Korban Penembakan di Sekolah Turkiye Jadi 9 Orang, Pelaku Anak Mantan Polisi
Ilustrasi penembakan.(SHUTTERSTOCK)
06:48
16 April 2026

Korban Penembakan di Sekolah Turkiye Jadi 9 Orang, Pelaku Anak Mantan Polisi

- Korban penembakan di sebuah sekolah Turkiye pada Rabu (15/4/2026) menjadi 9 orang.

Serangan di Provinsi Kahramanmaras bagian selatan ini menjadi insiden kedua di Turkiye dalam dua hari berturut-turut.

Menteri Dalam Negeri, Mustafa Ciftci mengonfirmasi bahwa selain sembilan korban jiwa, terdapat 13 orang lainnya yang mengalami luka-luka. Dari jumlah itu, enam orang masih menjalani perawatan intensif dan tiga di antaranya dalam kondisi kritis.

Gubernur Provinsi Kahramanmaras, Mukerrem Unluer mengungkapkan, pelaku merupakan seorang siswa kelas delapan yang baru berusia 14 tahun.

"Seorang siswa datang ke sekolah dengan membawa senjata api yang kami yakini milik ayahnya di dalam ranselnya." kata Gubernur Provinsi Kahramanmaras, Mukerrem Unluer, dikutip dari AFP, Kamis (16/4/2026).

Baca juga: Penembakan Sekolah Turkiye, 16 Orang Jadi Korban

Pelaku anak mantan petugas polisi

Unluer menuturkan, pelaku adalah putra seorang mantan petugas polisi yang membawa lima senjata dan tujuh magazen.

"Dia menembak dirinya sendiri. Belum jelas apakah ini bunuh diri atau terjadi di tengah kekacauan," katanya.

Rekaman video yang beredar memperlihatkan situasi mencekam saat puluhan siswa berusaha menyelamatkan diri dengan melompat dari jendela lantai satu. 

Dalam video berdurasi 90 detik tersebut, terdengar setidaknya 15 kali suara tembakan.

Polisi menahan ayah pelaku penembakan, Ugur Mersinli dan ibunya, demikian dilaporkan kantor berita resmi Anadolu.

Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pendidikan mengunjungi kota tersebut, sementara Menteri Kehakiman Akin Gurlek mengatakan bahwa jaksa telah meluncurkan penyelidikan segera atas penembakan tersebut. 

Baca juga: Turkiye Turun Tangan Redam Ketegangan AS-Iran, Minta Fokus pada Perdamaian

Kekhawatiran warga

Dua penembakan yang terjadi secara beruntun ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua.

"Anak saya menyaksikan kejadian itu dan berkata 'Ayah, temanku terluka.' Dia tidak melihat anak-anak lain," kata Omer Erdag, seorang orang tua.

"Ada banyak darah di dalam. Syukurlah, saya berhasil mengeluarkan anak saya dari sana. Tentu saja saya khawatir. Bagaimana saya akan membawa anak-anak saya ke sekolah ini lagi?" tanyanya.

Sementara, Zuleyha Bosca, seorang warga setempat mempertanyakan penyebab penembakan yang jarang terjadi di Turkiye itu.

Baca juga: Israel Tak Bisa Hidup Tanpa Musuh, Setelah Iran Mungkin Turkiye

"Ya Tuhan, tolonglah kami. Ini mengerikan. Apakah gim video kekerasan ini menyebabkan masalah psikologis pada anak-anak? Apa sebenarnya masalahnya? Kita tidak tahu," ujarnya. 

Puluhan anggota serikat guru berunjuk rasa di luar kementerian pendidikan di Ankara pada Rabu, sambil membawa spanduk bertuliskan: "Kami tidak akan menyerahkan sekolah kami kepada kekerasan". 

Presiden Recep Tayyip Erdogan memastikan akan melakukan penyelidikan pada insiden itu.

"Dalam serangan tragis ini, sayangnya kita kehilangan anak-anak muda kita yang cerdas dan seorang pendidik yang berdedikasi," kata Erdogan dalam sebuah pesan di X. 

Baca juga: Turkiye Sebut AS-Iran Tulus Mau Gencatan Senjata, tapi Dirusak Israel

Kerentanan keamanan

Keluarga korban menunggu di depan kamar mayat sebuah rumah sakit di Kahramanmaras, pada 15 April 2026, setelah seorang remaja berusia 13 tahun melepaskan tembakan di sebuah sekolah di kota tersebut.ORHAN ERKILIC Keluarga korban menunggu di depan kamar mayat sebuah rumah sakit di Kahramanmaras, pada 15 April 2026, setelah seorang remaja berusia 13 tahun melepaskan tembakan di sebuah sekolah di kota tersebut.

Penembakan itu terjadi sehari setelah seorang mantan siswa melepaskan tembakan dengan senapan di bekas sekolahnya di distrik Siverek, Provinsi Sanliurfa.

Pria bersenjata itu melukai 16 orang sebelum bunuh diri dalam baku tembak dengan polisi.

Polisi menahan satu tersangka setelah serangan hari Selasa (14/4/2026) dan menskors empat petugas dari tugas mereka. Sekolah tersebut diperintahkan untuk ditutup selama empat hari.

Baca juga: Bukan Perangi Iran, Menteri Turkiye Ingatkan Trump Fungsi Asli NATO

Pemimpin partai oposisi utama CHP, Ozgur Ozel, menyerukan langkah-langkah keamanan yang lebih luas. 

"Pada titik ini, jelas terlihat bahwa kekerasan di sekolah tidak lagi dapat dijelaskan hanya oleh insiden-insiden terisolasi," tulisnya di X. 

"Masalah ini telah berubah menjadi kerentanan keamanan yang semakin besar dan mendalam," lanjutnya. 

Karena itu, ia menekankan perlunya langkah-langkah seperti memastikan pengawasan penuh di pintu masuk dan keluar sekolah, meningkatkan jumlah personel keamanan, memperkuat sistem kamera, mengintensifkan patroli polisi di sekitar sekolah, dan menyiapkan rencana darurat. 

Tag:  #korban #penembakan #sekolah #turkiye #jadi #orang #pelaku #anak #mantan #polisi

KOMENTAR