Trump Plin Plan? Dulu Ancam Hancurkan Peradaban Iran, Kini Bantah Pakai Nuklir
- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan, dirinya tidak akan menggunakan senjata nuklir untuk menyerang Iran.
Pernyataan ini muncul setelah sebelumnya dia sempat melontarkan ancaman keras untuk menghancurkan peradaban Iran.
"Tidak, saya tidak akan menggunakannya (senjata nuklir)," ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Kamis (23/4/2026), sebagaimana dilansir AFP.
Trump beralasan, kekuatan militer konvensional AS sudah cukup untuk melumpuhkan Iran tanpa harus mengerahkan senjata nuklir.
Dia juga menambahkan sebuah prinsip bahwa senjata nuklir tidak boleh dibiarkan digunakan oleh siapa pun.
Baca juga: Iran Bantah Klaim Trump soal Keretakan Kepemimpinan
Perubahan sikap
Pernyataan terbaru Trump ini menandai perubahan nada bicara yang cukup signifikan.
Pada 7 April, Trump sempat mengeluarkan ancaman yang dinilai mengerikan dengan menyebut bahwa seluruh peradaban akan musnah dan tidak akan pernah kembali.
Namun, hanya dalam hitungan jam setelah ancaman tersebut, dia menyetujui gencatan senjata, yang hingga kini durasinya terus diperpanjang.
Wakil Presiden AS JD Vance juga sempat memanaskan suasana selama konflik berlangsung.
Baca juga: Trump Makin Berani, Perintahkan Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz
Dia pernah memperingatkan bahwa AS siap meningkatkan intensitas kerusakan di Iran menggunakan senjata yang belum pernah digunakan sebelumnya.
Meski demikian, Gedung Putih segera membantah bahwa pernyataan Vance tersebut merujuk pada serangan nuklir.
Di sisi lain, Trump menyatakan bahwa tujuan utamanya adalah memastikan Iran tidak memiliki kekuatan nuklir yang dapat mengancam stabilitas kawasan.
"Saya menginginkan Iran tanpa senjata nuklir yang akan mencoba meledakkan salah satu kota kita atau meledakkan seluruh Timur Tengah," kata Trump.
Baca juga: Situasi Memanas, Trump Perintahkan Kapal Perang AS Langsung Tembak Pemasang Ranjau Laut
Kontradiksi
Personel Angkatan Laut Amerika Serikat saat berjaga di kapal USS Monterey (CG 61) yang sedang transit di Selat Hormuz pada 3 Juni 2021.
Sikap Trump yang menolak penggunaan senjata nuklir "oleh siapa pun" dinilai bertentangan dengan doktrin nuklir jangka panjang AS.
Selama ini, doktrin militer AS tetap mempertahankan hak untuk menggunakan senjata nuklir dalam kondisi tertentu.
Sebelumnya, Trump sendiri pernah menyerukan pengakhiran moratorium uji coba nuklir AS sebagai respons atas dugaan uji coba rahasia yang dilakukan oleh China dan Rusia.
Baca juga: Trump Bocorkan Internal Iran Terpecah Belah, Benarkah?
Sebagai catatan sejarah, AS merupakan satu-satunya negara yang pernah menggunakan senjata nuklir dalam pertempuran, yakni saat menghancurkan kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang pada akhir Perang Dunia II, yang menewaskan sekitar 214.000 orang.
Sementara itu, Iran secara konsisten membantah pihaknya sedang berupaya membuat senjata nuklir.
Badan pengawas nuklir PBB, IAEA, juga menyatakan bahwa bom atom Iran tidak dalam posisi mengancam atau segera rampung sebelum perang pecah.
Di kawasan yang sama, Israel secara luas diyakini memiliki senjata nuklir, meskipun tidak pernah mengakui secara terbuka kepada publik.
Baca juga: Trump Ejek Iran Kehabisan Uang, Sebut Teheran Rugi Rp 8,6 Triliun Sehari Imbas Blokade
Tag: #trump #plin #plan #dulu #ancam #hancurkan #peradaban #iran #kini #bantah #pakai #nuklir