Harga Emas Berbalik Menguat usai AS Luncurkan Serangan Baru ke Iran
Harga emas dunia berbalik menguat pada perdagangan Kamis (11/6/2026) setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan baru ke Iran. Aksi militer tersebut memperburuk ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kembali mengguncang pasar keuangan global.()
11:16
11 Juni 2026

Harga Emas Berbalik Menguat usai AS Luncurkan Serangan Baru ke Iran

– Harga emas dunia berbalik menguat pada perdagangan Kamis (11/6/2026) setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan baru ke Iran. Aksi militer tersebut memperburuk ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kembali mengguncang pasar keuangan global.

Mengutip Bloomberg, harga emas di pasar spot sempat melonjak hingga 1,1 persen setelah sebelumnya turun dengan besaran yang hampir sama.

Pergerakan yang fluktuatif itu terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap dampak perang terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi global.

Baca juga: Update Harga Emas Antam Hari Ini (11/6) Turun Lagi Rp 20.000 Per Gram, Cek Daftar Lengkapnya

Pada pukul 10.05 waktu Singapura, harga emas di pasar spot tercatat naik 0,6 persen menjadi 4.097,73 dollar AS per ons. Kenaikan tersebut terjadi setelah logam mulia itu anjlok lebih dari 4 persen pada perdagangan sebelumnya.

Harga perak juga menguat 1 persen menjadi 63,96 dollar AS per ons. Sementara itu, platinum dan paladium turut mencatat kenaikan. Di sisi lain, indeks dollar AS Bloomberg melemah 0,1 persen.

Konflik AS-Iran Kian Memanas

Penguatan harga emas terjadi setelah militer AS menyatakan telah menyelesaikan serangan terhadap sejumlah target di Iran.

Serangan itu dilakukan setelah Presiden Donald Trump menuding Teheran memperlambat negosiasi terkait kesepakatan perdamaian sementara.

Baca juga: Harga Buyback Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 Hari Ini Turun

Sebagai respons, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz bagi seluruh kapal yang melintas. Jalur pelayaran tersebut merupakan salah satu rute perdagangan energi paling penting di dunia karena menjadi jalur utama ekspor minyak dari kawasan Timur Tengah.

Serangan terbaru ini menunjukkan meningkatnya ketidaksabaran pemerintahan Trump terhadap mandeknya proses diplomasi antara kedua negara. Hingga memasuki bulan keempat, konflik masih berlangsung tanpa tanda-tanda penyelesaian.

Perang yang berkepanjangan telah mengganggu arus energi melalui Selat Hormuz dan mendorong harga minyak dunia naik. Kondisi tersebut pada akhirnya memicu kekhawatiran baru terhadap tekanan inflasi global.

Inflasi AS Meningkat

Kekhawatiran pasar semakin besar setelah data inflasi Amerika Serikat menunjukkan kenaikan yang signifikan.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan indeks harga konsumen (IHK) pada Mei 2026 naik 0,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan meningkat 4,2 persen secara tahunan. Angka tersebut menjadi laju inflasi tertinggi sejak awal 2023.

Baca juga: Harga Emas Anjlok 3,5 Persen Usai Trump Ancam Iran, The Fed Berpotensi Naikkan Bunga

Kenaikan harga energi akibat perang disebut menjadi salah satu faktor utama yang mendorong inflasi lebih tinggi.

Situasi ini juga meningkatkan peluang bank-bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau kembali menaikkan suku bunga untuk mengendalikan tekanan harga.

Investor Masih Melakukan Penyesuaian Portofolio

Meski menguat pada perdagangan terbaru, harga emas masih berada sekitar 22 persen di bawah level sebelum pecahnya perang Iran pada akhir Februari lalu.

Penurunan harga emas yang sempat menembus rata-rata pergerakan 200 hari atau 200-day moving average juga memicu aksi jual tambahan. Level tersebut selama ini menjadi salah satu indikator teknikal yang banyak diperhatikan investor institusi.

Baca juga: Harga Emas di Pegadaian 11 Juni 2026: Galeri 24 dan UBS Turun

Konsultan pasar logam mulia sekaligus mantan trader JPMorgan Chase & Co., Robert Gottlieb, menilai gejolak harga emas saat ini lebih mencerminkan proses penyesuaian portofolio investor dibandingkan perubahan pandangan terhadap emas sebagai aset safe haven.

Menurut Gottlieb, derasnya arus informasi yang sering kali saling bertentangan terkait perkembangan konflik membuat investor memilih mengurangi eksposur terhadap aset berisiko dan meningkatkan likuiditas.

Ia menilai pelemahan harga emas belakangan ini lebih disebabkan oleh aksi pengurangan leverage dan reposisi portofolio, bukan karena berkurangnya daya tarik emas sebagai instrumen pelindung nilai di tengah ketidakpastian global.

Tag:  #harga #emas #berbalik #menguat #usai #luncurkan #serangan #baru #iran

KOMENTAR