China Kerahkan Lebih dari 100 Kapal ke Perairan Regional, Ada Apa?
Ilustrasi kapal-kapal China di Laut China Selatan - Kapal Penjaga Pantai China (kiri), yang diidentifikasi Penjaga Pantai Filipina sebagai milisi maritim (bawah tengah dan kanan) mengepung BRP Datu Tamblot (tengah) dan kapal-kapal nelayan Filipina selama misi untuk membawa pasokan dan bantuan kepada para nelayan di Scarborough Shoal, Laut China Selatan, 16 Februari 2024. (AFP/JAM STA ROSA)
17:30
23 Mei 2026

China Kerahkan Lebih dari 100 Kapal ke Perairan Regional, Ada Apa?

- China dikabarkan telah mengerahkan lebih dari 100 kapal di perairan regional yang membentang dari Laut Kuning hingga Laut China Selatan dan Pasifik Barat.

Pengerahan kapal angkatan laut, penjaga pantai, dan kapal lainnya terjadi beberapa hari terakhir setelah pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping.

Seorang pejabat keamanan Taiwan mengatakan kepada AFP dengan syarat anonim bahwa kapal-kapal China telah terdeteksi sebelum KTT di Beijing, dan jumlahnya meningkat di atas 100 kapal dalam beberapa hari terakhir.

Namun, belum ada penjelasan lebih lanjut terkait apa tujuan Beijing mengerahkan kapal-kapal ke kawasan tersebut.

China sendiri mengklaim Taiwan adalah bagian dari wilayahnya dan telah mengancam akan menggunakan kekuatan untuk merebutnya.

Baca juga: Transaksi Senjata AS-Taiwan Disebut Tidak Terkait dengan Perang Iran


"Di bagian dunia ini, China adalah satu-satunya masalah yang merusak status quo, mengancam perdamaian dan stabilitas regional," kata Kepala Dewan Keamanan Nasional Taiwan Joseph Wu di X, Sabtu (23/5/2026), dilansir AFP.

Pernyataan Wu muncul setelah Trump memberi sinyal akan berbicara dengan Presiden Taiwan Lai Ching-te tentang penjualan senjata ke pulau demokrasi tersebut.

"Saya akan berbicara dengannya. Saya berbicara dengan semua orang," kata Trump, menambahkan ia mengadakan pertemuan yang hebat dengan Xi selama kunjungan kenegaraannya.

"Kita akan mengupayakan hal itu, masalah Taiwan," kata Presiden AS tersebut.

Baca juga: Hemat Amunisi untuk Perang Lawan Iran, AS Tunda Jual Senjata ke Taiwan

Taiwan jadi titik rawan konflik AS-China

Peta Taiwan.wikimedia commons Peta Taiwan.

Taiwan merupakan salah satu titik rawan konflik terbesar antara AS dan China. Menjadi potensi wilayah di mana peperangan terbuka antara dua kekuatan militer raksasa itu mungkin terjadi.

Dikutip dari Kompas.com, Kamis (14/5/2026), Taiwan sangat penting bagi perekonomian AS. Negara ini memproduksi lebih dari 90 persen semikonduktor tercanggih di dunia.

Hal itu sangat penting untuk mendukung kecerdasan buatan (AI) dan pertahanan, sehingga menjadikannya tak tergantikan dalam rantai pasokan global.

Washington juga terikat oleh Undang-Undang Hubungan Taiwan tahun 1979 untuk menyediakan sarana untuk membela diri bagi pulau tersebut.

Baca juga: Taiwan Tegaskan Tak Bisa Didekte Kekuatan Asing, Sindir Trump?

Dan meski Trump telah bertemu Xi Jinping, Washington menyatakan bahwa kebijakannya terhadap Taiwan tetap tidak berubah.

Taiwan dianggap oleh China sebagai wilayahnya sendiri, dan Beijing a telah berulang kali menyerukan agar AS menghentikan penjualan senjata.

Sementara itu, pemerintah Taiwan menolak klaim kedaulatan Beijing, dengan mengatakan bahwa hanya rakyat Taiwan yang dapat menentukan masa depan mereka.

Beijing ingin mengeklaim kepemilikan dan secara rutin menggelar latihan militer di sekitar Taiwan sebagai bentuk unjuk kekuatan yang terus-menerus.

Meski demikian, Washington tetap teguh dalam membela sekutu kecil di Asia ini dari raksasa tetangganya tersebut.

Tag:  #china #kerahkan #lebih #dari #kapal #perairan #regional

KOMENTAR