IHSG Anjlok 1,70 Persen ke 5.839, Rupiah Sentuh Rekor Terlemah
– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan hari ini, Kamis (4/6/2026), seiring tekanan jual yang melanda mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan data BEI, IHSG ditutup melemah 1,70 persen atau turun 101,28 poin ke level 5.839,78.
Tekanan jual terjadi hampir sepanjang perdagangan dan menyeret indeks ke level terendah dalam beberapa pekan terakhir.
Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 623 saham ditutup melemah, 106 saham menguat, dan 85 saham stagnan.
Baca juga: IHSG Ambles 1,70 Persen ke 5.839, Bos BEI Pastikan Fundamental Emiten Masih Kuat
Aktivitas perdagangan saham terpantau ramai. Nilai transaksi mencapai Rp 25,33 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 39,31 miliar saham dan frekuensi transaksi mencapai 2,29 juta kali.
Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia pada penutupan perdagangan tercatat sebesar Rp 10.284,95 triliun.
Semua sektor kompak melemah
Pelemahan IHSG diikuti semua indeks sektoral yang berakhir di zona merah.
Sektor perindustrian menjadi sektor dengan penurunan terdalam setelah anjlok 4,07 persen. Disusul sektor properti yang turun 3,28 persen dan sektor barang konsumen non-primer yang melemah 2,36 persen.
Tekanan juga terjadi pada sejumlah sektor lainnya, sehingga tidak ada satu pun sektor yang mampu bertahan di zona hijau pada perdagangan hari ini.
Baca juga: IHSG Turun 206 Poin ke 5.734,256 Penutupan Sesi I, CUAN Perkasa
Kondisi tersebut mencerminkan sentimen negatif yang meluas di pasar saham domestik dan mendorong investor melakukan aksi jual di berbagai sektor.
WIFI, CPIN, dan BRPT pimpin pelemahan
Di kelompok saham unggulan LQ45, saham-saham tertentu masih mampu mencatatkan kenaikan meski IHSG tertekan.
Top gainers LQ45 dipimpin oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang naik 7,33 persen.
Disusul PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang menguat 5,75 persen dan PT Alamtri Mineral Indonesia Tbk (ADMR) yang juga naik 5,75 persen.
Di sisi lain, saham-saham teknologi dan konsumer menjadi pemberat indeks.
Top losers LQ45 dipimpin PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) yang anjlok 12,60 persen.
Kemudian PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) turun 11,40 persen dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 8,50 persen.
Baca juga: IHSG Merah, ADRO dan CUAN Justru Menghijau
Rupiah cetak rekor terlemah, bursa Asia kompak merah
Sejalan dengan pelemahan pasar saham, nilai tukar rupiah juga kembali tertekan terhadap dollar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 18.049 per dollar AS pada Kamis (4/6/2026), melemah 82 poin atau 0,45 persen dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di Rp 17.967 per dollar AS.
Posisi tersebut sekaligus menjadi level penutupan rupiah terlemah sepanjang sejarah.
Di kawasan Asia, rupiah termasuk mata uang dengan pelemahan terbesar. Ringgit Malaysia mencatat depresiasi 0,61 persen, disusul rupiah 0,45 persen, won Korea Selatan 0,27 persen, dollar Taiwan 0,12 persen, dollar Singapura 0,08 persen, dan rupee India 0,05 persen.
Sementara itu, mayoritas bursa saham Asia juga ditutup di zona merah.
Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,36 persen ke level 67.470,69. Hang Seng Hong Kong melemah 1,48 persen menjadi 25.253,40, sedangkan SSE Composite China turun 0,64 persen ke posisi 4.057,78.
Baca juga: Purbaya soal IHSG Anjlok: Jangan Takut, Daya Beli Masyarakat Masih Kuat
Di kawasan lainnya, indeks KOSPI Korea Selatan terkoreksi 1,84 persen ke level 8.639,41 dan S&P/ASX 200 Australia melemah 1,13 persen menjadi 8.686,10.
Pelemahan serentak di pasar regional mencerminkan meningkatnya tekanan terhadap aset berisiko di kawasan Asia dan turut membebani pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini.
Tag: #ihsg #anjlok #persen #5839 #rupiah #sentuh #rekor #terlemah