Rupiah Terus Melemah, BI Tingkatkan Intensitas Intervensi Pasar
- Bank Indonesia (BI) meningkatkan intensitas intervensi di pasar keuangan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang masih berada dalam tren pelemahan.
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan, BI berkomitmen terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan nilai tukar rupiah tetap bergerak sesuai fundamental ekonomi nasional.
"BI akan terus hadir di pasar dan meningkatkan intensitas intervensi untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga," ujar Destry dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026).
Baca juga: BI Ungkap Penyebab Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dollar AS
Destry melanjutkan, intervensi dilakukan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
Selain itu, BI juga memperkuat struktur suku bunga acuan (BI rate) agar pro pasar untukmenjaga daya tarik aset keuangan domestik di tengah ketatnya persaingan mendapatkan aliran modal asing.
Langkah ini dilakukan BI dengan mulai menaikkan BI rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen pada Rapat Dewan Gubernur BI pada 20 Mei 2026.
"BI memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro-market untuk tetap menarik aliran modal masuk ke instrumen aset domestik," ucapnya.
Baca juga: Rupiah Anjlok ke Rp 18.000 Per Dolar AS, Pimpinan DPR Desak Purbaya dan BI Segera Konsolidasi
BI juga mendorong penggunaan mata uang lokal dalam kerja sama bilateral melalui skema Local Currency Transaction (LCT) sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan memitigasi risiko volatilitas nilai tukar.
Kerja sama tersebut telah terjalin dengan Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.
"Diversifikasi transaksi perdagangan melalui skema LCT ini terus mengalami peningkatan di April," kata Destry.
BI juga terus melakukan koordinasi dan komunikasi intensif dengan korporasi serta pelaku pasar untuk menjaga stabilitas pasar keuangan domestik.
Sebagai informasi, rupiah terus mengalami pelemahan. Pada perdagangan hari ini, Kamis (4/6/2026) rupiah tembus ke level psikologis baru yakni Rp 18.000 per dollar AS.
Mengutip data Bloomberg, rupiah pada pukul 13.58 WIB berada di posisi Rp 18.041 atau melemah 75 poin atau 0,42 persen dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya.
Tag: #rupiah #terus #melemah #tingkatkan #intensitas #intervensi #pasar