Menteri Maman Akui UMKM Terdampak Pelemahan Rupiah, Lakukan Mitigasi
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (3/6/2026).(KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU)
13:24
10 Juni 2026

Menteri Maman Akui UMKM Terdampak Pelemahan Rupiah, Lakukan Mitigasi

Pemerintah mengakui usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terdampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS).

Menteri UMKM Maman Abdurrahman, mengatakan pihaknya bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian Perdagangan terus melakukan mitigasi untuk meredam dampak pelemahan rupiah ke pelaku usaha kecil.

"Terlepas dari apapun, kita juga harus mengakui bahwa tentunya ada impact di beberapa sektor-sektor tertentu terhadap UMKM kita," kata Maman saat ditemui di Gedung Smesco, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Baca juga: DHE hingga Reformasi Fiskal, Jalan Panjang Menguatkan Rupiah

Pengrajin tempe di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, saat tengah beraktivitas mengolah kedelai menjadi tempe, Senin (8/6/2026) para pengrajin terpaksa mengecilkan ukuran tempe lantaran kurs dollar dan daya beli masyarakat yang turun.KOMPAS.COM/M. Elgana Mubarokah Pengrajin tempe di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, saat tengah beraktivitas mengolah kedelai menjadi tempe, Senin (8/6/2026) para pengrajin terpaksa mengecilkan ukuran tempe lantaran kurs dollar dan daya beli masyarakat yang turun.

Adapun UMKM yang terdampak pelemahan rupiah adalah usaha yang mengandalkan bahan baku impor seperti perajin tempe dan tahu.

Sekitar 95 persen kedelai nasional diketahui masih mengandalkan pasokan impor sehingga harganya terkerek naik seiring penurunan nilai rupiah.

"Karena memang ketergantungan kita terhadap bahan baku impor kedelai memang tinggi di situ," tutur Maman.

Menurut Maman, saat ini Bank Indonesia (BI) bersama Kementerian Keuangan sedang melakukan berbagai langkah terobosan guna menguatkan kembali nilai tukar rupiah.

Baca juga: Nilai Tukar Rupiah ke Dolar AS Hari Ini di Bank Mandiri, BCA, dan BNI

Upaya itu menurutnya mulai menunjukkan hasil karena rupiah menguat beberapa poin dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 5 persen.

Ia menegaskan pemerintah tak akan tinggal diam menghadapi gejolak tersebut.

"Artinya apa? Kalau dilihat dari sisi tren itu kita lihat nih perkembangan konsistensinya selama satu minggu ini," ujar Maman.

Diketahui, nilai tukar rupiah terus melemah selama beberapa waktu terakhir. Kemarin, rupiah melemah hingga tembus 18.170 per dollar AS.

Baca juga: Efek BI Rate: Rupiah Pagi Menguat ke Level 17.908, IHSG Naik ke Kisaran 5.800

Pagi ini, rupiah menguat hingga Rp 17.908 per dollar AS.

Penguatan terjadi setelah Bank Indonesia atau bank sentral menaikkan suku bunga acuan (BI Rate sebanyak 25 basis poin menjadi 5,50 persen.

Tag:  #menteri #maman #akui #umkm #terdampak #pelemahan #rupiah #lakukan #mitigasi

KOMENTAR