Kini UEA-Iran yang Panas, Abu Dhabi Merasa Berhak Melawan
Asap membubung dari Pelabuhan Zayed setelah serangan Iran di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 1 Maret 2026. Perang Iran berkecamuk setelah serangan Amerika Serikat-Israel menghantam Teheran, memicu respons Iran menyerang pangkalan militer AS di kawasan Teluk.(AFP/RYAN LIM)
21:06
16 Mei 2026

Kini UEA-Iran yang Panas, Abu Dhabi Merasa Berhak Melawan

- Uni Emirat Arab (UEA) merasa berhak melakukan perlawanan pada Iran, sekaligus membantah mereka berperan aktif dalam perang di Timur Tengah.

Hal tersebut disampaikan Abu Dhabi setelah Teheran menuduh UEA terlibat agresi yang diawali serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Menteri Negara di Kementerian Luar Negeri UEA, Khalifa bin Shaheen Al Marar, pada Jumat (15/5/2026) tegas menolak serangan Iran yang menargetkan Uni Emirat Arab dan negara-negara lain.

Baca juga: Serangan Rahasia UEA dan Arab Saudi ke Iran Ubah Peta Konflik Timur Tengah

Pernyataan UEA itu muncul setelah pertemuan BRICS pada Kamis (14/5/2026) di New Delhi, India.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuding UEA sebagai pihak yang terlibat aktif dalam agresi.

"UEA adalah mitra aktif dalam agresi ini, tidak diragukan lagi," kata Araghchi dalam unggahan di Telegram, dikutip dari AFP.

Pernyataan Araghchi juga dimuat kantor berita negara Iran, IRNA.

Ia mengaku sudah menasihati perwakilan UEA bahwa Israel dan AS tidak dapat menjamin keamanan mereka.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi saat berbicara di acara Forum Al Jazerra ke-17 di Doha, Qatar, 7 Februari 2026.AFP/KARIM JAAFAR Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi saat berbicara di acara Forum Al Jazerra ke-17 di Doha, Qatar, 7 Februari 2026.Araghchi juga menyinggung, Abu Dhabi sudah melihat konsekuensi dari keberadaan pangkalan Amerika di wilayahnya.

UEA lalu membantah tuduhan itu, menyebut negaranya justru menjadi sasaran serangan berulang dari Iran.

Menurut UEA, negara itu menjadi sasaran serangan Iran berulang kali dan tanpa alasan, termasuk sekitar 3.000 serangan menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone.

Baca juga: Demi Hindari Selat Hormuz, Begini Cara UEA Selamatkan Ekspor Minyaknya

"UEA berhak sepenuhnya atas kedaulatan, hukum, diplomatik, dan militernya untuk menghadapi setiap ancaman, klaim, atau tindakan permusuhan," kata Marar.

Ia menegaskan, UEA memiliki kemampuan sendiri dalam menghadapi ancaman terhadap negaranya.

"UEA tidak mencari perlindungan dari siapa pun dan mampu mencegah agresi," tambahnya.

Marar juga menekankan hak UEA untuk mempertahankan wilayah dan melindungi semua orang yang berada di negaranya.

"UEA berhak sepenuhnya dan secara sah untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayahnya untuk memastikan perlindungan warga negara, penduduk, dan pengunjungnya."

Baca juga: Diam-diam Makin Dekat, UEA Jaga Jarak dengan Israel di Depan Publik

Tag:  #kini #iran #yang #panas #dhabi #merasa #berhak #melawan

KOMENTAR