Rupiah Tembus Rp 18.000, Mendag: Kesempatan Ekspor Kita Makin Bagus
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan, menyebut kesempatan ekspor semakin bagus di tengah pelemahan rupiah ke level Rp 18.000 per dollar Amerika Serikat (AS).
Busan mengatakan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendapatkan mandat dari negara terkait tata kelola ekspor.
Ia menyebut, di tengah gejolak ekonomi saat ini Kemendag harus mencari strategi untuk meningkatkan kinerja ekspor.
Baca juga: IHSG Ambles di Sesi I, Kurs Rupiah Rp 18.040 Picu Kekhawatiran Pasar
Ilustrasi ekspor.
“Kalau sekarang ini sebenarnya kesempatan ekspor kita makin bagus,” ujar Busan saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Menurut Busan, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari-April 2026 naik 5,48 persen atau 92,15 miliar dollar Amerika Serikat (AS) dibandingkan periode yang sama tahun lalu (y to y).
Meski nilai surplus ekspor turun dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, kata Busan, nilai ekspor tersebut tetap mengalami kenaikan.
“Artinya kita kondisinya masih bagus dengan kondisi sekarang ekspor kita tetap naik 5,48 persen,” tutur Busan.
Baca juga: BI Ungkap Penyebab Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dollar AS
Menghadapi gejolak penguatan nilai tukar dollar AS, saat ini pemerintah tengah mencari alternatif.
Ia menyebut, beberapa waktu lalu dalam pertemuan Menteri Perdagangan se ASEAN, pihaknya bertemu dengan pengusaha Filipina yang selama ini mengimpor produk Indonesia.
Karena nilai tukar rupiah dan peso terhadap dollar AS sedang buruk disepakati ekspor dan impor menggunakan mekanisme barter.
Menteri Perdagangan Budi Santoso (Busan) saat ditemui di Kemendag, Jakarta, Senin (25/5/2026).
“Karena di Filipina kan juga nilai tukarnya kan juga lagi kurang bagus. Jadi bagaimana kalau kita pakai cara barter,” kata Busan.
Baca juga: Dollar Hari Ini Tembus Rp 18.000, Ini Penyebab Rupiah Terpuruk ke Level Terendah
“Nah ini sudah kita carikan buyernya sudah ketemu, nanti tanggal 12 kita akan tanda tangan kontrak dengan buyer,” tambahnya.
Meski demikian, pelemahan rupiah cenderung berdampak negatif terhadap kegiatan impor, termasuk komoditas bahan baku.
Terkait hal ini, kata Busan, pihaknya terus memonitor dan berkomunikasi dengan produsen agar jangan sampai pelemahan rupiah mengakibatkan stok tidak tersedia.
“Jadi sekarang saya sampaikan ke teman-teman stok bahan pokok normal,” ucap Busan.
Baca juga: Rupiah Terpuruk ke Rekor Terendah, Cek Kurs Dollar AS di Bank-bank Besar
Sebelumnya, nilai tukar rupiah ambruk ke level Rp 18.000 per dollar AS.
Data Investing pada pukul 06.45 WIB menunjukkan nilai tukar rupiah melemah 90 poin dari penutupan sebelumnya Rp 17.925.
Sementara, data Google Finance melaporkan nilai rupiah sempat mencapai Rp 18.022 per dollar AS pada Rabu (3/6/2026).
Tag: #rupiah #tembus #18000 #mendag #kesempatan #ekspor #kita #makin #bagus