Ini Penyebab Pernah Alami Trauma tapi Tampak Baik-baik Saja
Ilustrasi trauma. (Freepik/Freepik)
13:05
31 Maret 2026

Ini Penyebab Pernah Alami Trauma tapi Tampak Baik-baik Saja

– Tidak semua respons terhadap trauma dapat terlihat jelas dari luar. Sebagian orang tetap mampu menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa, meski sebenarnya mengalami tekanan psikologis yang mendalam.

Kondisi ini dikenal sebagai functional freeze (pembekuan fungsional), yaitu respons trauma ketika seseorang tampak berfungsi normal, tetapi secara emosional merasa terputus atau tidak benar-benar hadir.

“Pembekuan fungsional adalah coping mechanism yang memungkinkan seseorang tetap berfungsi meski berada dalam kondisi trauma,” ujar psikolog klinis Avigail Lev, dikutip dari Verywell Mind, Senin (30/3/2026).

Baca juga: Terlalu Sering Menonton Video Bencana Bisa Memicu Trauma, Ini Penjelasan Psikolog

Apa Itu Pembekuan Fungsional?

Pembekuan fungsional merupakan bentuk respons trauma yang ditandai dengan perasaan terputus secara emosional dan menjalani aktivitas secara otomatis.

Seseorang dalam kondisi ini mungkin tetap bekerja, berinteraksi, dan menjalankan rutinitas, tetapi tanpa keterlibatan emosional yang utuh.

Kondisi ini sering kali tidak disadari karena dari luar, individu tampak baik-baik saja.

“Respons pembekuan fungsional kemungkinan terjadi ketika sistem saraf seseorang telah berulang kali atau secara kronis kewalahan,” jelas konselor Kayla Meyer.

Padahal, di dalamnya, mereka bisa mengalami kelelahan, kebingungan, hingga kehilangan makna dalam aktivitas sehari-hari.

Baca juga: 4 Tanda Kamu Terjebak dalam Trauma Bond Relationship, Salah Satunya Menjauh dari Keluarga

Berbeda dari Respons Trauma Lain

Dalam psikologi, respons terhadap trauma umumnya dikenal dalam beberapa bentuk, seperti fight, flight, freeze, dan fawn.

Functional freeze berbeda karena seseorang tetap terlihat “berfungsi”, tetapi sebenarnya berada dalam kondisi freeze secara emosional.

Alih-alih melawan atau menghindar, tubuh dan pikiran cenderung masuk ke mode autopilot untuk bertahan dari tekanan.

Baca juga: Tiba-tiba Jantung Berdebar Saat Hujan? Psikolog Jelaskan Cara Otak Mengingat Trauma

Tanda-tanda Pembekuan Fungsional

Menurut Meyer, ada beberapa tanda yang dapat menunjukkan seseorang mengalami functional freeze.

Kondisi ini biasanya ditandai dengan perasaan menjalani hidup seperti rutinitas tanpa makna, mati rasa secara emosional, serta merasa terputus dari diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Selain itu, seseorang juga bisa mengalami brain fog, sulit berkonsentrasi, mudah lelah, hingga tidak lagi merasakan hal-hal yang sebelumnya menyenangkan.

Meyer menjelaskan bahwa functional freeze umumnya terjadi ketika sistem saraf mengalami tekanan berulang atau berkepanjangan.

Kondisi ini sering dikaitkan dengan pengalaman trauma yang bersifat kronis, seperti lingkungan keluarga atau pekerjaan yang tidak aman.

Berbeda dengan trauma tunggal, tekanan yang terjadi terus-menerus membuat tubuh memilih “membeku” sebagai cara bertahan.

Baca juga: Mengapa Tubuh Lebih Dulu Mengingat Trauma? Pelajaran dari Broken Strings

Dampaknya terhadap Kehidupan

Functional freeze dapat memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan. Seseorang mungkin tetap menjalani rutinitas, tetapi merasa tidak terhubung dengan diri sendiri maupun orang lain.

Kondisi ini juga dapat menghambat perkembangan pribadi, hubungan sosial, hingga pencapaian tujuan hidup karena individu merasa “stuck” atau tidak bergerak maju.

Untuk mengatasi kondisi ini, para ahli menyarankan beberapa pendekatan yang membantu tubuh kembali merasa aman dan terhubung dengan lingkungan.

Salah satunya adalah teknik grounding, seperti menyadari hal-hal di sekitar, misalnya dengan menyebutkan benda yang terlihat atau suara yang terdengar.

Baca juga: 3 Cara Mengatasi Trauma akibat Disakiti Mertua Menurut Psikolog

Selain itu, pekerja sosial klinis berlisensi Chelsey Reese, menekankan pentingnya mendengarkan kebutuhan tubuh, apakah memerlukan istirahat atau justru aktivitas ringan seperti berjalan atau peregangan.

Reese juga merekomendasikan individu untuk mengubah lingkungan mereka.

Latihan gerakan ringan (somatic exercise) dan teknik kesadaran penuh juga dinilai efektif untuk membantu tubuh keluar dari kondisi “beku”.

“Dengan kesadaran dan dukungan yang tepat, seseorang dapat kembali terhubung dan menemukan keseimbangan,” ujar terapis Chloe Bean.

Baca juga: Apa Itu Trauma Kolektif, yang Bisa Dialami Masyarakat Imbas Kekacauan di Indonesia?

Jika kondisi ini mulai terasa mengganggu, penting untuk mempertimbangkan bantuan profesional.

Meskipun seseorang masih dapat menjalani aktivitas sehari-hari, bukan berarti kondisi tersebut bisa diabaikan.

Mencari bantuan dari terapis yang memahami trauma dapat menjadi langkah awal untuk memulihkan kondisi secara menyeluruh.

Baca juga: Mengapa Tubuh Lebih Dulu Mengingat Trauma? Pelajaran dari Broken Strings

Tag:  #penyebab #pernah #alami #trauma #tapi #tampak #baik #baik #saja

KOMENTAR