Pengalaman Angga Turun 53 Kg, Ini Pandangannya soal Nasi hingga Air Es
Ilustrasi air es. Pengalaman Angga menurunkan berat badan lebih dari 50 kilogram membuatnya mempertanyakan berbagai mitos diet, mulai dari nasi, kuning telur, hingga air es yang sering disalahpahami.(FREEPIK/JCOMP)
20:05
16 April 2026

Pengalaman Angga Turun 53 Kg, Ini Pandangannya soal Nasi hingga Air Es

Banyak orang masih percaya bahwa makanan tertentu seperti nasi atau kuning telur bisa langsung membuat berat badan naik, padahal tidak semua anggapan tersebut berlaku sama untuk setiap orang.

Hal ini juga sempat menjadi pertanyaan bagi Pramuda Angga Aditya saat menjalani program penurunan berat badan.

Dalam wawancara dengan Kompas.com pada Rabu (15/4/2026), Angga membagikan pengalamannya dalam memahami berbagai informasi seputar diet yang beredar di masyarakat.

Ia mengaku baru menyadari bahwa sebagian anggapan tersebut perlu dilihat lebih dalam setelah mempelajari nutrisi selama proses diet.

Baca juga: Sempat Nyeri Dada, Angga Turunkan Berat Badan 53 Kg dalam 16 Bulan

Pandangan soal kuning telur dan nasi selama diet

Angga mengatakan bahwa ia tetap mengonsumsi kuning telur selama menjalani program penurunan berat badan.

Menurutnya, ia tidak langsung menghindari makanan tersebut, melainkan menyesuaikan dengan kebutuhan dan pola makan secara keseluruhan.

“Menurut yang saya pelajari, kandungan lemak dalam kuning telur tidak selalu buruk, justru bisa membantu selama dikonsumsi dengan tepat,” ujar Angga.

Hal serupa juga ia terapkan pada nasi yang tetap menjadi bagian dari pola makannya.

Ia menilai konsumsi nasi masih memungkinkan selama porsinya terkontrol dan tidak berlebihan.

Baca juga: Turun 13 Kg dalam 5 Bulan, Gilang Mulai dari Jalan Kaki hingga Lari 15 Km

Soal air es yang sering dikaitkan dengan lemak

Tangkapan layar akun Tiktok Angga @fitwithangga. Pengalaman Angga menurunkan berat badan lebih dari 50 kilogram membuatnya mempertanyakan berbagai mitos diet, mulai dari nasi, kuning telur, hingga air es yang sering disalahpahami.Tiktok/@fitwithangga Tangkapan layar akun Tiktok Angga @fitwithangga. Pengalaman Angga menurunkan berat badan lebih dari 50 kilogram membuatnya mempertanyakan berbagai mitos diet, mulai dari nasi, kuning telur, hingga air es yang sering disalahpahami.

Angga juga menyinggung anggapan lama bahwa minum air es dapat membuat lemak dalam tubuh membeku.

Menurutnya, dari yang ia pelajari, hal tersebut tidak terjadi secara langsung seperti yang banyak dipercaya.

“Yang sering jadi masalah itu justru minuman manis dingin, bukan air esnya,” kata Angga.

Ia menjelaskan bahwa minuman seperti boba atau es kopi susu dengan gula tinggi lebih berpengaruh terhadap kenaikan berat badan.

Baca juga: Turun 45 Kg dalam 11 Bulan Tanpa Gym, Pria Ini Ubah Pola Makan

Pemahaman sederhana tentang air dingin dan tubuh

Angga menambahkan bahwa tubuh akan menyesuaikan suhu ketika mengonsumsi air dingin.

Proses tersebut, menurut pemahamannya, membutuhkan energi dari tubuh meski dalam jumlah kecil.

Ia menekankan bahwa hal ini bukan berarti air es menjadi solusi utama untuk menurunkan berat badan.

Pandangan tersebut ia pahami sebagai bagian dari proses belajar selama menjalani perubahan gaya hidup.

Belajar memahami nutrisi selama proses diet

Angga mengaku banyak mempelajari dasar nutrisi agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.

Ia menyadari bahwa banyak anggapan yang beredar tanpa penjelasan yang utuh sehingga menimbulkan kesalahpahaman.

Pengalaman tersebut membuatnya lebih berhati-hati dalam menentukan pola makan sehari-hari.

Menurutnya, memahami kebutuhan tubuh menjadi hal yang lebih penting daripada sekadar menghindari jenis makanan tertentu.

Angga juga mendokumentasikan proses diet dan pembelajarannya melalui akun TikTok @fitwithangga, yang berisi pengalaman sehari-hari selama menjalani perubahan gaya hidup.

Baca juga: Turun 20 Kg Tanpa Gym, Profesor Ini Sadar Setelah Diingatkan Dokter

Setiap orang punya kondisi tubuh yang berbeda

Angga juga mengingatkan bahwa pengalamannya tidak bisa langsung diterapkan oleh semua orang tanpa penyesuaian.

Ia menyarankan agar setiap orang tetap mempertimbangkan kondisi tubuh masing-masing.

“Lebih baik cari tahu dulu sebelum langsung percaya, karena tiap orang punya kebutuhan yang berbeda,” ujar Angga.

Pengalaman tersebut ia bagikan sebagai gambaran proses belajar selama menjalani diet, bukan sebagai acuan medis yang berlaku untuk semua orang.

Baca juga: Turun 36 Kg Tanpa Diet Ketat, Pria Ini Mengubah Cara Menghadapi Emosi

Tag:  #pengalaman #angga #turun #pandangannya #soal #nasi #hingga

KOMENTAR