Perang Kembali Pecah, Proksi Iran Bergerak ke Laut Merah untuk Serang Kapal Israel
Anggota Penjaga Pantai Yaman yang berafiliasi dengan kelompok Houthi berpatroli di perairan, saat demonstran berunjuk rasa menunjukkan solidaritas dengan rakyat Gaza, di kota pelabuhan Hodeida, Laut Merah, 4 Januari 2024.(AFP)
17:48
8 Juni 2026

Perang Kembali Pecah, Proksi Iran Bergerak ke Laut Merah untuk Serang Kapal Israel

Kelompok bersenjata Houthi yang didukung Iran memperingatkan bahwa seluruh aktivitas maritim Israel di Laut Merah akan menjadi sasaran.

“Kami menyatakan larangan total terhadap pelayaran maritim Israel di Laut Merah,” demikian pernyataan Houthi pada Senin (8/6/2026) yang dikutip AFP.

Ancaman ini muncul ketika perang antara Israel dan Iran kembali memanas, sementara Selat Hormuz juga masih berada dalam situasi tegang akibat konflik di kawasan.

Baca juga: Iran Hantam 2 Pangkalan Udara Israel, Balas Dendam Usai Fasilitas Radarnya Diserang

Kelompok tersebut juga menegaskan bahwa semua pergerakan yang dianggap terkait musuh akan menjadi target militer.

“Kami menganggap semua pergerakan musuh sebagai sasaran militer yang sah bagi angkatan bersenjata kami sejak pernyataan ini dikeluarkan,” lanjut pernyataan itu.

Sebelumnya, selama perang Israel-Hamas, Houthi telah mengganggu lalu lintas kapal kargo di jalur laut penting tersebut.

Serangan terhadap kapal-kapal di kawasan itu membuat sejumlah perusahaan pelayaran memilih mengalihkan rute panjang melewati ujung selatan Afrika.

Houthi klaim serang target Israel

Houthi juga mengeklaim telah menembakkan rudal ke wilayah Israel. Kelompok itu mengatakan bahwa serangan tersebut dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap Iran.

Mereka menyatakan telah “meluncurkan rentetan rudal yang menargetkan sasaran sensitif musuh Israel” dan mengeklaim serangan tersebut “mencapai tujuannya dengan presisi”.

Militer Israel sebelumnya mengonfirmasi adanya peluncuran rudal dari Yaman menuju wilayah Israel.

“Militer telah mengidentifikasi peluncuran rudal dari Yaman menuju wilayah Israel, sistem pertahanan udara sedang beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut,” tulis militer Israel melalui Telegram.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, juga menyatakan bahwa larangan terhadap pelayaran Israel di Laut Merah telah berlaku dan setiap target Israel akan diserang.

“Eskalasi akan dibalas dengan eskalasi, dan operasi kami akan meningkat sesuai dengan perkembangan yang terjadi,” ujar Saree seperti dikutip The Jerusalem Post.

Baca juga: Baru Diserang Balik Israel, Iran Langsung Lancarkan Serangan Balasan

Houthi bergabung dalam eskalasi Iran-Israel

Serangan Houthi terjadi ketika Israel dan Iran kembali saling menyerang pada Senin, memperbesar tekanan terhadap upaya gencatan senjata yang sebelumnya rapuh.

Menurut The Jerusalem Post, serangan rudal Houthi memicu sirene peringatan di wilayah Israel bagian tengah. Tidak ada laporan korban akibat serangan tersebut.

Houthi mengeklaim serangan itu dilakukan sebagai respons atas agresi Israel terhadap Iran, Lebanon, dan Gaza.

“Di bawah prinsip ‘Persatuan Front’ dan sebagai tanggapan atas agresi Israel terhadap Lebanon, Iran, dan Gaza, pasukan kami meluncurkan rentetan rudal ke sasaran-sasaran sensitif di ‘Jaffa yang diduduki’,” kata Yahya Saree.

Sebelum serangan Houthi, Iran juga meluncurkan serangkaian serangan rudal ke Israel. Situasi tersebut kemudian diikuti serangan balasan Israel terhadap sejumlah target di Iran, termasuk fasilitas petrokimia di Mahshahr.

Bagian dari poros perlawanan Iran

Kelompok Houthi mengacungkan senjata saat demonstrasi menunjukkan solidaritas untuk Iran dan Lebanon dalam pertempuran melawan Amerika Serikat-Israel, di Ibu Kota Sana'a pada 27 Maret 2026.AFP/MOHAMMED HUWAIS Kelompok Houthi mengacungkan senjata saat demonstrasi menunjukkan solidaritas untuk Iran dan Lebanon dalam pertempuran melawan Amerika Serikat-Israel, di Ibu Kota Sana'a pada 27 Maret 2026.

Houthi bersama kelompok Hizbullah yang berbasis di Lebanon merupakan bagian dari kelompok yang disebut “Poros Perlawanan”, yaitu jaringan kekuatan yang didukung Iran dan menentang Israel serta Amerika Serikat.

Kelompok Houthi yang berasal dari wilayah utara Yaman telah menguasai sebagian besar wilayah negara itu selama lebih dari satu dekade setelah merebut ibu kota dan menggulingkan pemerintahan pada September 2014.

Intervensi militer internasional yang dipimpin Arab Saudi pada Maret 2015 kemudian memicu perang saudara berkepanjangan di Yaman yang menewaskan ratusan ribu orang akibat dampak langsung maupun tidak langsung.

Baca juga: 100 Hari Adu Kuat Amerika-Israel Vs Iran

Tag:  #perang #kembali #pecah #proksi #iran #bergerak #laut #merah #untuk #serang #kapal #israel

KOMENTAR