirasi dan kondisi di lapangan akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak terkait di tingkat pusat guna memperoleh solusi terbaik bagi petani tebu Blora.
GMM meyakini bahwa sinergi antara petani, pemerintah, industri gula, dan seluruh pemangku kepentingan merupakan kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani tebu Indonesia. Perusahaan juga akan terus menjaga komunikasi yang konstruktif, menenangkan situasi, serta mendorong penyelesaian berbagai persoalan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.***
Tag: #pastikan #penyampaian #aspirasi #petani #tebu #blora #berjalan #tertib #kondusif