Jemaah Haji Pulang, Waktu Tunggu di Soetta Dipangkas
Kepulangan puluhan ribu jemaah haji melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Juni 2026 diiringi upaya percepatan layanan kedatangan. Di tengah tingginya arus jemaah yang kembali dari Arab Saudi, perhatian khusus diberikan kepada kelompok lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas agar proses kedatangan berlangsung lebih nyaman dan lancar.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi pintu masuk bagi jemaah haji yang kembali ke Tanah Air selama periode 1-30 Juni 2026 melalui Terminal 2F. Berbagai fasilitas dan layanan pendukung telah dioptimalkan guna memastikan proses kedatangan berjalan tertib, aman, dan nyaman.
Baca juga: Pencurian Tas Lululemon di Bandara Soetta, InJourney: Pelaku Bukan Karyawan Kami
General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta Heru Karyadi mengatakan, sebagian jemaah yang kembali ke Indonesia merupakan lansia yang telah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi.
“Sebagian jemaah yang kembali ke Tanah Air merupakan lansia yang telah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi,” kata Heru dalam keterangan resmi, Rabu (3/6/2026).
“Oleh karena itu kami memastikan seluruh fasilitas prioritas, petugas pelayanan, serta dukungan operasional siap memberikan layanan terbaik agar proses kedatangan berlangsung nyaman dan lancar,” lanjut Heru.
Baca juga: Pertamina Juga Turunkan Harga Avtur Per 1 Juni, Di Bandara Soetta Seliter Rp 22.190
Fasilitas Prioritas untuk Lansia dan Disabilitas
Sebagai terminal khusus layanan haji dan umrah, Terminal 2F telah dilengkapi berbagai fasilitas yang mendukung mobilitas jemaah.
Fasilitas tersebut mencakup akses ramah disabilitas, kursi roda, area holding yang nyaman, serta petugas yang siap memberikan asistensi sejak jemaah tiba hingga melanjutkan perjalanan menuju asrama debarkasi.
Selain penguatan fasilitas, Bandara Internasional Soekarno-Hatta bersama seluruh pemangku kepentingan juga melakukan penyempurnaan alur layanan kedatangan.
Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses penanganan jemaah sejak pesawat mendarat hingga menuju bus pengantar ke asrama haji.
Baca juga: 84 Kloter Haji Berangkat dari Soetta, Layanan Dipusatkan di Terminal 2F
Waktu Kedatangan Dipercepat
Melalui alur layanan baru tersebut, jemaah kini hanya membutuhkan waktu sekitar 30 hingga 40 menit sejak turun dari pesawat hingga naik ke bus menuju asrama haji. Sebelumnya, proses kedatangan dapat memakan waktu sekitar satu jam bahkan lebih.
“Melalui optimalisasi alur layanan dan penguatan koordinasi bersama seluruh stakeholder, kami berupaya menghadirkan proses kedatangan yang lebih cepat dan nyaman,” kata Heru.
“Jika tahun lalu jemaah membutuhkan waktu sekitar satu jam hingga lebih, tahun ini kami percepat menjadi sekitar 30 sampai 40 menit saja,” tambahnya.
Baca juga: InJourney Airports Siap Layani Kepulangan 200.000 Jemaah Haji
Untuk mendukung kelancaran layanan, Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga berkoordinasi dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), maskapai penerbangan, Imigrasi, Bea dan Cukai, Karantina, AirNav Indonesia, serta instansi terkait lainnya.
Menurut Heru, kolaborasi seluruh pihak menjadi faktor penting dalam mewujudkan proses kepulangan jemaah yang cepat, tepat, dan nyaman.
“Kami ingin memastikan para jemaah dapat kembali ke Tanah Air dengan pengalaman perjalanan yang baik,” tegas Heru.
“Semangat melayani sepenuh hati menjadi komitmen kami dalam setiap proses pelayanan, termasuk pada fase kepulangan haji tahun ini,” lanjutnya.
Selama fase kepulangan haji, Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan melayani kedatangan 34.853 jemaah yang tergabung dalam 84 kelompok terbang (kloter). Seluruh proses kedatangan dipusatkan melalui Terminal 2F sebelum jemaah diberangkatkan menuju asrama debarkasi masing-masing.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyatakan terus berkomitmen menghadirkan layanan yang aman, nyaman, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa guna mendukung kelancaran operasional haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Tag: #jemaah #haji #pulang #waktu #tunggu #soetta #dipangkas