Kemenkes: Belum Ada Penularan Hantavirus ke Manusia di Indonesia
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan hingga saat ini belum ada bukti penularan hantavirus dari tikus ke manusia di Indonesia, meski kasus virus tersebut tengah menjadi sorotan dunia setelah muncul klaster di kapal pesiar MV Hondius.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni mengatakan jenis hantavirus yang ditemukan di kapal pesiar berbeda dengan kasus yang pernah ditemukan di Indonesia.
“HPS banyak ditemukan di Amerika Selatan dan belum pernah dilaporkan di Indonesia, baik pada manusia maupun tikus,” kata Andi di Jakarta, Senin (11/5/2026), dikutip dari Antara.
Menurut dia, kasus pada kapal pesiar MV Hondius merupakan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) strain Andes yang dikenal memiliki tingkat fatalitas tinggi.
Sementara di Indonesia, kasus hantavirus yang pernah ditemukan merupakan tipe Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dengan strain Seoul virus.
Baca juga: Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Ini Penyebab dan Cara Penularannya
Belum ada bukti penularan antar-manusia di Indonesia
Andi menjelaskan strain Andes pada kasus MV Hondius dalam penelitian tertentu dapat menular antar-manusia melalui kontak erat dan berkepanjangan.
Namun, untuk tipe HFRS yang ditemukan di Asia, termasuk Indonesia, hingga kini belum ada bukti penularan antar-manusia.
“Untuk Indonesia, sejak 2024 hingga 2026 tercatat 23 kasus HFRS tanpa temuan HPS,” ujarnya.
Ia mengatakan penularan hantavirus umumnya berkaitan dengan paparan tikus atau celurut, baik melalui gigitan, urine, feses, maupun debu yang telah terkontaminasi virus.
Kelompok yang dinilai lebih berisiko antara lain petugas sampah, petani, pekerja bangunan lama, masyarakat di daerah banjir, hingga orang yang sering melakukan aktivitas luar ruang seperti berkemah.
Penelitian Riset Khusus Vektor dan Reservoir Penyakit (Rikhus Vektora) sebelumnya juga menemukan virus hanta pada tikus dan celurut di 29 provinsi di Indonesia.
Baca juga: Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bikin 150 Orang Tertahan, Kenali Gejala dan Cara Penularannya
WNA kontak erat hasilnya negatif
ilustrasi tes hantavirus. Kemenkes memastikan belum ada penularan hantavirus ke manusia di Indonesia, tetapi masyarakat diminta tetap waspada terhadap risiko dari tikus dan lingkungan banjir.
Dalam perkembangan lain, Kemenkes menyatakan seorang warga negara asing (WNA) yang tinggal di Jakarta Pusat dan sempat berkontak erat dengan penumpang kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius dinyatakan negatif.
Andi mengatakan WNA laki-laki berinisial KE (60) itu sempat berada dalam satu penerbangan dengan pasien kasus kedua yang meninggal dunia.
“Kondisi KE tidak bergejala, tetapi memiliki komorbid hipertensi yang tidak terkontrol dan riwayat vaping. Namun berdasarkan hasil laboratorium, pasien dinyatakan negatif Hantavirus,” katanya.
Meski hasil pemeriksaan negatif, pemantauan kesehatan terhadap pasien tetap dilakukan secara ketat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso.
Kemenkes juga meminta kontak erat tetap menjalani monitoring aktif harian dan bekerja dari rumah sesuai ketentuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Baca juga: Vaksin Hantavirus Sedang Dikembangkan, Ahli Sebut Prosesnya Bisa Bertahun-tahun
Suspek hantavirus di Kulon Progo juga negatif
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan kasus suspek hantavirus pada seorang warga juga dipastikan negatif.
Kepala Dinkes Kulon Progo Susilaningsih mengatakan hasil laboratorium dari Kemenkes RI telah mengonfirmasi tidak ada kasus positif hantavirus pada warga tersebut.
“Di Kulon Progo tidak ada kasus di manusia yang positif hantavirus,” ujar Susilaningsih, Minggu (10/5/2026).
Meski begitu, masyarakat tetap diminta waspada dan menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penularan penyakit dari hewan pengerat seperti tikus.
Ia mengimbau masyarakat membiasakan mencuci tangan setelah beraktivitas di sawah atau kerja bakti lingkungan, menutup makanan di rumah, serta membersihkan area yang berpotensi menjadi sarang tikus.
“Selalu terapkan PHBS dan kebersihan lingkungan agar tikus tidak masuk ke rumah, sehingga penularannya bisa dicegah,” kata Susilaningsih.
Baca juga: CDC Tetapkan Hantavirus Darurat Level 3, Ini Risiko dan Cara Penularannya
Tag: #kemenkes #belum #penularan #hantavirus #manusia #indonesia