Bunuh Mahasiswa Korsel, 6 Warga China Dipenjara Seumur Hidup di Kamboja
Ilustrasi pengadilan(Shutterstock)
15:30
28 Mei 2026

Bunuh Mahasiswa Korsel, 6 Warga China Dipenjara Seumur Hidup di Kamboja

- Enam warga negara China dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan Kamboja pada Rabu (27/5/2026).

Mereka dihukum atas tuduhan pembunuhan seorang mahasiswa Korea Selatan yang melibatkan penyiksaan dan kekejaman, serta penipuan berat.

Persidangan telah dimulai pada 6 Mei, menurut pernyataan pengadilan yang dibagikan oleh Menteri Informasi Kamboja Neth Pheaktra.

Kamboja tahun ini mengeklaim telah mempercepat penindakan terhadap pusat-pusat penipuan dan para operatornya.

Para anggota parlemen Kamboja dengan suara bulat mengesahkan undang-undang pada Maret 2026 yang menargetkan operasi penipuan daring dengan hukuman hingga penjara seumur hidup.

Baca juga: Pria Singapura Curi Angpau Nikah Rp 636 Juta, Habis untuk Judi Online


Pembunuhan mahasiswa Korea Selatan

Sebelumnya, jasad Park Min-ho, mahasiswa berusia 22 tahun, ditemukan di provinsi Kampot pada Agustus 2025.

Ia dilaporkan dipancing oleh para pelaku ke Kamboja dan dipaksa bekerja di pusat penipuan sebelum dibunuh.

Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh pihak berwenang, tubuh korban menunjukkan tanda-tanda penyiksaan.

Kematian Park memicu kemarahan di Korea Selatan, yang menyebabkan tekanan diplomatik yang kuat dari para pejabat Korea Selatan kepada Perdana Menteri Kamboja Hun Manet.

Hun Manet diminta untuk menekan operasi penipuan daring skala besar yang dituduhkan sebagai penyebab pembunuhan tersebut, serta kejahatan lainnya.

Baca juga: Otoritas Arab Saudi Tangkap WNI Terkait Penipuan Haji Palsu

Kejahatan siber dan penipuan di Kamboja

Waspada modus penipuan online agar terhindar dari kejahatan siber. Dok. Shutterstock Waspada modus penipuan online agar terhindar dari kejahatan siber.

Kejahatan siber telah berkembang pesat di Asia Tenggara di mana penegakan hukum lemah, khususnya di Kamboja dan Myanmar, dengan kasino sering berfungsi sebagai pusat kegiatan kriminal.

Warga negara asing diperdagangkan dan dipekerjakan untuk menjalankan penipuan dengan modus percintaan dan mata uang kripto untuk menipu korban.

Mereka sering kali direkrut dengan tawaran pekerjaan palsu dan kemudian dipaksa bekerja dalam kondisi yang hampir seperti perbudakan.

Menurut para ahli PBB dan analis lainnya, operasi ilegal tersebut meraup keuntungan besar dari para korban di seluruh dunia.

Baca juga: Serangan Siber Ganggu Bandara Eropa, Penerbangan Tertunda hingga Batal

Bulan lalu, para pejabat AS mengumumkan penindakan terhadap operasi penipuan siber di Asia Tenggara sebagai bagian dari "medan perang baru" yang diluncurkan oleh pemerintahan Trump terhadap kejahatan terorganisir transnasional China.

Tindakan keras yang dipimpin oleh Satuan Tugas Pusat Penipuan pemerintah AS ini mencakup pemberian sanksi oleh Departemen Keuangan terhadap seorang anggota parlemen terkemuka dan 28 orang serta perusahaan lain yang dituduh beroperasi dari Kamboja.

Tuntutan pidana juga diajukan terhadap dua warga negara China yang terlibat dalam operasi serupa di Myanmar.

Inisiatif tersebut mencakup surat perintah untuk menyita dan menutup saluran perekrutan online utama di aplikasi pesan Telegram serta pembekuan ratusan juta dolar dana ilegal.

Tag:  #bunuh #mahasiswa #korsel #warga #china #dipenjara #seumur #hidup #kamboja

KOMENTAR