Purbaya Sebut Rupiah Lemah Tekan Pedagang Tahu Tempe
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pelemahan nilai tukar rupiah mulai berdampak langsung pada pelaku usaha kecil, termasuk pedagang tahu dan tempe.
Purbaya mengatakan, pelaku usaha tahu dan tempe mulai merasakan kenaikan biaya produksi karena masih bergantung pada bahan baku impor.
“Kan saya dengar penjual tempe, penjual tahu sudah tergerus keuntungannya atau terpaksa menaikkan harga karena bahan bakunya masih diimpor, yang jelas itu akan menaikkan cost of production mereka,” ujar Purbaya saat konferensi pers di Gedung DPR/MPR, Sabtu (6/6/2026).
Baca juga: Purbaya Bakal ke China dan Inggris untuk Promosikan Surat Utang RI
Pelemahan rupiah juga dinilai mulai menekan rumah tangga. Sejumlah harga kebutuhan pokok mulai naik sehingga menambah beban pengeluaran masyarakat.
Sebagai informasi, nilai tukar rupiah di pasar spot masih berada di level tinggi meski ditutup menguat tipis pada perdagangan Jumat (5/6/2026).
Rupiah naik 13 poin atau 0,07 persen ke level Rp 18.036 per dollar Amerika Serikat (AS).
Rupiah diperkirakan masih berpotensi tertekan hingga mendekati level psikologis Rp 19.000 per dollar AS pada pekan depan apabila sentimen negatif berlanjut.
Purbaya mengatakan stabilitas nilai tukar rupiah memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Ketika rupiah lebih stabil, biaya impor bahan baku dapat lebih terkendali.
Kondisi tersebut dapat membantu pedagang kecil menjaga margin keuntungan tanpa harus menaikkan harga jual secara terus menerus.
Baca juga: Purbaya Pertanyakan Dasar Bea Cukai Segel Gerai Tiffany & Co
Stabilitas rupiah juga dinilai penting bagi rumah tangga karena harga kebutuhan pokok dan barang konsumsi dapat lebih terjaga.
Dengan begitu, beban pengeluaran masyarakat dapat ditekan dan daya beli tetap terpelihara.
Purbaya menegaskan tujuan utama pemerintah bukan hanya menjaga indikator ekonomi makro, tetapi juga memastikan dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Dengan nanti kebijakan lebih bagus, itu kita akan melihat rupiah yang lebih stabil sehingga para pedagang tahu tempe dan ibu-ibu rumah tangga juga bisa merasakan harga yang lebih baik dan tidak terbebani lagi beban hidupnya yang terlalu signifikan,” paparnya.
Pemerintah, kata Purbaya, berupaya memperkuat sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter.
Koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia dinilai penting untuk menjaga stabilitas nilai tukar, mengendalikan inflasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Jadi sinkronisasi kebijakan ini amat baik sekali untuk ekonomi kita di level makro maupun di level mikro ke depannya,” tukas Purbaya.
Ia juga memastikan fundamental ekonomi Indonesia masih terjaga.
Purbaya menyebut pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) menunjukkan kondisi fiskal nasional berada dalam posisi kuat.
“Jadi dari meeting RAPBN, dari pertemuan RAPBN kemarin sudah terlihat kan fundamental ekonomi kita baik, fiskal juga dalam keadaan yang baik, amat baik malah kalau kita lihat dari acuan-acuan yang ada,” kata Purbaya.
Ke depan, pemerintah akan fokus memastikan kebijakan fiskal berjalan efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi.
Koordinasi dengan bank sentral juga akan terus diperkuat agar dampak kebijakan terhadap perekonomian lebih optimal.
Tag: #purbaya #sebut #rupiah #lemah #tekan #pedagang #tahu #tempe