Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 4 Persen usai Iran Hentikan Negosiasi dengan AS
Harga minyak dunia bergerak menguat pada perdagangan Jumat (15/5/2026), didorong ketidakpastian penyelesaian konflik Iran dan Amerika Serikat (AS) yang masih membayangi pasar energi global. Harga Minyak Hari Ini Turun 5 Persen di Tengah Sinyal soal Kesepakatan AS dan Iran()
09:52
2 Juni 2026

Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 4 Persen usai Iran Hentikan Negosiasi dengan AS

- Harga minyak dunia melonjak lebih dari 4 persen pada akhir perdagangan Senin (1/6/2026) waktu setempat atau Selasa (2/6/2026) pagi WIB, setelah Iran menghentikan negosiasi tidak langsung dengan Amerika Serikat (AS).

Iran juga mempertimbangkan pemblokiran penuh Selat Hormuz. Langkah ini memicu kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global dari kawasan Timur Tengah.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent ditutup naik 4,2 persen atau 3,86 dollar AS menjadi 94,98 dollar AS per barrel.

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 5,5 persen atau 4,80 dollar AS menjadi 92,16 dollar AS per barrel.

Kedua acuan minyak tersebut bahkan sempat melonjak lebih dari 6 persen pada awal perdagangan sebelum memangkas sebagian kenaikannya.

Kenaikan harga terjadi setelah kantor berita Iran Tasnim melaporkan bahwa Teheran menghentikan pembicaraan tidak langsung dengan Washington.

Baca juga: Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen

Iran dan kelompok sekutunya yang tergabung dalam "Front Perlawanan" juga disebut tengah menyusun agenda untuk memblokir Selat Hormuz serta mengaktifkan jalur tekanan lain, termasuk Selat Bab el-Mandeb.

Ketegangan di kawasan meningkat dalam beberapa hari terakhir setelah Iran dan AS saling melancarkan serangan. Di saat yang sama, Israel juga memerintahkan pasukannya bergerak lebih jauh ke wilayah Lebanon dalam operasi melawan kelompok Hizbullah yang didukung Iran.

Namun, kenaikan harga minyak sempat tertahan setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya tidak mengetahui adanya penghentian negosiasi tidak langsung antara kedua negara.

Trump juga mengaku telah berkomunikasi dengan Hizbullah melalui perantara dan memperoleh komitmen bahwa kelompok tersebut tidak akan menyerang Israel.

Baca juga: Harga Emas Dunia Turun, Tertekan Dollar AS dan Kenaikan Harga Minyak

Presiden Lipow Oil Associates Andrew Lipow menilai kedua pihak masih memiliki pandangan yang sangat berbeda terkait penyelesaian konflik.

Ia memperingatkan konflik yang berkepanjangan berpotensi menguras cadangan minyak komersial dan mendorong lonjakan harga energi.

"Semakin lama konflik berlangsung, persediaan komersial akan semakin menurun. Pada titik itulah harga akan melonjak. Kita mungkin hanya berjarak satu atau dua bulan dari kondisi tersebut," ujar Lipow.

Kekhawatiran pasar juga dipicu ancaman terhadap Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi pintu keluar sekitar seperlima perdagangan minyak dunia dan ekspor gas alam cair (LNG)

Laporan Axios pada pekan lalu menyebut Iran telah menambah ranjau laut di kawasan selat tersebut.

Baca juga: Trump Pastikan Selat Hormuz Tetap Terbuka, Harga Minyak Dunia Langsung Turun

Selat Bab el-Mandeb Jadi Sorotan

Selain Selat Hormuz, pasar juga mencermati potensi gangguan di Selat Bab el-Mandeb yang berada di ujung selatan Laut Merah.

Direktur Eksekutif Mizuho Robert Yawger mengatakan jalur tersebut saat ini dilintasi sekitar 4 juta-6 juta barrel minyak per hari dari Arab Saudi.

Di tengah kekhawatiran pasokan, prospek permintaan energi global justru menghadapi tekanan.

Data ekonomi China yang dirilis akhir pekan menunjukkan aktivitas manufaktur masih melemah, sehingga memunculkan kekhawatiran perlambatan ekonomi negara konsumen minyak terbesar kedua di dunia tersebut.

Goldman Sachs menyatakan lemahnya permintaan minyak di China dan Eropa menjadi risiko utama bagi proyeksi harga minyak pada kuartal IV 2026.

Bank investasi tersebut memperkirakan harga Brent berada di kisaran 90 dollar AS per barrel dan WTI sekitar 83 dollar AS per barrel pada akhir tahun. Namun, gangguan pasokan dari Timur Tengah masih berpotensi mendorong harga lebih tinggi.

Di sisi lain, persediaan minyak mentah AS diperkirakan turun sekitar 3,6 juta barrel pada pekan yang berakhir 29 Mei 2026. Penurunan diperkirakan berlanjut setelah penyusutan yang terjadi pada pekan sebelumnya.

Persediaan bensin dan bahan bakar sulingan di AS juga diperkirakan mengalami penurunan, yang turut memberikan dukungan terhadap harga minyak.

Tag:  #harga #minyak #dunia #melonjak #lebih #dari #persen #usai #iran #hentikan #negosiasi #dengan

KOMENTAR